Film Itu Berjudul HIJAU

Judul Cerpen Film Itu Berjudul HIJAU
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Lingkungan
Lolos moderasi pada: 13 August 2016

Bising kendaraan seakan menjadi soundtrack di setiap perjalananku. Debu dan polusi menjadi pemeran utama di setiap pertunjukkan. Sesekali muncul tayangan jalanan macet ketika break komersial. Kotaku tak seindah dulu lagi. Kotaku dipenuhi sesak kendaraan dan debu. Tak seperti dulu lagi, kini kotaku tak seindah dongeng kerajaan yang kerap diceritakan ibuku sebelum tidur.

Kota ramah lingkungan adalah impianku. Entah kenapa aku selalu ingin melihat film dengan pemandangan pohon yang rindang sebagai framenya. Setiap jalanan kota dihiasi dengan pohon yang rindang, bukan hanya di satu sisi jalan, tapi juga di kedua sisinya. Aku sangat ingin kotaku memiliki pusat taman kota yang indah. Tak perlu banyak. Cukup satu tapi menjadi yang terindah. Memiliki daya tarik yang sangat kuat dan didesain dengan semenarik mungkin. Aku ingin duduk di dalamnya dan bersantai menikmati sunset di setiap sore. Andaikan saja taman kotaku bisa senyaman kamarku. Ruang yang memberi kenyamanan, ketentraman, dan kesejukan sehingga aku bisa melupakan semua kepenatan dalam sekejap.

Ketika memasuki pintu taman aku ingin disambut dengan dayang-dayang yang mengipasiku dengan ranting-ranting dan dedaunannya yang rimbun. Menyusuri jalannya yang panjang sambil bersiul menyauti kicauan burung. Aku ingin tamanku tak hanya dihuni oleh diriku sendiri. Kuharap dapat mendengar nyanyian burung di pohon, obrolan katak di parit, dan hembusan nafas dari dedaunan kala ku menyusurinya. Canda tawa anak-anak yang bermain dan tatapan mengawasi dari orangtua yang membawanya juga akan menjadi hiburan bagi setiap pengunjung.

Terkadang tetesan keringat juga mengalir dari tubuh sekumpulan anak muda yang sedang bermain basket, futsal, dan bersepeda di taman. Senyuman anak-anak ketika bermain petak umpet dan gobak sodor menjadi daya tarik sendiri untuk meramaikan alunan cerita di film ini. Aku ingin sekali bisa duduk di bawah pohon yang rindang dan di atas rumput yang hijau menikmati secangkir udara yang segar dan angin sepoi-sepoi sambil menonton film yang sedang diputar. Diterangi langit yang biru dan ditemani beberapa sahabat.

Ibuku pernah berkata bahwa rusaknya moral bangsa bukan karena gadget yang dimilikinya, tapi karena lapangan luas yang tidak dimilikinya. Orang bilang Indonesia Tanah Air Beta, tapi ruang publik untuk bermain pun tidak tersedia. Kata Ibuku dahulu Indonesia punya banyak cerita tapi kini bagiku semuanya tinggallah kenangan yang tak terlupa. Kata ibuku zaman dulu banyak permainan yang bisa dimainkan untuk menumbuhkan persahabatan, tapi kini semua permainan di gadget hanya untuk memusnahkan persahabatan. Kenapa tidak? Di dalam permainan zaman sekarang tujuannya adalah untuk menjadi yang terhebat di antara teman sejawat. Pembicaraan saja hanya melewati lalu lintas chat.

Aku ingin kembali memutar film lama. Film yang mengisahkan persahabatan ditengah tatanan kota yang indah. Menjadi modern itu penting tapi mempertahankan kelestarian alam alangkah lebih indahnya. Aku ingin kotaku memiliki ruang publik yang luas agar aku bisa bernostalgia di tengah kerumunan gedung yang bertingkat.

Aku ingin membuat sebuah skenario yang mengisahkan seseorang yang sangat mencintai lingkungannya. Aku ingin dia menikah dengan orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap lingkungan. Ketika mereka menikah nanti mereka akan memiliki anak-anak yang mempunyai kesamaan dalam mencintai lingkungan seperti orangtuanya. Saat itu mereka akan menjadi keluarga yang mencintai lingkungan. Bayangkan jika semua orang berada dalam keluarga yang mencintai lingkungan. Mereka berkumpul di dalam sebuah komplek dan menghasilkan perumahan yang cinta lingkungan. Bayangkan kembali kalau di sebuah kelurahan berisi banyak perumahan yang cinta lingkungan, maka mereka akan menciptakan kelurahan yang cinta lingkungan. Ketika kelurahan tersebut berkumpul dengan kelurahan-kelurahan lain yang sama-sama mencintai lingkungan maka mereka akan membentuk yang namanya kecamatan cinta lingkungan. Dan akhirnya mereka berada di lingkungan yang berisi sekumpulan kecamatan yang cinta lingkungan maka terwujudlah Kota yang cinta lingkungan dan menghasilkan kota ramah lingkungan.

Semua ini bisa terwujud kalau dimulai dari hal yang paling kecil. Dari hati yang paling dalam di individu masing-masing. Semoga aku bisa membuat film ini dan memutarnya di televisi kehidupan. Semua tergantung pada aktor yang akan memerankannya, bersediakah dia dalam memainkan perannya? Apakah anda bersedia menjadi aktornya?

Cerpen Karangan: Farhan Abdillah Dalimunthe
Facebook: facebook.com/farhanabdillahdalimunthe
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya adalah seorang mahasiswa perantauan jurusan Teknik Informatika yang kesehariannya berkecimpung di dunia penulisan.
Sehari-hari saya menulis dan diskusi online dengan para blogger di blog saya http://bimbelseo.blogspot.com

Cerita Film Itu Berjudul HIJAU merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penyair dan Musisi

Oleh:
Ga banyak yang bisa gua lakuin di sini….. Semua terasa ga berguna bagi gua, hmm apalagi gua, terasa sangat ga berguna buat semua. Hidup gua terasa sangat hampa, “monoton”

Memohon Nafkah

Oleh:
Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari. Kata orang, rezeki itu bisa datang

Catatan Ayah

Oleh:
” Seorang AYAH selalu ingin yang terbaik buat ANAKNYA ” Sabtu selalu menjadi hari kebebasan buatku , lepas dari segala rutinitas yang membuatku selalu ingin berdiam diri di kamar

Sang Pengemis

Oleh:
“Ya, saya kira itu saja untuk hari ini. Untuk makalah silakan dikumpul menjadi satu ke ketua kelas dan langsung dipresentasikan minggu depan,” kata Pak Bambang yang kemudian mengucap salam

Ada Cerita di Balik Nama

Oleh:
Terlihat seorang anak laki laki yang sedang memikul beban berat di punggungnya. Wajahnya terlihat lebam di beberapa daerah. Matanya terlihat sayu lelah mendalam. Tidak tampak sedikitpun binar kebahagiaan masa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *