Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Dibalik Senyum Rembulan

Gadis kecil itu menatap langit dari jendela kamarnya. Kedua tangannya menopang dagu nya yang mungil. Wajahnya begitu pucat dan dingin, tapi tidak dengan tatapan matanya. Kedua bola mata itu bak lampu mercusuar yang selalu...

Catatanku di Perjalanan Singkat Waktu

Perjalananku ke Semarang hampir sampai, sepuluh menit lagi Stasiun Tawang akan tampak. Malam terus bergulir, sepi.. dan kesepian ini mengikutiku, membiaskan perjalananku yang lalu-lalu, meniti galau yang lama ku pendam, jauh...

Untuk Sahabat

Jam menunjukkan pukul 2 siang. Ponselku bordering, ada pesan masuk dari Vivi. “Chita, udah lama nunggu ya? Lima menit lagi aku nyampe, macet nih,” “Tenang aja Vi, aku lagi nggak buru-buru kok, aku tunggu di meja biasa...

Karenamu Aku Mengerti

Takengon masih dengan suasana seperti hari-hari sebelumnya sejuk dan dingin bagi para pengunjung Laut Tawar ini. Tak seorangpun dari kelompok kami yang beranjak meninggalankan tenda apalagi untuk beraktifitas terasa sangat...

Manusia Setengah Malaikat

Malam. Ada sebuah kisah yang begitu menyakitkan. Ada segelintir cerita yang begitu perih menyedihkan. Ada segores harapan kecil dalam kenistanaan. Ada doa suci dalam dosa-dosa malam. Malam. Terpaksa aku mengenal dunia kelam....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply