Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Bendera Bendera di Tiang Bambu

Senja telah menepi. Penguasa siang terlelap di peraduannya. Di antara bukit gersang Kampung Cileled. Meninggalkan garis-garis emas di langit sore itu. Cileled dari tahun ke tahun. Gubuk-gubuk reyot. Tanah gersang. Gerimis...

Wanita Bertopi

Panasnya mentari tak menyurutkan niat wanita berbaju abu-abu itu. Aku selalu melihat ia berdiri di samping tiang lampu merah. Tepatnya di perempatan jalan yang ada di samping masjid besar. Saat aku sedang istirahat usai sholat,...

Gadget

Suasana bandara sore ini sepi seperti pertokoan yang sudah mau bangkrut. Laki-laki dengan wajah penuh penantian sedang duduk di kursi panjang ruang tunggu. Kepalanya mengintip lagi jam tangan sambil menggerak-gerakkan kaki...

Peron

“Kenapa nak? Masalah hati?” Pak Tua itu terkekeh, seperti puas karena sindirannya tepat mengenai sasaran. Aku diam. “Jangan pernah berniat untuk melupakan seseorang. Niatan itu justru hanya akan mengendapkan...

Robot Berikutnya

Hari lebih sunyi dari biasanya. Namun lebih terang-benderang. Aku jadi sedikit memuji rumah sakit ini. Karena penerangan dan tata cahayanya. Yang begitu putih dari ratusan neon yang bahkan tak terlihat satu pun kecuai yang...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply