Cobaan Hidup

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 14 December 2015

Tak pernah aku bayangkan, hubungan yang selama ini aku pertahankan akhirnya berantakan juga. Tak terasa sudah hampir 8 tahun aku menjanda. Awalnya aku mengira bahwa keputusanku untuk menikah lagi adalah benar. Biar aku bisa mempunyai status, tidak dicap sebagai seorang janda dan anakku bisa mempunyai seorang Ayah. Tetapi, terkadang apa yang kita rencanakan selalu berbeda sama yang sudah diatur oleh Tuhan. Masih sangat jelas terlintas di dalam benakku. Dimana hari pernikahanku aku begitu bahagia. Serasa Tuhan mengirimkan seseorang untuk menjagaku dan anakku. Tapi masa-masa bahagia itu tidak bertahan lama. Selama pernikahan kedua ini, aku merasa seperti hidup dalam sebuah cerita film.

Awal pertama pernikahan, kehidupanku sangat senang. Namun sungguh disayangkan, selang beberapa waktu kehidupanku mulai kacau balau. Kita sering bertengkar. Dia selalu menuduhku yang nggak-nggak. Terakhir dia sampai memukul aku pakai tangan. Perutku ditonjok olehnya. Betapa sakitnya hati ini diperlakukan begitu. Tetapi setelah kejadian itu, dia merasa bersalah dan meminta maaf. Oh Tuhan, hati ini masih terasa sakit atas perlakuannya tapi, di lubuk hati yang paling dalam, aku masih mencintainya.

Terakhir ku putuskan untuk memberinya kesempatan lagi. Tak ku sangka kesempatan yang aku berikan tidak dipertahankannya. Kejadian serupa terulang kembali dan tidak tahu sudah berapa kali kesempatan yang sudah ku berikan namun sia-sia. Sifatnya tak pernah berubah. Dia tahu hatiku sangat lemah. Tapi dia sama sekali tidak tahu kalau seorang Ibu bisa melakukan apa saja demi anaknya. Anakku tertekan karena melihat kami bertengkar terus. Akhirnya, aku putuskan untuk berpisah dengan orang ini.

Aku sudah tidak tahan dengan semua sifat dan kelakuannya. Mungkin inilah jalan terbaik yang diberikan oleh Tuhan. Mungkin memang nasibku harus selamanya menjanda dan besarin anakku sendirian. Aku harus tegar menghadapinya. Setelah semua kejadian ini, aku merasa aku harus lebih tabah dan kuat menghadapi cobaan hidupku. Aku yakin di balik semua ini pasti ada hikmahnya. Aku pasti bisa.

Cerpen Karangan: Jenny
Facebook: ahui8500[-at-]gmail.com

Cerpen Cobaan Hidup merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Potongan Yang Hilang

Oleh:
Dua tahun. Berlalu dengan cepat, layaknya laju kereta yang terisi penuh oleh bahan bakar. Sekarang boleh ku ingat apa saja yang sudah terukirkan di tembok masa yang berada di

Setelah Papa Pergi

Oleh:
Ketika senja tak lagi mampu bertahan, meninggalkan bumi dalam kegelapan, memaksa sang surya tuk menutup hari. Mengukir sepenggal kisah dalam pelupuk mata, menyiratkan keindahan yang palsu. Keindahan yang hanya

Inikah Takdirku

Oleh:
Satu – Saksi Moment Pedih itu “Pergi! Pergi sana! Aku tak sudi bertanggungjawab! Mustahil! Aku hanya sekali melakukannya! Itu pun dalam keadaan khilaf! Jadi, tak mungkin yang kau kandung

Kado Terindah Untuk Ibu

Oleh:
Apa yang ku berikan untuk mama untuk mama tersayang tak ku miliki sesuatu berharga untuk mama tercinta hanya ini ku nyanyi kan senandung dari hati ku untuk mama hanya

Bernafas Tanpamu

Oleh:
5 Agustus 2011, Medan, Indonesia -Mentari pagi lembut menyapa, Mengintip dari celah bilikku dengan kehangatannya kian merayap mengusir dingin yang sedari tadi menusuk tulang. Disaatku membuka mata, aku menatap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *