Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Maafkan Sang Malam

“Boleh aku memandangmu”, itulah yang aku ucapkan kepadanya. Sepasang mata itu tak pernah lepas dari pandanganku. Aku yakin dia mengerti apa yang aku maksudkan. Hanya ada satu garis pembatas yang takkan sanggup untuk kami...

Aku Disiksa Pacarku

“Wi, aku sudah terlanjur mencintainya. Aku gak bisa ngelepasin dia begitu aja” ucap temanku Nisa di dalam pesan singkat yang kubaca di layar handphone ku. Aku berusaha meyakinkan dia untuk segera memutusan hubungan dengan...

Dalam Tangismu Kutemukan Kebahagiaan

Matahari yang sejak pagi menampakkan cahayanya, merangkak perlahan untuk memberikan cahaya kasihnya menuju belahan bumi yang lain. Seiring merangkaknya sang surya sayup-sayup terdengarlah suara kepak burung-burung menuju...

Pikaichi

“Jadi benar, nama vas bunga ini fikaichi nona sela?” “Bukan pak! Namanya PIKAICHI! Bukan FIKAICHI!” “Diam! Saya tidak peduli vas ini di sebut apa..! Yang penting sekarang akui kejahatan anda nona.” Sela melirik...

Jl. Flamboyan No. 9

Siang itu panas sekali, “Fuih… panas sekali, mungkin es kelapa muda bisa menghilangkan rasa dahagaku ini” pikirku yang sedang menunggu bus di halte bus sambil menahan rasa hausku ini. Ah, sudah lima belas menit...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply