Good Boy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 8 February 2016

Hap! dengan satu lompatan Ari berhasil menaiki sebuah angkutan umum yang hendak melaju. Bocah dekil itu duduk di pintu sambil memangku ukulelenya, lalu dalam hitungan ketiga ia mulai memetik senar dan mendendangkan lagu. Ia bersikap acuh tak acuh menanggapi tatapan risih yang dilayangkan oleh beberapa penumpang dan terus memamerkan suara pas-pasannya dengan semangat menggebu.

Hingga lagu selesai, Ari pun tersenyum cerah. Ia melepas topi usangnya, lalu menyodorkan ke arah para penumpang yang budiman. Senyumannya mengecut, sedikit kecewa saat mendapati hanya seorang ibu tua yang memberinya uang receh. Tapi Ari tetap mengucapkan kata terima kasih dengan tulus, dan dalam hati ia berdoa agar Tuhan membalas kebaikan ibu itu. Ari menjulurkan kepalanya ke luar, membiarkan wajahnya diterpa angin berdebu. Lalu ketika mobil yang ditumpanginya melambat tepat di perempatan, ia segera meloncat turun. Menderap ke arah trotoar, ia lantas berjongkok di bawah tiang listrik dan menghitung uang yang telah berhasil ia kumpulkam sejak pagi.

“Tujuh ribu lima ratus, delapan ribu, sembilan ribu, sembilan ribu lima ratus!” Ia mengambil jeda, untuk menghela napas, “dan ini yang terakhir, sepuluh ribu! Alhamdulillah…”

Ari membereskan uangnya kembali, kemudian bangkit berdiri dan tepat di saat itulah perutnya berbunyi. Ah benar, seharian ini ia belum makan. Ia pun bergegas ke arah sebuah warung dan membeli roti serta satu gelas plastik air minum. Setelah itu, ia duduk di emperan toko yang sedang tutup, hendak melahap rotinya namun urung saat seorang gadis yang lebih kecil darinya mendekatinya dengan arah pandang menancap pada rotinya.

Ari berdehem, lalu bertanya, “Adik mau roti?”
Gadis kecil itu mengangguk. Ari tersenyum. Tanpa banyak berpikir, ia segera menyodorkan rotinya, “Ambillah!”

Gadis itu meraihnya lantas melahapnya. Satu gigit, dua gigit, namun pada gigitan ketiga ia berhenti. Mata bulatnya menatap Ari dan roti di tangannya, bergantian. Hingga dengan gerakan tiba-tiba ia memotong rotinya sama besar, lalu menyerahkannya pada Ari. Ari tertegun. Tapi di detik berikutnya, senyumannya kembali mengembang. Ia pun melahap sepotong rotinya bersama gadis kecil yang entah siapa namanya. Selepas mengisi energi, Ari memutuskan untuk kembali ke gubuknya karena hari sudah sore. Ia sangat bersyukur pendapatannya hari ini cukup banyak, dan ia bisa menyisihkan sebagiannya untuk ditabung. Alhamdulillah.

Cerpen Karangan: Donghaemon143
Facebook: Donghaemon

Cerpen Good Boy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setitik Harapan

Oleh:
“Bersyukur. Satu kata berjuta makna. Satu kata bermakna indah. Dan satu kata penyejuk hati.” — Siang ini terasa sendu. Awan terdiam sesaat. Ia memandang gadis kecil dengan kaus lusuh

Asmara di Pantai Panjang

Oleh:
Filosof Islam tersohor bernama Ibnu Rushd bilang: “Jika kau ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah segala sesuatu yang batil dengan kemasan agama”. Rindangnya pepohonan Erru yang tak hentinya bergoyang diterpa

Ibuku Malaikatku

Oleh:
Ibuku bagaikan malaikat yang diturunkan dari surga, untuk menjaga anaknya. Ibu kesayanganku, dia adalah sosok ibu yang paling baik sedunia. Setiap hari ibuku bangun jam 2 pagi untuk menyiapkan

Ambisi Warga Yang Salah

Oleh:
“Mimpilah kau ingin seperti mereka!” suara Yanto mengagetkan seorang anak yang sedang memperhatikan jalan. Ketika anak itu sedang melihat orang-orang yang berlalu lalang di jalan dan akan menuju mall

Venus Mars

Oleh:
“tadi malam aku temui malam.” kumulai dengan sapa dan obrolan ringan pagi ini. “untuk apa?” tanyanya. “aku ingin tahu mengapa bulan begitu angkuh.” “angkuh? apa maksudmu?” dengan mimik wajah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *