Cinta Terhalang Pagar Gereja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Kehidupan, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 18 June 2018

Cinta.. tak mengenal kata siapa, kapan, dan di mana. Kita tidak bisa menyalahkan perasaan yang hadir dalam hati. Jika benar cinta tak selalu harus memiliki, maka bukankah akan ada banyak hati yang tersakiti? Tapi ketika kita nekat menerjang takdir, maka yang ada hanyalah rintangan menyesakkan dada dan memutus asa.

Cinta terkadang menyesatkan dan membutakan nurani. Entah telah berapa kali terjatuh, kita masih tidak dapat seketika merubah perasaan yang telah tertanam dalam sanubari. Dalam hidup, kita hanya dapat memilih. Tuhanlah yang berkehendak.

Begitukah?

Jadi meskipun kita menentang takdir, apakah akan tetap berpisah karena bukan jalannya? Lalu apakah ada manusia yang memiliki kuasa menentukan takdirnya sendiri? Di manakah dapat kutemui manusia perkasa seperti itu? Ingin ku bertanya, bagaimana rasanya ketika cintanya ditentang.

Apakah dia tahu, betapa sakitnya ketika ia hanya bisa menunggu kekasihnya di depan pagar gereja hanya karena ia memakai kerudung? Apakah senista itu cinta berbeda agama, hingga terkesan seperti aib yang harus ditutupi dan tidak bisa dengan lantang meneriakkan cinta di hadapan dunia?

Mungkin tidak.

Semua itu hanya masalah kemauan. Mungkin jika kami tidak pengecut dan berani mempertanggung-jawabkan perasaan kami, bukan tidak mungkin orang dapat memaklumi meskipun cacian itu tidak dapat dipungkiri. Jadi apakah ini hanya masalah waktu, karena kami belum merasa pasti dengan perasaan ini? ataukah sejak awal, ini hanya perasaan yang tidak ingin ia perjelas?

Lalu masihkah pantas untuk bertanya bagaimana akhir kisah yang telah banyak menumpahkan air mata dan menimbulkan luka ini? Bagaimanapun, perjuangan untuk mempertahankannya sangat tidak mudah. Rasanya terlalu klise jika endingnya hanya menyerah pada keadaan. Sedangkan selama ini, semuanya tetap berjalan tanpa perlu dipertanyakan lagi pengorbanan untuk itu.

Terlalu menyakitkan untuk digenggam, tetapi tak kuasa untuk melepas. Jika berpisah adalah akhirnya, maka apakah lebih baik jika tidak bertemu sebelumnya? Kenapa seakan rasa ini dikutuk jika tetap diteruskan.

Omong kosong yang mengatakan jika terkadang seorang hadir dalam hidup, bukan untuk bersama melainkan sekedar memberi pelajaran hidup. Jika memang ikhlas yang ingin diajarkan, maka tidak semua orang berhati tegar dan dapat menerimanya kecuali Tuhan memberikan penggantinya seketika itu juga. Adilkah jika hanya manusia yang disalahkan, karena memaksa mencoba sesuatu yang tidak seharusnya?

Tuhan, jika aku bisa memilih takdirku, aku tidak ingin yang lain. Aku hanya ingin dia. Karena di matanya, aku melihat duniaku tergambar jelas di sana. Bersama senyumnya yang ingin kusimpan sendiri, karena aku tak ingin dunia merampasnya dariku.

Cerpen Karangan: Diannie
Blog: Weebsroom.wordpress.com

Cerpen Cinta Terhalang Pagar Gereja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Menikah Sayang

Oleh:
Senja itu, tiba-tiba kau datang dengan siluetmu, kau rebahkan lelahmu di sampingku. Pelukmu tiba-tiba terasa jauh lebih dalam, jauh lebih hangat. Aku coba menatapmu, tapi hanya rambut pirangmu yang

Doaku Untuk Kau Bahagia

Oleh:
Saat itu 2011 aku masih duduk di bangku kelas 9. Aku merupakan seorang siswa yang tergolong nakal, usil, suka berantem dan sering berbuat ulah namun juga tergolong siswa yang

Kecupan di Kamar Pengantin

Oleh:
Kutatap bayangan seseorang di cermin. Dia mengenakan kebaya putih, rambutnya disanggul dan berhias melati yang menjuntai di dada bagian kanannya, bibirnya merah bergincu, pipinya merona karena blush on dan

I Love You But Goodbye

Oleh:
Malam itu udara terasa dingin, hembusan angin mulai terasa menusuk tulangku. Aku hanya bisa menatap bintang-bintang yang indah di langit sana, dengan perasaan hampa. Ternyata hatiku tak seindah bintang-bintang

Menunggumu

Oleh:
Mataku menerawang entah ke mana. Pikiranku kosong, benar benar kosong. Aku melamun sangat lama. Aku penasaran dengan siswa baru yang akan mendatangi kelasku. Semoga laki laki. Yah, inilah aku,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *