Cinta Karena Harta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 15 November 2017

Aku masih ingat saat itu kau tinggalkan aku dengan kata-katamu yang sangat menyakiti hatiku. Hubungan kita yang tak direstui oleh seluruh keluargamu yang membuat kau meninggalkanku begitu saja. Kau tak dapat mempertahankan hubungan kita berdua, kau meninggalkanku begitu saja tanpa memikirkan perasaanku yang sangat kacau. Aku yang sangat mencintaimu dengan tulusnya dengan apa adanya yang kau miliki. Memang saat itu aku bukanlah orang yang baik, aku adalah orang yang kurang mampu, bahkan untuk makan pun kami selalu kekurangan. Dengan parasku yang begitu saja, serta harta yang tak kupunya, memang pantas dirimu meninggalkanku, tanpa berfikir akan mempertahankan hubungan kita yang sudah lama kita jalani bersama.

Dengan cinta dan kasih sayang yang selama ini aku berikan untukmu, mungkin belum dapat membuatmu bahagia. Mungkin dirimu sangat membutuhkan barang-barang yang mewah yang tak dapat kuberikan padamu dengan mudahnya. Aku membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat memberimu hadiah, walupun itu hanya sebatas tas, tetapi butuh waktu satu minggu untuk membelinya.

Kau adalah wanita yang sangat kupuja, kau begitu indah di mataku. Bagiku kau adalah wanita yang sempurna, dan di mataku tak ada yang dapat mengalahkanmu di hatiku, serta membuat diriku jatuh cinta.

Saat kudengar kata-kata pisah yang keluar dari mulutmu, seketika diriku merasa hancur dan kacau, rasanya diri ini tak dapat menghirup udara segar dengan tenangnya di pagi hari, dada terasa terobek seketika. Cinta yang selama ini tumbuh dan kubangun telah hancur sudah, tangga cinta yang selama ini kunaiki terasa seperti tak ada lagi, dan jalan kebahagiaan yang selama ini menyelimuti diriku pun telah berubah buram dan gelap. Sekarang yang ada di dalam diriku adalah sebuah kehancuran. Aku tak dapat lagi berfikiran jernih seperti dahuu, fikiranku saat ini terasa kosong, tiada tujuan, dan tiada jalan. Semua hal kulakukan agar dapat membuat diri ini merasa tenang, namun semua itu sia-sia, sekarang diriku semakin hancur saja dan tak dapat terkendali lagi.

Larut dalam kekosongan diriku dan hilang sudah semua pandanganku, aku mulai berfikir “aku tak boleh terus-menerus seperti ini, cinta tak boleh buat diriku hancur seperti ini. Mungkin sekarang dia meninggalkanku dengan harta, tapi suatu hari nanti dia akan datang kepadaku juga dengan harta”.

Dari sejak itu lah aku berjuang untuk menunjukkan bahwa aku pasti bisa mengalahkan hatimu dan hati keluargamu. Bertahun-tahun waktu aku lalui, aku merubah sifatku yang semula buruk menjadi baik. Sekarang aku tak akan pernah merok*k lagi, bahkan aku tidak menyentuh lagi yang namanya minuman keras.

Semua itu merubah diriku menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Kini aku sudah dapat berubah begitu pesatnya, bahkan sekarang aku memiliki mobil pribadi, rumah mewah, bahkan tanah yang luas. Semua itu adalah jerih payahku selama bertahun-tahun aku merantau dan bekerja di negeri seberang. Sungguh sangat tak disangka orang yang selama ini berfikir buruk tentangku, sudah merubah fikiran mereka. Bahkan diantara mereka ada yang berkata “tak disangka orang yang selama ini paling rendah sudah mampu merubah kehidupannya, dari yang semulanya darah merah sekarang berubah menjadi darah biru”. Tentu saja aku tak terlalu memikirkannya, karena di pikiranku hanyalah ingin menunjukkan keberadaanku, dan menunjukkan bahwa aku telah berubah. Aku melakukan semua ini hanyalah karena dirinya.

Terlepas dari semua itu, aku sekarang baru menyadari bahwa umurku sudah sangat cukup untuk memiliki pendamping hidup. Namun belum ada yang mampu mengisi hatiku untuk saat ini, bukan tak pernah kucoba untuk memiliki seorang kekasih. Tetapi aku selalu saja merasa tidak nyaman dengan setiap pasanganku. Saat aku bersama mereka, perasaanku sama saja, aku merasa tidak ada yang spesial di antara mereka semua, bahkan aku tidak merasakan cinta kepada mereka. Aku bersama mereka hanya untuk membuat diriku mermpunyai seorang teman, bahkan aku menganggap pasanganku sebagai temanku.

Sudah tak terasa 16 tahun terasa sudah berlalu saat aku terakhir kali bertemu dengannya. Sekarang aku bertemu kembali bertemu dengannya di media sosial yang kami milki masing-masing. Aku mulai memberanikan diri untuk membuka pembicaraan yang telah lama tidak kami lakukan.

Aku memutuskan untuk pulang ke kampung halamanku untuk bertemu kakak, orangtua, serta sanak saudara yang sudah lama tak kulihat. Setelah aku pulang seketika keluarganya mulai baik kepada keluargaku, karena mereka baru saja mengetahui bahwa diriku sudah benar-benar sukses bekerja di negara tetangga.

Mereka mulai bersikap baik denganku, tak kusangka diriku benar-benar diperlakukan dengan baik saat aku kaya raya dan sukses.

Setelah aku pulang, aku bertanya kepada diriku “di mana kami dapat bertemu kembali saat aku masih berada di Indonesia. Dia pun menentukan tempatnya dan aku menyetujuinya begitu saja. Saat kami bertemu dia seperti dikagetkan perubahanku yang begitu berubah 100 derjat, dan aku juga kaget karena dia sudah dua kali bercerai dengan suaminya. Dia mempunyai anak yang sudah cukup besar kira-kira kelas 3 SMA sederajat, anaknya itu adalah hasil pernikahannya dengan suaminya yang permata, dan suami keduanya dia belum sempat memiliki seorang anak. Tetapi dia mendapatkan sebuah rumah yang cukup sederhana yang berada di sebuah perkotaan. Seketika dia juga di kagetkan karena diriku belum mempunyai seorang kekasih, apalagi seorang istri, mungkin dia merasa kalau aku belum dapat melupakannya. Tetapi semua fikirannya itu salah besar, semenjak aku berfikir ingin berubah sejak itu aku aku sudah dapat melupakannya di dalam kehidupanku. Dan pertemua ini kuanggap hanyalah pertemuan seorang teman yang sudah lama tak bertemu, bukan pertemuan seorang pasangan kekasih.

Mendengar diriku belum mempunyai pasangan kekasih, dan mengetahui bahwa kami pernah bertemu, keluarganya menganggap diriku menginginkan kembali memiliki hubungan dengan bidadari mereka. Aku tak pernah menginginkan semua itu, karena aku hanya ingin baik dengan keluarganya, tetapi mereka menganggapku malah menanggapi lain dengan perlakuanku, aku sangat tak menghiraukan semua itu.

Aku berfikir “dahulu sewaktu aku tidak mempunyai harta yang melimpah, mereka mencampakkanku, dan mereka tidak sedikit pun memikirkan perasaanku tapi sekarang setelah aku mempunyai harta yang melimpah mereka pula yang mengejar-ngerjarku dan sekarang malah mereka yang menginginkanku bersamanya”. Mungkin semua itu tak kan mungkin dapat terjadi, karena aku tak akan membuang-buang waktuku hanya untuk keluarga yang gila harta seperti mereka.

Cerpen Karangan: Nurhaya
Facebook: Hayya Deluna
nama saya adalah Nurhaya,saya anak pertama dari tiga bersaudara, saya tinggal di Bandar inggu Dusun Ix desa lubuk palas, umur saya 15 tahun,saya duduk di kelas 2 SMA.

Cerpen Cinta Karena Harta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Merindu

Oleh:
Namaku adalah Dimas aku adalah anak pindahan dari kampung yang ingin bersekolah SDN di jakarta ini ceritaku. Pada waktu pendaftaran aku telah mendaftar di berbagai sekolah yang dekat dengan

Cinta Sahabatku

Oleh:
Mungkin aku tak pernah sadar jika ia telah melepaskan aku, aku tidak berhak lagi untuk memilikinya. Mungkin aku adalah orang yang paling gila di dunia ini, aku dengan berani

Tersenyumlah Untukku

Oleh:
Aku Dikenal sebagai siswi yg Berprestasi dan Ceria, aku selalu ceria dengan di temani Sahabat2ku dan juga Pacarku. Sahabatku yang bernama Sari, Cyntia dan Farhan. Pacarku Bernama Fino. ***di

Ujung Jalan Sunyi

Oleh:
Dedaunan melambai-lambai gemulai di atas ranting-ranting pohon yang demikian kecil. Seirama dengan desiran angin lirih di tengah kesunyian malam. Kutulis kalimat dengan hati-hati, mencoba untuk merangkai deskripsi suasana. Kulemparkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *