Bermain Adalah Hobiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kehidupan, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 3 February 2017

Masa kecilku di sebuah kampung yang banyak pepohonan dan rumah, banyak anak-anak yang seusiaku yang bermain di lapangan dekat masjid. Biasanya anak-anak berkumpul dan bermain setelah solat ashar. Dan para oragtua pun terkadang ikut duduk di pinggiran lapangan sambil melihat anak-anak mereka bermain, apalagi kalau hari raya idul adha telah tiba, pasti anak-anak senang bisa bershalawat dan bisa ngasih makan hewan kurban. Dulu di kampung untuk mendapatkan aliran listrik sangat susah. Kebetulan hanya di kampungku inilah yang satu-satunya dialiri arus listrik tetapi hanya beberapa orang saja yang memiliki televisi. Itu pun televisi hitam putih yang berukuran lumayan besar sekitar 14 inci.

Permainan anak yang sering saya lakukan bersama anak-anak cukup banyak. Biasaya yang dimainkan adalah sepak bola, petak umpet, lompat tali dan lain lain. Sering kali kami harus saling berebut untuk bisa memenangkan permainan itu, tapi biasanya untuk bisa memenangkan permainan itu terkadang ada teman yang berantem karena untuk saling berebut. Tapi akhirnya teman yang berantem saling memaafkan satu sama lain.

Sehabis bermain biasanya saya dan anak-anak memanjat pohon untuk mengambil buah yang bisa dimakan untuk menghilangkan rasa lelah di tubuh. Biasanya kami saling berebut untuk memetik buah karena pohon yang ada buahnya sangat pendek sekali.
Setelah itu kami pulang untuk mandi menyegarkan badan, sehabis itu saya berada di rumah untuk berkumpul bareng bersama keluarga, biasanya keluargaku melihat televisi bersama-sama karena masih ada satu televisi.

Waktu maghrib pun tiba saya mengambil sarung dan air wudhu di rumah setelah itu langsung pergi di masjid, di masjidnya pun sangat ramai karena orang di sini pada solat magrib. Saya dalam hati berbicara “tidak biasanya seramai ini”.

Setelah solat magrib saya bertemu anak-anak, saya pun mengajak mereka mengaji
“Hai.. bagaimana kalau habis ini kita mengaji” kata saya
“boleh.. tapi sebentar kita pulang dulu untuk mengambil al-qur’an” kata anak-anak sambil berjalan keluar
“iya, aku tunggu di dalam masjid” kata saya

Tiba-tiba pak ustadz datang dan menyapaku
“loh.. anak-anak mana katanya mau mengaji sama pak ustadz” kata pak ustadz sambil memegang pundakku
“iya pak, anak-anak lagi pulang untuk mengambil buku di rumah” kataku sambil memandangi pak ustadz
Anak-anak pun datang bersama-sama
“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam” jawabku sama pak ustadz
“kita bisa mengaji sekarang?” kata anak-anak sambil salaman sama pak ustadz
“bisa, ini pak ustadz udah nunggu dari tadi” kata saya
“silahkan duduk anak-anak, kita baca al-fatihah dulu sebelum memulai mengaji” kata pak ustadz

Mengaji pun kita selesai dan kami pulang ke rumah untuk mengembalikan al-qur’an. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 dan kami pun meunju masjid untuk solat isya. Setelah solat isya kita bermain-main lagi mumpung besok libur, “ayo kita bermain lagi tapi mainnya gak kayak tadi sore”, setelah berkumpul kita pun menentukan permainan yang tepat agar kami tidak begitu lelah. Ada satu anak yang memberi usul
“bagaimana kalau kita bermain bola bekel” kata anak yang memberi usul
“Ahh kalau permainan itu aku nggak bisa” kataku
“ya udah bagaimana kalau kita main ular naga panjang”
“iya itu saja malah enak untuk dimainkan” jawabku sambil berdiri
Terus bermain sampai sampai tidak tahu kalau haru sudah larut malam. Kami pun bergegas pulang agar tidak dimarahi orangtua.

Keesokan harinya aku tidak sabar untuk bermain lagi. Ketegangan dan kegembiraan yang dirasakan anak-anak di kampungku ini sangatlah senang. Tapi hari ini saya akan menghampiri rumah anak-anak dulu biar mereka tahu kalau aku ini teman yang baik.

Setelah semua anak berkumpul ada mengajak menangkap belalang, tetapi ada juga anak yang tidak mau menangkap belalang. Maunya menangkap ikan di tambak dekat rumah, kami mencari cacing di tanah sebagai umpan untuk menangkap ikan. Setelah cacing yang didapat cukup sekarang waktunya menuju tambak yang banyak ikannya, kami memasang umpan pada kail yang terpasang pada benang pancing, kemudian kami melemparkan kail dan umpang tadi ke tengah-tengah tambak agar umpan ada yang makan, kami berlomba-lomba menangkap ikan sebanyak-banyaknya. Inilah salah satu kegemaran kami kalau bermain bersama tak peduli tempat yang dituju.

Salah satu anak ada yang mendapatkan ikan, tetapi ikannya sangat kecil lalu dikembalikan biar hidup lebih lama dan bertambah besar. Beberapa saat anak yang satunya juga mendapat ikan kali ini cukup besar. Kemudian anak-anak banyak yang dapat ikan yang cukup besar terutama saya. Setelah memancing ikan dan mendapat cukup banyak kami pun bingung untuk diapain ikannya.
“kalau ikannya dibakar aja gimana?” kata saya
“boleh juga kalau dibakar untuk dimakan biar perut kenyang” kata anak-anak
“ayo kita bakar” sambil menyiapkan bahan-bahan untuk membakar ikannya

Semua bahan sudah didapat dan kami pun mulai membakar satu persatu. Anak-anak tidak tinggal diam walau ikannya masih dibakar semuanya tidak ada yang duduk santai, semuanya ada tugasnya sendiri ada yang menyiapkan bumbu, ada yang mengambil daun pisang sebagai alasnya dan masih banyak lagi.

Akhirnya ikannya matang dan kami menyantap bersama-sama selagi ikannya masih hangat, kuambil sedikit demi sedikit ikan yang ada di hadapanku, kuangkat ke atas, kubuka mulutku, lalu aku masukan ke dalam mulutku. Aku sambil berkata kepada anak-anak
“bagaimana rasa ikan yang kita bakar” kata saya sambil menikmati makan ikan
“rasanya mantap banget” jawab salah satu anak

Setelah semua kenyang kita pun kembali pulang untuk beristirahat tidur siang karena badan sudah terasa lelah
Sore telah tiba saya pun beranjak dari tempat tidur untuk mandi agar segar kembali. “hari ini hari yang sangat menyenangkan dan sangat bahagia bisa kumpul dan bermain bersama teman-teman”.

Cerpen Karangan: Kresna Maulana Riskhi
Facebook: Kresna Maulana Risky

Cerpen Bermain Adalah Hobiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ternyata Tidak Ada Hantunya

Oleh:
“Haha, bilang saja kau tidak berani.” ledek Ardi pada Dimas. “Ti-tidak kok! Aku hanya tidak ingin membuang waktuku sia-sia!” sanggah Dimas. “Oh begitu.. Lalu, Deni? Kau mau tidak?” ujar

Ridho Di Tangan Suami

Oleh:
Hari yang menyenangkan bagi Sudirman, karena dia baru saja mendapkan bonus dari atasanya di tempat dia bekerja. Sudirman bekerja di sebuah Industri bagian suku cadang bidang otomotif. Setelah jam

Dari Musuh Jadi Sahabat

Oleh:
Chatelya anindyani namaku. Aku bersekolah di ‘rainbow girls friendship’ aku mempunyai sahabat bernama shena dan naya. Musuhku adalah karin. Walaupun, aku sama sekali tak ada salah dengannya. Bruk! “Chatelya!

Konser Piano

Oleh:
Hai! Namaku Nathasya. Aku sering menonton acara-acara Televisi yang berhubungan dengan Piano. Hampir setiap hari, aku menonton acara itu. Nama acaranya adalah Time to Piano music. Aku Melihat, ada

Kupu Kupu Yang Cantik

Oleh:
Di suatu pagi yang cerah, tampak dua anak yang sedang berjalan menuju ke sekolah. Dua anak itu bernama Shelia dan Cinta. Namun saat di tengah perjalanan mereka berdua tiba-tiba

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *