Elang dan Dara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 4 August 2016

Bermipilah maka Tuhan aku memeluk mimpi-mimpi itu – Andrea Hirata

Kutipan itulah yang selalu terngiang-ngiang di kepala anak gadis bermata layu itu, tak ada yang bisa diharapkan lagi, hanya secuil mimpi yang membuatnya bertahan hidup, usia yang seharusnya belum pantas untuk merasakan kepahitan hidup, masih jauh… Oh.. tapi takdirlah yang menunjukkan, gadis kecil bermata sayu, amat menyedihkan nasibmu Nak

Gadis kecil berjalan sendirian tak tentu arah, hanya ingin menikmati angin malam agar dapat menyejukkan hatinya, langkahnya gontai tapi mantap, matanya semakin sayu menunduk ke bawah, sesekali mengambil napas berat dengan menatap kosong sekitar, gadis kecil bermata sayu kini duduk, mencoba memikirkan lagi masa depannya akan seperti apa, tanpa memperdulikan lagi di sekitar, ia terkesiap ketika tiba-tiba laki-laki dewasa sudah ada di hadapannya, lelaki dewasa tersenyum hampir tertawa melihat gadis kecil terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba
“kenalkan, panggil saja Elang.” laki-laki dewasa mengulurkan tangan
Sambil tergagap gadis kecil menjawab “ah ya.. a aku u Dara”.
“aku tidak sengaja mengikutimu, aku sama sekali tidak bermaksud mengganggumu gadis kecil, aku hanya ingin menjadi temanmu, maukah kau jadi adikku.” ucap tulus lelaki dewasa
“tidak masalah, aku senang akan punya kakak baru” tawa Dara.
Mereka lalu membahas banyak hal, cepat sekali akrab. seperti teman lama yang baru berjumpa kembali setelah sekian lama tak bertemu.

Waktu pun berjalan, hubungan kedua semakin erat. saling menyemangati tanpa henti, saling menguatkan. Bagi gadis kecil seperti Dara hidup tak ubahnya hanya mimpi yang terus tumbuh di dalam jiwanya, seluruh aliran darahnya, yang pada kenyataanya hanya kosong, tapi setelah ia bertemu dengan Lekaki dewasa bernama Elang Hidup baginya lebih bewarna. mimpi yang ia ciptakan menjadi nyata, seperti mudah saja mendapatkannya karena memang segalanya mudah ketika bersama.
Dan bagi Elang hidup tak ubahnya hanya bekerja dan sukses itu saja. tapi ketika ia bersama Dara hidup seperti cinta. Ya, karena memang hidup adalah mencintai, mencintai dengan tulus dan ikhlas juga memberi tanpa mengharapkan balasannya

Cerpen Karangan: Baiq Dini
Facebook: Baiq Dini Aswari
Nama: Baiq Dini Aswari
Yang sehari-harinya masih harus belajar dan belajar

Cerpen Elang dan Dara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mystery Of Love (Part 2)

Oleh:
“Derika?” Tanya Anfa hati-hati. “Sebentar ya.” Aku pun berdiri dari kursiku dan mengahmpiri Sandi. “Sandi.” Panggilku dengan suara serak, orang yang dipanggil pun menoleh dengan kaget. “Derika.” “Sandi mereka

Maaf Untuk Masa Lalu

Oleh:
Dasar bodoh! Pikirku. Orang-orang kaya selalu menambah tinggi pagar mereka, sedangkan apa yang terjadi dengan sekolah ini? Apakah tak ada lagi barang berharga tersisa di sini? Mengapa rendah sekali

The Light at Formosa’s Sky

Oleh:
Mataku mata ikan, tak dapat terlelap malam ini. Sesekali mencoba memejamkan kedua bola mata namun pikiranku melayang. Terpaku memandang wajah malaikat-malaikat yang terlelap pulas di atas tikar tua. Maksud

Negeri Sampah

Oleh:
Abidin. Seorang laki-laki bertubuh pendek dibanding tubuh laki-laki seusianya masih duduk di depan pesawat televisi yang ada di ruang tamu rumahnya, oh.. maaf, ruangan dua kali dua meter itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *