Burung di Senja Hari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 20 June 2014

Ketika itu hari sudah mulai senja seperti biasa yang kulakukan hanyalah keluar rumah dan duduk di depan rumah karna disitu ada sebuah kursi yang sudah aggak tua dan lusuh kursi itu aggak panjang sehingga aku sesekali membaringkan tubuh ku di atas kursi yang lusuh itu, ku lihat hari yang mulai padam karena kehilanggan hawa panasnya berganti dengan sejuk disertai tenggelamnya matahari dengan warna khas senja yaitu kuning ke oranye-oranyean. Disitu aku masih termenung memikirkan hal-hal apa yang akan aku lakukan selanjutnya untuk menyokong serta menjadikan masa depanku lebih bermakna lagi, disitu aku melihat sekawanan burung terbang dengan gembiranya mungkin mereka pulang ke sarang dan berkumpul dengan keluargannya.

Seketika itu ayah ku datang menghampiriku duduk di sebelah ku dengan muka yang terlihat seperti sudah kusam karena terlalu panjang pengalaman yang dilaluinya segelintir pengalamannya yang diceritakannya dia bercerita waktu dia muda sebagai pekerja yang sangat handal di bidangnya dia beberapa kali gonta ganti pekerjaan dikarnakan bukan karena bosan atau mengharap gaji tinggi, tapi karena ayahku disuruh untuk berbohong, dia lebih baik mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain walaupun gaji yang tak sepadan dengan keadaan diri pada saat itu dengan keadaannya yang sangat sebar serta kejujuran adalah motonya sekarang dia hidup dengan santainya menikmati hidupnya karena di masa lampaunya dia adalah seorang pekerja keras seorang yang jujur serta tugasnya sekarang adalah membagi kejujuran tersebut dengan ketiga anaknya termasuk aku.

Seraya dia ayah ku selesai dengan ceritanya yang aggak panjang tapi lumayam mengisnpirasi ku, dia duduk termenung seolah apa yang ia ceritakan tadi semoga jadi pelajaran untuk anaknya kelak dalam hal bekerja, berusaha dan betapa pentingnya kejujuran, seraya dia menarik nafas sangat dalam dan meninggalkan aku sendirian di duduk termenung melihat hari yang hanya menyisakan sedikit sisa cahaya dan kulihat burung terakhir terbang membawa setangkai daun kering, dalam benakku berfikir mungkin si burung itu telah usai membangun sarang untuk menghidupi burung betinanya serta anak-anaknya yang akan tumbuh dewasa melewati betapa misterinya dunia yang akan dilewatinya tapi itu hanyalah segelintir dari berbagai macam peristiwa dunia mungkin di luar sana masih banyak hal-hal yang harus kita jadikan pelajaran.

Aku menggerakkan tubuhku yang kaku termenung tadi seraya menggangkat badan dan berdiri tegak aku menarik nafas dengan penuh semangat, aku tersenyum sesaat dan ku katakan kuniatkan dalam hati mari kita mulai.

Cerpen Karangan: Akhmad Fahri Zani
Facebook: avhryzee[-at-]yahoo.com

Cerpen Burung di Senja Hari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Putri Yang Sederhana

Oleh:
Di dunia dongeng, tepatnya kerajaan flora hiduplah Raja yang arif dan bijaksana. Raja itu bernama Edmund, didampingi oleh ratu yang cantik jelita bernama Shara. Raja dan Ratu dikaruniai seorang

Bidadari Bermata Bening

Oleh:
Namaku AZILA MARCELLA di lumajang. Aku terlahir di keluarga kaya raya dan dipandang terkenal karena nenekku punya gudang beras. Setiap minggunya banyak orang miskin yang ngantri di rumah. Aku

Maafkan Aku Terlahir Perempuan

Oleh:
Aku memiliki tiga saudara aku adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Ketiga kakakku ber’v*gina’ semua. Padahal sedari dulu ayah dan ibu mengharapkan bisa punya anak laki-laki. Setelah lahir anak

Cerita Bambu Runcing Pak Bambang

Oleh:
Siapa bakal mengira kalau setelah Pak Ali, guru ngaji itu, mengajarkannya ilmu baca-tulis. Maka seminggu setelah mampu mengusainya, Jono menjadi pembaca yang aktif. Siapa juga bakal tau, kalau Jono

Selalu Kompak

Oleh:
“Kenapa sih kalian berantem terus!? Coba sekali-kali kompak! Bunda capek kalau kalian begini terus!?” ujar bunda jengkel. Ferly dan Lyta tertunduk. “Kalian kembar. tapi kelakuannya selalu bertentangan! Harus ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *