Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Jelantik

Bapak masih terduduk di atas dipan, wajahnya mendongak ke atas. Mencoba bertanya kepada para penghuni langit, sekedar mencari tahu dimana Jelantik berada. Sudah seharian bapak menjadi patung bernyawa disitu tanpa bicara....

Kebahagiaan Kita Semua

Di saat bulan puasa ini, Karin, Suci, Andin, Bobby, dan Dika berkumpul di bawah pohon beringin di taman perumahan mereka.. “Bosan sekali di rumah..” Keluh Bobby. “Aku merasa lemas saat ada iklan produk makanan...

Wayang Indonesia

Teet… teet… teet… {bel tanda masuk kelas berbunyi}. Tak seperti biasanya kali ini bu Eni {wali kelas kami} datang dengan seorang anak perempuan di sampingnya. “Anak anak hari ini di kelas kita akan...

Cinta Dalam Sepotong Ayam Tepung

Emak terkantuk-kantuk diatas ambin bambu, tiduran dengan posisi miring, tangan kanannya menopang berat kepalanya, sedang tangan kirinya menepuk-nepuk pantat si kecil rohim, anak bungsunya yang umurnya belum genap dua tahun....

Ahh… Hidup (Part 1)

Aphan namaku. Umurku 16 tahun saat ini. Dan di sinilah aku, di bawah naungan pondok kecil yang aku buat beberapa pekan lalu bersama teman-temanku. Perempuan itu duduk di tepi pintu, satu kaki ditekuk ke atas, dengan handphone...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

3 Responses to Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang Koruptor

  1. oan wutun 11 May, 2013 at 3:40 am | | Reply

    Cerpen yang bagus. Layak untuk dibaca.
    Maaf Misteradli, saya bukan master, tetapi saya tertarik dengan cerpen ini.
    Saya mengira-ngira, mungkin ini bukan cerpen pertama yang anda buat. Atau, paling tidak, Misteradli sudah punya pengalaman menulis sebelumnya.
    Ide cerita yang baru dan original, membuat cerpen ini terasa segar untuk dibaca. Teknik bercerita yang lancar, serta konflik yang terfokus (tidak banyak konflik,hanya satu konflik utama) membuat pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan cerita. Profisiat untuk pencapaian itu, di cerpen pertama ini. Misteradli, punya potensi besar untuk menjadi penulis handal. Bayangkan, cerpen pertama Misteradli, lansung menembus Cerpen Pilihan bulan ini.
    Di samping itu, ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan, terutama tentang pembukaan cerita. Berikut ini ada beberapa pendapat dan masukan saya:
    1)Pembukaan. Misteradli sudah membuka cerpen cukup baik. Namun di sana ada terlalu banyak kalimat majemuk. Catatan saya, 2 paragraf pertama mestinya dapat diracik dengan kalimat-kalimat tunggal yang tentunya lebih efektif. Tetapi isi paragraf 3 dst, telah menjadi lancar dengan kalimat-kalimat tunggal yang efektif. Bagus.
    2)Menggunakan kalimat majemuk itu tidak salah, bahkan akan sangat baik untuk menimbulkan efek-efek tertentu. Namun, hemat saya yang terdapat dalam cerpen ini, terutama pada pembuka cerita, kurang efektif.
    3)Guru saya pernah berkata, “Jika kita ingin membuat tulisan yang menarik, tulislah terdahulu halaman pertama. Setelah itu, berhentilah sejenak, lalu mulailah pikirkan untuk memenggal beberapa paragraf pertama. Sebab, biasanya pada paragraf-paragraf pertama itu, ide-ide kita tertumpuk kurang beraturan.” Mungkin Misteradli, bisa mencoba cara itu.
    demikian catatan singkat saya. Semoga ini bisa jadi sesuatu yang membangkitkan semangat kita dalam menulis.
    Akhirnya, salam persahabatan. Semoga “omong-omong” ini tidak berhenti sampai di sini. Terus menulis!
    Saya pun adalah pemula, yang juga masih perlu banyak belajar. Kalau ada waktu, bisa baca-baca cerpen saya (Oan Wutun). Saya pun ingin minta koreksi Misteradli untuk cerpen-cerpen saya.
    OK. Terima Kasih. Sampai jumpa di tulisan-tulisan berikut!!!

  2. misteradli 12 May, 2013 at 6:19 pm | | Reply

    terima kasih sahabat Oan Wutun atas apresiasi nya.. benar, saya pemula, ini kali pertama saya menuangkan ide menjadi sebuah tulisan/cerita utuh dalam bentuk cerpen.

    Bahkan, terus terang, saya pribadi tidak memahami tata bahasa, untuk mengetahui maksud dari kalimat majemuk seperti yang agan jelaskan di atas, google search dengan kata kunci “kalimat majemuk” memberi jawaban tuntas, itupun setelah lebih dari 5 tab rekomendasi..hehe..benar..suwer..

    Dari sanapun saya mencoba menalarkan maksud dari itu.. terus terang..ini baru bagi saya.. dan masukan dari agan benar2 merupakan ilmu menulis pertama yang saya dapatkan. Dalam membuat cerpen ini, sya hanya mengikuti imajinasi saja, dan banyak pakem yang mungkin saya terobos.. masukan dari agan benar-benar sangat membantu.. terimakasih sekali lagi saya layangkan ke agan Oan Watun..

    Dan ilmu yang saya dapatkan ini akan menjadi dasar pijakan karya-karya saya berikutnya. Jujur,saya merasakan gairah baru dalam menulis cerita, dan saya janji pada agan Wutun, cerpen berikutnya akan lebih baik, terimakasih lagi gan…

    “omong-omong” ini akan berlanjut terus kayanya gan.. :D terimakasaih atas suport nya..saya sangat terbantu.. salam persahabatan dari saya..

    Untuk ke tujuhkali-nya saya ucapkan terima kasih agan sudah mau berkomentar dan memberi masukan.. salam jabat erat.

    -
    -
    -
    -
    -
    -
    -
    -
    -
    .
    .

    NB :

    Terima kasih nya cuma empat kali gan.. gk nyampe tujuh :D gak usah di hitung…hehe..pisss..

  3. oanwutun 13 May, 2013 at 4:17 am | | Reply

    Hahahahaahahaahah….
    Salam Jabat Erat…. bro,,,
    “Sama-sama” 7 kali untuk Misteradli…. benar-benar perangkap….
    Ya… yang ada itu hanya sedikit masukan,,, syukur kalau Mas Bro senang dengan masukan yang ada.
    Salam persahabatan.
    kalu Mas Bro ada waktu, sempatkan baca cerpenku ya,,, yang terbaru bertajuk “RIP”

Leave a Reply