Bahagiaku Adalah Bahagiamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 20 May 2019

Kring.. kring.. kring bunyi handphone di saku kananku, Aku tidak berani membukanya meski tak seorang pun mengawasiku di ruangan ini tapi tetap ada CCTV di setiap sudut ruangan tengah mengawasiku, terpaksa kuletakkan di depan toilet sapu dan pelku serta ember yang kujinjing, kini Aku terburu-buru mengayunkan kaki ke dalam toilet, tanganku tergesa-gesa meraih hpku yang sedang berbunyi dalam sakuku, “Halo” terdengar nada suara yang tak asing lagi menyentuh telingaku, sekarang nafasku sesak, hatiku seakan ingin pecah, rongga mulutku enggan mengeluarkan lisan, hanya kelopak mata diiringi dengan deraian air mata bening yang seakan memberikan isyarat bahwa hati ini sedang ada rindu yang terpendam, kini kondisiku benar-benar kaku dalam toilet tapi Aku harus kedengaran kuat dalam telinganya. Perlahan-lahan Aku menarik nafas untuk menenangkan pikiranku, “Ha..halo i.ibu,” ucapku dengan bibir yang gemetar
“Apa kabar nak” balasnya
“Baik bu’ Aku sekarang lagi di tempat kerja bu’ sudah dulu ya bahaya kalau ketahuan atasanku nanti Aku dipecat” ucapku kembali dengan lisan yang kupaksakan
“Iya nak, wassalamualaikum” lisan yang begitu menurut terdengar di telingaku
Oh Tuhan sungguh Aku tak bisa menjawab salamnya dengan lisanku hanyalah air mata yang dapat menjawabnya saat ini.
“Ya Tuhan Aku rindu dengan ibuku, lepaskan Aku dari penjara bebas ini” do’aku saat ini.
Kutenangkan kembali pikiranku, astaga ya Tuhan, Aku tersadar bahwa ada sapu dan pel serta ember yang sedang menungguku di luar sana.

Aku bergegas dan mulai membersihkan lantai office, kusapu dengan bersih kemudian kudaratkan kain pelku agar lantainya mengkilat, tak lain hanya ingin mendapat pujian dari atasanku dengan begitu Aku tetap bisa bertahan bekerja di tempat ini.

Bagian office telah selesai kembali kudaratkan sapuku dan pelku di lantai dua, setelah lantai dua selesai, kuayunkan kembali kakiku ke lantai tiga dan lantai empat hingga tuntas, kubersihkan sisa makanan yang menempel tadi malam, kini jarum jam menunjukan angka 10.30, tiga jam setengah Aku membersihkan seluruhnya bukan main keringat berkucur di seluruh tubuhku, aku sangat lelah, pikiranku bercampur aduk ingin rasanya berlari dari tempat ini tapi ada lisan kembali terngiang dalam pikiranku “Berani berbuat berani bertanggung jawab, yah kamu harus bertanggung jawab Fajar” lisan dari seorang kawan yang pernah membawaku berlabuh dalam buku agendanya dengan agenda-agenda harian yang sangat indah, setelah semua agendanya selesai, kini mungkin yang menjadi lawan tapi entahlah, atau memang Aku yang tidak bertanggung jawab sehingga Membuat hpku ribut dan setiap tanggal 15 inboxku berisi pesan “Pak angsuran bulan ini kapan dibayar, sekarang sudah tiba waktunya” sejujurnya ini alasan utamaku berada di tempat ini, Aku tak berani jujur di hadapan orangtuaku, Aku tidak sanggup membebani mereka lagi di lain sisi uang yang aku pinjam bukan hanya kepentinganku tapi kepentingan kami, tapi sayangnya dalam buku agenda harian mereka namaku telah terhapuskan, kini hanya Aku yang bertanggung jawab seorang, bukan hanya bertanggung jawab atas utang tapi juga bertanggung jawab atas kerinduan pada sang ibu.

“Ya Tuhan kapankah terselesaikan masalah ini, jangan panggil Aku dalam perantauanku sebab ada tanggung jawab manis yang sedang menunggu untuk membahagiakan orangtuaku” kembali terngiang do’a dalam hati kecilku.

Ingin kuceritakan kepada ibu hari-hariku yang kujalani tanpanya akan tetapi Aku takut, Aku takut dipanggil pulang kampung sebelum waktunya ketika mendengar semua yang kujalani di sini, apa lagi mendengar kejadian tadi siang yang Aku alami, Aku hampir mati karena hernia yang menyerangku, untungnya hari ini customer sepi tak satupun orang di toilet lantai tiga kecuali hanya hanya Aku yang sedang menyandarkan kaki di dinding dan kuletakkan kepalaku di lantai, hanya itu yang bisa kulakukan ketika hernia sedang menyakitiku, sekitar sejam aku di sana mengigil kesakitan sebelum semua kembali normal.

Sesungguhnya penyakit ini sebelumnya pernah terjadi di kosan temanku, mereka ingin membawaku ke rumah sakit tapi Aku melarang mereka sebab Aku tak ingin seorang pun yang mengetahui kejadian ini terutama sang ibu, bagaimana jika ia tahu pastinya Aku di panggil untuk pulang dan pastinya mereka dihantui dengan rasa khawatir.
Bukan hanya itu yang terjadi di sini tapi bagaimana jika ia mengetahui kalau yang menjadi santapanku setiap hari hanya semangkuk mie instan bahkan pernah menyantap nasi goreng dari nasi yang sudah basi.
Aku tak ingin ia mengetahui semua hal ini, biarkan Aku tanggung sendiri, sudah cukup Aku membebani mereka selama ini. Inilah cobaan untukku.

Kini hampir dua bulan telah Aku lewati hari-hariku diperantauan tanpa sang ibu di dekatku, hanya ada teman-teman sekolahku dulu yang sedang kuliah di sini yang setiap menemaniku.
Hampir satu bulan ibu tidak pernah menghubungiku pada hal kerinduan ini masih tetap bercokol dalam pikiranku, tapi tak perlu membutuhkan waktu yang panjang untuk memikirkan hal tersebut, hanya 10 menit memikirkan hal itu, iya sih memang naluri sang ibu dan anak sangat kuat “Halo” lisan yang aku rindukan terdengar di telingaku
“Iya bu” balasku, “kata temanmu kamu lagi sakit ya, kamu pulang dulu besok ya nak” ucap dari ibuku dengan nada yang sangat khawatir
“Aku belum bisa pulang bu’ nanti setelah Aku gajian, Aku baru pulang ya bu” ucapku dengan sedikit membujuk
“itu masih lama nak, masih ada 20 hari, kamu pulang dulu nak untuk berobat” ibuku dengan nasehatnya
“tidak bu’ aku tidak apa-apa nanti setelah gajian saja Aku janji pulang tapi satu syaratnya, Aku tidak mau ke dokter Aku mau dirawat di rumah saja” ucapku dengan tegas
“iya nak kamu janji harus pulang tanggal satu ya, kalau tidak pulang Aku bawa kamu ke dokter untuk dioperasi” ucapnya juga dengan tegas
“Iya, iya bu’ Aku janji, sudah dulu ya bu’ wassalamualaiakum” segera kututup telponku dan mencari tahu siapa yang memberitahu ibuku tentang kejadian ini.

kutemui satu/satu temanku di kamarnya, ya memang betul sudah kuduga ternyata temanku yang pernah melihat Aku sakit di kosanya, “Apa urusan kamu dengan hidupku bro, memberitahu ibuku kalau Aku sedang sakit di sini” kubentak dia
Aku sangat kecewa atas kejadian ini, tapi ia tidak mempedulikan lagi perkataanku, hanya menyodorkan selembar kertas “apa maksud kamu jar? lihat ini” Aku melihat kertas yang disodorkannya ternyata kertas yang Aku sembunyikan di kantong tasku, hasil chek upku, dengan sesaat aku sangat kaget dan mengatakan kepadanya “Aku mohon jangan beri tahu kepada siapa-siapa tentang apa yang dalam kertas ini” Aku berlutut di hadapannya dan memohon, ia hanya mengangguk dan meninggalkanku.

Sejujurnya 2 hari setelah Aku sakit parah waktu itu, Aku ke rumah sakit sendiri untuk chek up tidak ada yang mengetahui seorang pun dari mereka begitu juga dengan hasil chek upku tidak ada yang mengetahuinya, sebab Aku takut jika ibuku mengetahui hasil chek upanku, ia pasti akan syok atau bahkan sesuatu yang bakal terjadi dengan dirinya. Bagaimana tidak, Aku adalah anak semata wayangnya, setelah adikku meninggal 4 tahun yang lalu dan sekarang bukan hanya hernia yang bersarang di tubuhku tapi juga hepatitis yang berada di stadium akhir. Kini hanya aku, dokter, temanku serta tuhan yang mengetahui hal ini.

Sekarang bukan hanya utang dan rindu yang Aku tanggung dalam perantauanku tapi seluruh sakit yang menyerang tubuhku, sesungguhnya seandainya hanya ada Aku seorang dalam kehidupanku ini Aku tak mempermasalahkan beban sakitku tapi ada orang-orang yang ingin Aku bahagiakan terutama sang ibu.
Tapi Aku yakin Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik. Kuserahkan semua kepada sang pencipta alam semesta.

Aku adalah FAJAR CT, aku mahasiswa dari salah satu kampus swasta yang berada di Sulawesi Selatan jurusan ilmu pemerintahan, aku lahir di sinjai, berumur 23 tahun, bercita cita menjadi seorang novelis serta menjadi motivator, motto, kepuasan hidup adalah ketika mampu mensyukuri apa yang ada hari ini.

Cerpen Karangan: Fajar CT
Blog / Facebook: Fajar CT

Cerpen Bahagiaku Adalah Bahagiamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Nyataku

Oleh:
Kenalin namaku putri andini miftakhu mas’udah, biasa di panggil putri. Sekarang saya bersekolah di SMPN 1 PRAMBON, saya kelas 7e. Cerita saya kisah nyata saya dulu waktu saya masih

Nenek Sayang Qyra

Oleh:
Di rumah, Nenek Yona tampak kebingungan, dengan kursi rodanya. Ia mondar-mandir di teras rumah, perempuan tua itu tampak khawatir dengan keadaan cucunya, Qyra. Sudah larut malam begini dia belum

Liontin Dari Kakak

Oleh:
Assalamualaikum. hai namaku Nabila tifa alexa, aku adalah anak ke 2 dari dua bersaudara, kakakku bernama Nadyra eva alesha. Aku lahir tanggal 7 agustus dan kak Nadyra tanggal 23

Badai Saat Memeluk Karang

Oleh:
“Bu Irma, Rayyan gak diajak nih?” Sapaku pada Bu Irma yang sedang merapikan baju yang akan dipakianya besok untuk kegiatan lapangan. “Nggak bu, Rayyan lagi di rumah bapaknya. kalau

Aku Rindu Ayah

Oleh:
Matahari mulai terbit, di pagi hari yang cerah ini, aku sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Oh ya! Namaku Rika Oktaviani, tapi aku sering dipanggil Rika oleh teman-temanku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *