Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Salah Siapa

Bangunan berdinding putih, lantai putih dengan tirainya yang berwarna hijau, itulah tempatku bekerja saat ini. Setiap hari rintihan orang sakit telah biasa ku dengar. Aku bidan tetap di sebuah rumah sakit umum Kabupaten Jembarna,...

Ibu

Bau khas tanah yang terkena hujan langsung menyapa ku saat aku keluar dari mobil, hujan rintik-rintik kecil cukup membasahi bajuku yang saat itu berwarna hitam hingga membuat lingkaran kecil bekas tetes-tetes hujan itu tak...

Tentang Bara

Namaku Abi. Umurku 9 tahun. Aku masih duduk di kelas 3 SD. Sekolahku tidak terlalu jauh dari rumahku. Biasanya aku berangkat sekolah dengan teman-teman. Pulang sekolah juga begitu. Setelah pulang sekolah biasanya aku bermain...

Menyapa Heningmu

Hujan yang mengguyur kota kecil ini yang membuat perasaan gembira pada anak-anak yang menjadikan setiap hujan merupakan balasan dari Tuhan atas doa mereka, dan membasahi jiwa-jiwa yang tandus dengan air penghidupan dan tetesan...

Puisi Untuk Bapak

Kukendarai Honda Jazz putihku. Berlalu dari sumpeknya ibukota yang makin memanas oleh teriknya siang. Aku santai dan bebas dalam berkendara tak peduli dengan pengendara lainnya. Terlebih kondisi hatiku yang tidak stabil....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

3 Responses to Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang Koruptor

  1. oan wutun 11 May, 2013 at 3:40 am | | Reply

    Cerpen yang bagus. Layak untuk dibaca.
    Maaf Misteradli, saya bukan master, tetapi saya tertarik dengan cerpen ini.
    Saya mengira-ngira, mungkin ini bukan cerpen pertama yang anda buat. Atau, paling tidak, Misteradli sudah punya pengalaman menulis sebelumnya.
    Ide cerita yang baru dan original, membuat cerpen ini terasa segar untuk dibaca. Teknik bercerita yang lancar, serta konflik yang terfokus (tidak banyak konflik,hanya satu konflik utama) membuat pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan cerita. Profisiat untuk pencapaian itu, di cerpen pertama ini. Misteradli, punya potensi besar untuk menjadi penulis handal. Bayangkan, cerpen pertama Misteradli, lansung menembus Cerpen Pilihan bulan ini.
    Di samping itu, ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan, terutama tentang pembukaan cerita. Berikut ini ada beberapa pendapat dan masukan saya:
    1)Pembukaan. Misteradli sudah membuka cerpen cukup baik. Namun di sana ada terlalu banyak kalimat majemuk. Catatan saya, 2 paragraf pertama mestinya dapat diracik dengan kalimat-kalimat tunggal yang tentunya lebih efektif. Tetapi isi paragraf 3 dst, telah menjadi lancar dengan kalimat-kalimat tunggal yang efektif. Bagus.
    2)Menggunakan kalimat majemuk itu tidak salah, bahkan akan sangat baik untuk menimbulkan efek-efek tertentu. Namun, hemat saya yang terdapat dalam cerpen ini, terutama pada pembuka cerita, kurang efektif.
    3)Guru saya pernah berkata, “Jika kita ingin membuat tulisan yang menarik, tulislah terdahulu halaman pertama. Setelah itu, berhentilah sejenak, lalu mulailah pikirkan untuk memenggal beberapa paragraf pertama. Sebab, biasanya pada paragraf-paragraf pertama itu, ide-ide kita tertumpuk kurang beraturan.” Mungkin Misteradli, bisa mencoba cara itu.
    demikian catatan singkat saya. Semoga ini bisa jadi sesuatu yang membangkitkan semangat kita dalam menulis.
    Akhirnya, salam persahabatan. Semoga “omong-omong” ini tidak berhenti sampai di sini. Terus menulis!
    Saya pun adalah pemula, yang juga masih perlu banyak belajar. Kalau ada waktu, bisa baca-baca cerpen saya (Oan Wutun). Saya pun ingin minta koreksi Misteradli untuk cerpen-cerpen saya.
    OK. Terima Kasih. Sampai jumpa di tulisan-tulisan berikut!!!

  2. misteradli 12 May, 2013 at 6:19 pm | | Reply

    terima kasih sahabat Oan Wutun atas apresiasi nya.. benar, saya pemula, ini kali pertama saya menuangkan ide menjadi sebuah tulisan/cerita utuh dalam bentuk cerpen.

    Bahkan, terus terang, saya pribadi tidak memahami tata bahasa, untuk mengetahui maksud dari kalimat majemuk seperti yang agan jelaskan di atas, google search dengan kata kunci “kalimat majemuk” memberi jawaban tuntas, itupun setelah lebih dari 5 tab rekomendasi..hehe..benar..suwer..

    Dari sanapun saya mencoba menalarkan maksud dari itu.. terus terang..ini baru bagi saya.. dan masukan dari agan benar2 merupakan ilmu menulis pertama yang saya dapatkan. Dalam membuat cerpen ini, sya hanya mengikuti imajinasi saja, dan banyak pakem yang mungkin saya terobos.. masukan dari agan benar-benar sangat membantu.. terimakasih sekali lagi saya layangkan ke agan Oan Watun..

    Dan ilmu yang saya dapatkan ini akan menjadi dasar pijakan karya-karya saya berikutnya. Jujur,saya merasakan gairah baru dalam menulis cerita, dan saya janji pada agan Wutun, cerpen berikutnya akan lebih baik, terimakasih lagi gan…

    “omong-omong” ini akan berlanjut terus kayanya gan.. :D terimakasaih atas suport nya..saya sangat terbantu.. salam persahabatan dari saya..

    Untuk ke tujuhkali-nya saya ucapkan terima kasih agan sudah mau berkomentar dan memberi masukan.. salam jabat erat.

    -
    -
    -
    -
    -
    -
    -
    -
    -
    .
    .

    NB :

    Terima kasih nya cuma empat kali gan.. gk nyampe tujuh :D gak usah di hitung…hehe..pisss..

  3. oanwutun 13 May, 2013 at 4:17 am | | Reply

    Hahahahaahahaahah….
    Salam Jabat Erat…. bro,,,
    “Sama-sama” 7 kali untuk Misteradli…. benar-benar perangkap….
    Ya… yang ada itu hanya sedikit masukan,,, syukur kalau Mas Bro senang dengan masukan yang ada.
    Salam persahabatan.
    kalu Mas Bro ada waktu, sempatkan baca cerpenku ya,,, yang terbaru bertajuk “RIP”

Leave a Reply