Bahkan Mereka Mau Muntah Menyebut Namaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 3 August 2018

Apa wajar orang yang tidak salah disalahkan?
Aku tidak mengerti apa yang menjadi sebab Aku selalu dibenci, dan dicap orang yang tidak baik. Aku akui diriku sosok nakal. Tapi itu dulu… itu sudah dulu… itu telah berlalu…

Entah karena dendam masa lalu, atau sifat iri, atau mungkin memang sudah takdirku untuk dibenci. Perbuatan baikku tak pernah dilihat, tak ternilai, tak berharga sama sekali. Hidupku telah diberi LABEL. LABEL orang yang paling sering menyusahkan banyak orang tua. LABEL NAKAL. Semua tindakanku berakhir dengan ribuan cibiran. Jauh berbeda dengan sang lakon yang hanya berkedip saja sorakan dan riuh tepuk tangan berkumandang.

Hebatnya namaku tidak pernah tercantum dalam daftar lakon itu. Mungkin karena aku dianggap paling setia menjadi seorang tokoh Antagonis utama di masyarakat. Mereka jijik menyebut namaku dalam sebuah tindak positif, mereka malu namaku muncul di mulutnya, mereka hampir muntah ketika kedua telinganya mendengar baiknya orang bodoh ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa setiap ada suatu masalah, suatu problema, ada sebuah tragedi, ataupun drama yang berakhir Sad Ending. Aku adalah seorang yang selalu dituding dan dituduh menjadi dalang atau pemicunya. Bahkan aku sudah dianggap bersalah meskipun aku tidak turut serta di dalam drama itu.

Tempat ini memang mulai gila, cibiran buaya dan kucing musim kawin mendapat perhatian yang besar. Padahal apa yang dituturkan keduanya tak lebih dari sebuah hoax saja, omong besar tak berguna, tak punya mutu sama sekali, “Tapi mereka dipercaya”. Sedangkan Cibiran malaikat suci yang polos tiada berarti sama sekali. Orasi penggerak yang ditinggi-tinggikan, dibangga-banggakan tak lain sebuah kotak berisi kemunafikan. Mereka sama saja!

Tempat ini serasa telah dikuasai orang-orang aneh itu. Mereka bahu membahu menjatuhkanku. Aku yakin mereka adalah penulis skenario kehidupan yang hebat. Tempat ini sudah tak berbeda dengan pertunjukan opera saja. Mereka mengatur cerita di tempat ini sesukanya. Ending yang mereka buat sungguh hebat. Tokoh rendahan seperti aku dan keluarga selalu mendapat akhir yang buruk.

Kapan aku akan menang?, kapan keluargaku dimenangkan?, kapan itikad baik kami dihargai dan diakui?. Ya ini adalah pertanyaan yang tiada jawabannya bila kami masih tinggal di neraka ini.

Cerpen Karangan: Wisnu Dwi Saputra
Facebook: wisnuds17[-at-]gmail.com
Seorang penulis yang malas ..

Cerpen Bahkan Mereka Mau Muntah Menyebut Namaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hutang Tingkat Dewa

Oleh:
Aku terus berlari menerobos hutan cemara, entah berapa lama aku berlari aku tak tahu pasti. Yang kurasa nafasku sudah hampir habis. GEDEBUGG… aku terjatuh. Kuarahkan pandangan kesekelilingku, rupanya aku

Martini

Oleh:
Ada seorang wanita tua dan miskin terbaring lemah di rumahnya yang jelek. Tatapan matanya kosong hanya ada bulir-bulir air mata penyesalan yang jatuh dari kedua matanya. Wanita ini hidup

Izinkan Aku Menangis dalam Senyummu

Oleh:
Langit begitu muram, membakar awan hingga tampak merah menganga. Menyulut hingga dasar hatiku, membakat rongga-rongga dada hingga jantungku. Membuat hatiku murka pada Kekuatan Abadi yang memaksa bapakku kembali ke

Teringat Frankenstein

Oleh:
Siang itu usai gempa 5.9 skala richter mengguncang Kota Bengkulu, suasana kota cukup lengang, masyarakat khawatir guncangan gempa susulan. Gempa tentunya bukan momok yang baru bagi masyarakat Bengkulu yang

Anak Koruptor

Oleh:
Tetesan air hujan bagai sebuah piano yang mengeluarkan melodi indah. Suara yang hampir setiap harinya menemani gadis yang tengah menunggu bus di halte-bila musim hujan tiba. Gadis itu dilihat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *