Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Tunggu Aku

Inilah cuplikan kisah masa laluku. Barangkali aku dan adikku, Firza, akan menjadi orang kali pertama yang pernah diusir ayah sendiri di kota ini. Dulu, kami hidup dalam kehangatan keluarga. Tapi ketentraman itu musnah semenjak...

Jali

Bocah laki-laki kecil itu tertatih-tatih mencoba mengejar beberapa anak ayam yang sedang berkeliaran di bawah pohon jambu air. Sesekali ayam-ayam itu berkeciap merasa terusik, namun mereka tetap saja tak mau pergi dari sana,...

Dika Sayang Ayah!

“Sudah berapa kali aku katakan, bawa jauh-jauh anak cacat itu dari hadapanku,” Seorang lelaki berkata kasar pada seorang perempuan dan anak kecil yang menangis dalam pelukannya, Perempuan itu memeluk erat anak semata...

Cerita Dibalik Sebuah Cita-Cita

Bunyi kursi roda yang berderit pelan membuatku menoleh kebelakang dan tersenyum pada gadis yang duduk diatasnya. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, tidak juga sakit yang mungkin sedang ia rasakan dalam tubuhnya....

Setetes Embun di Pagi Hari

Penderitaan adalah lambang kekuatan jiwa, tak akan aku tukarkan penderitaan ini dengan sukacita manusia. Jiwaku menemukan ketenangan manakala hatiku bersukacita menerima himpitan kesusahan dan kesesakan kehidupan. Hatiku...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply