Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Bu Hamidah Pergi Haji

Saat itu bu Hamidah bermimpi. Bu Hamidah bermimpi sedang pergi haji. Bu Hamidah ingin sekali pergi haji. Tapi pasti ada gangguan terus. Keesokan harinya, bu Hamidah menceritakan mimpinya itu kepada Novita, Anita, Dinda, Fitri...

Suara Sumbang

Matahari siang ini masih saja terik seperti biasanya, rasanya hanya beberapa jengkal saja dari kepala. Keadaan ini membuat kerongkonganku kering kerontang sehingga memaksa tubuhku untuk dipenuhi haknya. Kuputuskan untuk rehat...

Memohon Nafkah

Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari. Kata orang, rezeki itu bisa datang sendiri, apalagi kalau sudah menikah. Buktinya,...

Kopi Perjuangan

Wajah ayah belum lama murung pada duka yang melata masuk tanpa sapa. Ibu masih sibuk dengan ekonomi yang tidak seberapa yang selalu ayah hasilkan dari aktornya menjadi sosok karyawan pengibar gelas-gelas kaca disebuah Universitas....

Sao Luis Cafe

“1971? “1972? “Tidak. Aku yakin 1971? “1972. Tahun yang sama dengan kelahiran Doroteia” “Doroteia lahir November 1971 dan kau tahu itu” “Tidak sampai aku mengadopsinya dari panti asuhan” “Cih. 1971? “1972?...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply