Fananya Kehidupan Dunia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 4 November 2017

Kehidupan dunia memang tak kekal abadi, dunia memang fana. Banyak orang mengatakan bahwa dunia hanyalah panggung sandiwara semata. Tak selamanya hidup di dunia itu indah ataupun menyakitkan, pasti ada baik dan buruknya. Roda kehidupan terus berputar melewati lika-liku indah dan buruknya hidup. Jika suatu saat kehidupan penuh dengan kemewahan pasti dibalik kemewahan tersebut pasti ada buruknya. Begitulah pernyataan yang tepat bagi tetangga saya, sebut saja keluarga Pak Dandi.

Pak Dandi hidup bersama istrinya yaitu Bu Ratih, dari pernikahannya mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi mana Rendy. Mereka hidup bahagia. Keluarga Pak Dandi terkenal dengan kekayaan yang berlimpah pada masa itu, beberapa hektar sawah menjadi bagian dari kekayaannya, alat-alat transportasi yang canggih pada masa itu sudah dimilikinya serta alat pembajak sawah yang dijalankan dengan mesin hanya Pak Dandi yang punya di kelurahan tersebut, karena pada masa itu orang-orang masih menggunakan alat pembajak sawah yang dijalankan dengan sapi atau kerbau.

Dari kemewahan yang dimilikinya, sampai-sampai Pak Dandi menjadikan tetangganya sebagai pembantu. Kecurigaan dari para tetangganya tentang kekayaan Pak Dandi mulai muncul “Dari mana uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membeli apa-apa dalam jangka waktu yang tak lama serta tanpa bekerja keras pun uang terkumpul banyak”. Memang Pak Dandi dikenal orang yang jarang beribadah menjalankan perintah agama, dan sering berfoya-foya, berj*di, dll. Dari situ desas-desus orang-orang di sekitarnya mulai terkuak ternyata dia menggunakan cara yang tidak benar, dia menggunakan ilmu hitam untuk mendapatkan itu semua.

Bukan hanya Pak Dandi saja, istrinya pun juga hampir sama dengan Pak Dandi. Dengan semua yang dimilikinya Bu Ratih juga bersifat sombong kepada para tetangganya. Dia pernah bercekcok dengan tetangganya. Dengan kebetulan dia saat itu sedang hamil anak ke dua, dan tidak disangka ternyata anaknya yang lahir tidak seperti anak normal kebanyakan. Dari situlah keadaannya mulai berbeda. Kekayaannya berangsur-angsur mulai berkurang. Dimasa tuanya Pak Dandi sering keluar masuk rumah sakit gara-gara penyakitnya yang mulai bermunculan kehidupan ekonominya pun mulai tak semewah yang dulu, hingga lama kelamaan makan pun mulai susah. Tetangganya yang dulu dijadikan sebagai pembantu, sekarang telah menjadi orang yang berkecukupan melebihi kehidupan ekonomi Pak Dandi yang sekarang.

Pak Dandi yang kini sakit-sakitan hanya istrinyalah yang merawatnya. Dan ternyata tanpa diketahui dengan jelas Bu Ratih juga mengidap penyakit yang berbahaya. Dan akhirnya istrinya meninggal terlebih dahulu Tak lama setelah istrinya meninnggal selang beberapa bulan Pak Dandi pun juga meninggal dunia. Kini hanya tinggal dua anaknya, dan anak pertamalah yang harus bekerja keras merawat adiknya. Adiknya yang memiliki kekurangan tersebut kini hidup terlantar karena ditinggal kakaknya bekerja. Para tetangganya merasa iba dan kasihan melihat keadaan mereka, terkadang mereka membantu dengan memberinya makanan.

Cerpen Karangan: Fatimah Zahroh
Facebook: fatimah zahroh
TTL: mAGETAN 7 Mei 1997

Cerpen Fananya Kehidupan Dunia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


2,5 Persen Saja

Oleh:
“Intinya setiap harta yang kita miliki, wajib kita zakati. Sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW”. Terang Pak Aji di tengah penjelasannya, saat menyampaikan materi hadits bab

Si Anak Kolong

Oleh:
Aku adalah seorang anak kolong… sebutan yang diberikan kepadaku karena aku selalu berpindah sekolah. Menurutku memang menarik punya kawan baru, rumah baru, guru baru dan tempat bermain baru, tetapi

Aku, Fitnah Dan Pesan Kakek Ku

Oleh:
Pagi itu mentari bersinar lembut di kota kelahiran Fatmawati Soekarno. Pancar darah orangtua Ersa seakan bergolak dari dalam bumi, ingin berang, namun tertahan oleh tetesan air mata pilu derita

Dia

Oleh:
Siapa dia? mungkin hati ini terus bertanya ketika melihatnya lewat. Entah mengapa tapi pertanyaan ini selalu terulang ketika melihatnya berjalan di antara ramainya menusia yang berlomba untuk mencari untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *