Curahan Hati Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 17 April 2015

Apa arti kata ayah?
Seberapa berartikah kehadiran seorang ayah?
Adakah batasan waktu untuk mengingat ayah?

Andaikata ada seorang ayah kandung yang mempunyai anak perempuan. Apakah si ayah akan cemburu seandainya si anak lebih sayang dan perhatian kepada sang ibu?. Jawabnya pasti adalah iya!. Akan tetapi cemburunya jelas bukan cemburu buta, karena si ayah kalah bersaingnya dengan sang ibu.

Dari cerita di atas menunjukkan bahwa seorang ayah dimanapun juga pasti gak ingin kalah dengan seorang ibu, berusaha mendapatkan perhatian dari seorang anak.

Sekarang bagaimana jika kondisinya agak berbeda sedikit. Ada orang lain yang lebih diperhatikan oleh si anak, dan itu bukanlah sang ibu. Benar-benar orang lain diluar hubungan darah, dalam hal ini bisa disebut dengan istilah pacar atau teman atau juga sebutan yang lain.

Nah sekarang senyum dulu ya he… (don’t be spaneng wkwkwk…)

Salahkah apabila si ayah merasa cemburu dengan kondisi tersebut?. Mungkin jawabannya bisa macam-macam, tergantung dari jalan pemikiran setiap orang. Akan tetapi menurut saya wajar apabila si ayah merasa cemburu, dan bahkan bisa dibilang sangat wajar. Si anak lebih memperhatikan si teman daripada si ayah. Hal itulah yang membuat si ayah sakit hati (galau.Com he…) bahkan seorang ayah bisa sakit hati atau cemburu apabila si anak yang sudah bersuami jauh lebih memperhatikan suaminya daripada si ayah.

Kembali ke cerita di atas…
Begitu besar rasa sayang seorang ayah kepada anaknya sampai-sampai mengharapkan perhatian yang begitu besar dari si anak, dan tidak mau kalau perhatian itu tertandingi oleh yang lain. Akan tetapi si ayah pada akhirnya harus luluh, harus bisa menerima kenyataan bahwa perhatian yang diterimanya jauh berkurang karena 1 alasan dari si anak.

Apakah itu?
Kasih tau gak ya?
Mau tau banget apa mau tau aja?
He… He…

Pacar … (untuk selanjutnya disebut teman dekat aja ya)

Akhirnya si ayah harus bisa menerima dengan ikhlas bahwa perhatian yang diterimanya dari si anak akan jauh berkurang karena si anak telah bertumbuh dewasa dan mempunyai teman dekat. Sampai di sini si ayah jelas mengorbankan hatinya demi kebahagiaan si anak. Hanya 1 hal yang bisa dilakukan si ayah, berusaha sebisa mungkin agar si anak tidak salah pilih, tapi si ayah bingung karena harus melakukan ini tanpa harus menyakiti hati si anak. Cara pandang orang bisa berbeda, bahkan antara si anak dan si ayah juga bisa berbeda sampai 180 derajat.

Seorang ayah yang baik pasti akan menyadari bahwa si anak kedepannya sudah pasti akan menikah, dan hal itu diawali dengan hadirnya teman dekat. Si ayah tidak boleh menolak dan atau protes apabila perhatian yang diterima dari si anak jauh berkurang (itu pasti he…), yang bisa dilakukan adalah menerima dan berusaha sebisa mungkin menjaga agar si anak tidak dibuat mainan oleh teman dekatnya tanpa harus menyakiti hati si anak itu sendiri.

Itu adalah sepenggal kisah nyata yang sering dijumpai di dunia ini. Begitu hebatnya si ayah yang harus rela menelan rasa iri dan cemburu karena perhatian yang telah terbagi dari si anak. Ilustrasi di atas untuk ayah kandung, yaitu ayah yang sebenar-benarnya ayah.

Lha trus sekarang saya…
Apa ya pantas kalau punya perasaan kayak gitu?
Apa boleh?
Emang siapa saya?

Saya hanyalah seseorang yang dipanggil ayah oleh seseorang yang menganggap saya begitu (mungkin sih) pahamilah bahwa itu hanya sebuah panggilan yang mungkin tak bermakna sama sekali. Apa indahnya kata ayah yang diucapkan dari bibir saja, tidak dari hati. Ayah… Sampah… Terdengar sama kalau diucapkan dari mulut saja, tanpa dari hati he…

Akhir kata… Jangan ketawa…
Ayah bukan seorang penulis, jadi bahasanya kayak tahu campur wkwkwkwk…

Cerpen Karangan: Muyassyaroh
Blog: coretanmoemoe.blogspot.com
Walaupun dia bukan ayah kandungku, aku ingin ayah tahu aku sangat menyayangi ayah sama seperti aku menyayangi ayah kandungku.

Cerpen Curahan Hati Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kara Bagian 1 Sore itu di Tepi Hutan

Oleh:
Seekor jalak terbang dan hinggap di antara kerumunan kawanannya. Ia mengangkat kepalanya awas, mencari-cari tanda bahaya yang mungkin mengintai di sekelilingnya. Jalak itu mengawasi padang rumput, kubangan dan dataran

Ketika Manusia Berhenti Menjadi Manusia

Oleh:
“aku berhenti menulis ” “kenapa? Apa kau bosan padaku, bukankah kau bilang aku satu-satunya?” “kau memang satu-satunya ” “bukankah kita slalu bersama? Lalu mengapa?” “aku takut tuhan marah” “mengapa

Rifki

Oleh:
Wajahnya tampak lelah, bajunya bisa dibilang cukup kotor, walaupun berbau cukup wangi. Tangan kanannya memegang erat tas jinjing yang entah apa isinya, sementara tangan kirinya memegang map yang kutebak

Ternyata, Aku Seberuntung Ini

Oleh:
Malam semakin larut dengan alunan suara sayup-sayup terdengar suara jangkrik, memecah keheningan malamku, malam terasa dingin, langit cerah dihiasi bintang yang bertebaran menemani gagahnya raja malam yang bersinar menebar

Anugerah Dari Hujan

Oleh:
Hujan. Siapa sih yang gak tau salah satu siklus alam ini? Dari dulu hingga sekarang hujan akan selalu ada. Tentang akibat dari hujan, pastilah banjir di mana-mana. Genangan air

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *