Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Maafkan Sang Malam

“Boleh aku memandangmu”, itulah yang aku ucapkan kepadanya. Sepasang mata itu tak pernah lepas dari pandanganku. Aku yakin dia mengerti apa yang aku maksudkan. Hanya ada satu garis pembatas yang takkan sanggup untuk kami...

Jali

Bocah laki-laki kecil itu tertatih-tatih mencoba mengejar beberapa anak ayam yang sedang berkeliaran di bawah pohon jambu air. Sesekali ayam-ayam itu berkeciap merasa terusik, namun mereka tetap saja tak mau pergi dari sana,...

Di Tengah Debu Dunia

“Ah. tanggal 30 September” ujar Andi dalam hati sembari melirik kalender yang berada tepat di samping ibunya, ini berarti ia telah berada di tempat itu selama satu minggu tepat. “ma, aku sayang mama” suara lirih Andi...

Peron

“Kenapa nak? Masalah hati?” Pak Tua itu terkekeh, seperti puas karena sindirannya tepat mengenai sasaran. Aku diam. “Jangan pernah berniat untuk melupakan seseorang. Niatan itu justru hanya akan mengendapkan...

Malaikat Jalanan

Kebaya lusuh menghias di tubuhnya, usianya mungkin tak muda lagi, keriput di wajah dan tubuhnya menapakan jejak-jejak yang telah hilang karena waktu. mangkok beling di tangannya, menyisir setiap rumah untuk mengais sedekah,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply