Beautiful Women’s Success Journey

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 2 July 2021

Hai namaku Queen, yang tinggal di daerah pempek, iya benar sekali kota Palembang, Sumatera Selatan. Hari-hari aku sangatlah indah dan menyenangkan banyak sekali yang sayang kepadaku terutama mamah. Mamah seperti Bidadari yang diberikan tuhan kepadaku, Ia sangatlah memanjakan diriku, apapun yang aku inginkan pasti terpenuhi layaknya seperti Ratu sesuai dengan namaku heheh.

Sekarang aku di bangku kelas XII SMK jurusan Akomodasi Perhotelan. Setelah lulus ini sudah memiliki tujuan untuk lanjut kuliah ikatan dinas. Aku selalu belajar untuk meraih itu semua, waktu telah tiba pendaftarannya, aku mengambil salah satu antara beberapa sekolah ikatan dinas tersebut dan sesuai kemampuanku. Akhirnya setelah satu bulan dari pendaftaran, akan diumumkan hasil verifikasi berkas, aku dinyatakan LULUS, sujud syukur tahap awal lulus.

Perjuangan aku gak sampai disitu aja dan gak hanya satu buku yang dipelajari bahkan sampai belajar juga dari link/web kumpulan soal-soal ikatan dinas dan soal CPNS. Setelah dari pengumuman pemberkasan itu akhirnya mengikuti tes CAT, dan nilai akupun bagus memenuhi passing grade.

Tibalah detik-detik waktu pengumuman hasil CAT sangat yakin banget akan lulus setelah dilihat tidak ada namaku, ternyata aku gugur. Sangat-sangat bersedih tidak mempercayai ini semua, bahkan aku sudah rajin ibadah, rajin puasa, belajar giat. Tetapi tuhan berkata lain ternyata itu tidak baik buatku. “YA-ALLAH kenapa doa-doa aku tidak dikabulkan? Padahal aku sudah rajin ibadah, setiap subuh tidak pernah tinggal, sedangkan yang kurang ibadahnya mengapa hidupnya Bahagia bahkan yang ia impikan terwujud. Dan kenapa aku tidak?” Itulah isi hati aku dalam kekecewaan waktu itu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang baik buat kita dan yang tidak.

Aku memutuskan untuk bekerja di salah satu perusahaan asing, dan disitu alhamdulillah dipercayai bagian cashier, menurut aku pekerjaan cashier gampang-gampang susah, kenapa? Karena kita harus bekerja dengan sangat teliti karena memegang money yang begitu banyak, apabila ada yang kurang ya kita yang ganti, maka dari itu harus teliti dalam semua pekerjaan agar tidak ada kesalahan. Dan bersyukur bisa bekerja di tempat yang layak, sangat berterimakasih kepada ALLAH Yang Maha Kuasa.

Sebulan bekerja disuruh mamah untuk melanjutkan kuliah negeri. Aku sangat tidak tertarik, tetapi dipaksa terus sama mamah, sampai-sampai yang daftar kuliah yang isi form melalui web mamah. Sedangkan aku tidak ngapa-ngapain belajar aja sudah males karena masih kecewa kemarin.

Akhirnya tes tertulis akan dilaksanakan, disitu aku diantar mamah ke kampusnya sampai ke ruang tesnya, sampai mamah duduk sejenak di dalam ruangan itu dan menyemangatiku. “semangat ya nak” ujar mamah “ini baca sebentar sapa tau ada yang yang keluar di ujian” Aku hanya diam males-malesan, its ok deh akhirnya aku baca sebentar saja buku yang diberikan mamah tadi. Aku yang sedang membaca buku mamah keluar dari ruangan tes itu karena 5 menit lagi ujian akan dimulai.

Akhirnya ujian dimulai benar saja soal-soalnya hampir sama dengan tes CAT masuk sekolah kedinasan kemarin. Dan aku bisa menjawab semua. Setelah selesai mengerjakan soal itu, aku langsung keluar dan melihat mamah yang sedang duduk di teras ruang ujian.

“Mah sudah selesai” “cepet bener kak? Ngasal-ngasalan ya?” “enggak, sudah dijawab semua, soalnya sama yang kaya di ikatan dinas kemarin.” “bisa kan jawabnya?” “iya bisa, padahal kakak gak belajar tapi masih inget ya?” “ya kan anak mamah pintar” “iyalah kan mirip mamahnya, cantiknya aja mirip mamah” “iya tapi cantikannya, cantikan kakak” “sama pokoknya semuanya sama mirip mamah” (maksa untuk, mirip semua dengan mamah).

Setelah sebulan dari tes ujian tertulis, akan diumumkan hasil kelulusan di kampus negeri tersebut dan aku dinyatakan LULUS. Aku bertanya-tanya “kenapa ini bisa lulus? Padahal kan gak belajar” dalam benakku.

Akhirnya masuk kampus mengikuti kegiatan OSPEK/PBAK ternyata sangat seru menambah banyak teman, dan menggunakan baju bebas. Aku mengambil jurusan Ekonomi Syariah. Setelah jalani selama 3 semester, ternyata keuangan keluargaku lagi surut, aku memutuskan untuk berenti kuliah dan bekerja untuk membantu pemasukan / keperluan keluarga. Aku bekerja di perusahaan asing selama 2 tahun sangatlah tidak enak tidur sangat kurang, tetapi masih bersyukur pendapatannya UMR.

Sebenarnya kerja itu tidaklah cocok denganku kerjanya loyalitas, berdiri hampir 24 jam, tidur saja hanya 2 jam kadang 1 jam. Setelah itu memutuskan untuk daftar CPNS dan gugur lagi. Aku tidak tahan dengan pekerjaan sekarang memutuskan resign, bukannya tidak bersyukur semua badanku sangat sakit terutama kaki.

Akhirnya aku pengangguran selama 2 minggu dan aku melamar di perusahaan asing lagi dan kali ini sangatlah cocok. Capek sih… tapi tak secapek di pekerjaan lama dan pendapatannya sangat sesuai. Pekerjaan inilah yang aku cari-cari selama ini, dan Alhamdulillah bisa bangun rumah.

Ternyata Allah benar-benar sayang dengan hambanya, doa-doa aku selama ini ternyata dikabulkanNYA hanya saja aku tidak paham dalam perjalanan sebelumnya, yang awalnya kecewa jadi Bahagia. Semua ini sudah diatur dengan yang Diatas, jadi, kita janganlah bersangka buruk. Dibalik kesusahan pasti ada kebahagiaan. Terimakasih ALLAH doa-doa aku terkabul walaupun bukanlah pengabdi negara setidaknya bermanfaat bagi semua orang.

Cerpen Karangan: Rinda Fatika
Blog / Facebook: Rinda fatika

Cerpen Beautiful Women’s Success Journey merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


3 Kopi

Oleh:
Awalnya aku salah seorang pecinta jus, iya… jus apokad dengan banyak susu kental cokelat. Gak tahu itu pagi, siang, atau malam, atau bahkan tengah malam, gak lihat itu cuaca

Duampanua Di Penghujung Oktober

Oleh:
“Belum turun hujan?” tanya Aulil kepada Alimuddin yang memandangi awan terang benderang, ia hanya menggeleng kepala pertanda tidak. “Yah kita mesti bersabar menunggu,” Aulil berpaling dan meninggalkan Alimuddin yang

Derita Di Penghujung Usia

Oleh:
Ia hanya terbaring lemah tak berdaya. Tubuhnya tak bertenaga lagi. Tak sejaya dulu saat berusia 30an. Kini wajah cantiknya yang selalu terpoles sepabrik bedak kosmetik itu mulai keriput. Rambutnya

Mengapa? (Satu Kata Merubah Segalanya)

Oleh:
Kuawali catatan ini dengan sebuah kata Tanya yang bagi sebagian besar kaum memerlukan jawaban yang berbelit dan memusingkan. Mengapa?. Sebuah kata tanya yang sangat sederhana. Tersusun dari tujuh huruf

Jingga di Ujung Senja

Oleh:
“Nja, senjanya! The most perfect one!” “Hah? Mana? Huuh, nggak ah nggak. Biasa aja. Jingganya kayak kemarin. Nggak ada yang spesial.” “Duh, kamu! Kamu mau senja yang gimana, sih?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *