Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Penyair dan Musisi

Ga banyak yang bisa gua lakuin di sini….. Semua terasa ga berguna bagi gua, hmm apalagi gua, terasa sangat ga berguna buat semua. Hidup gua terasa sangat hampa, “monoton” kalo kata temen gue bilang. Well, malem...

Puisi Untuk Bapak

Kukendarai Honda Jazz putihku. Berlalu dari sumpeknya ibukota yang makin memanas oleh teriknya siang. Aku santai dan bebas dalam berkendara tak peduli dengan pengendara lainnya. Terlebih kondisi hatiku yang tidak stabil....

Kotak Pandora Sang Mantan

Aku baru saja terduduk tenang di sebuah sofa empuk yang nyatanya tak benar-benar empuk karena sudah terlalu sering kududuki. Di sebelahnya, sebuah meja kecil yang diatasnya terdapat sebuah bingkai foto yang kubiarkan tertelungkup....

1966

IBU: Ibu masih bayi saat itu, paling cuma bisa menangis. Kata kakekmu, saat itu, ibu dibawa oleh kakek dan nenekmu mengungsi ke kebun kami yang ada di timur desa. Kami bersembunyi dibawah pohon randu besar yang tumbuh disana....

Aku dan Gadis Kecil Bergaun Ungu

Di penghujung senja, saat matahari beranjak pergi dan melekuk diri di antara barisan gunung, ku bawa kaki-kaki manja dan lelah ini ke sebuah tempat sunyi. Tempat di mana aku biasa melihat spektra pelangi jatuh. Siapa sangka...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply