Hal Yang Membuat Kita Berbeda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Motivasi, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 February 2014

Tak terasa sore menjelma senja, sajikan panorama langit berwarna jingga, bersambut semilir angin yang mulai menggetarkan bulu rona. Nuansa hari ini tak sejernih kemarin sobat, saat senyum dan candamu masih terukir di tanah ini. Masih terbayang jelas dalam ingatan ini tentang dialog terakhir kita di malam itu.

Kalimat darimu yang masih ku ingat “Suatu saat keadaan akan berubah, kita takkan menjadi orang yang diremehkan lagi, tak ada yang tak mungkin di dunia ini, meski harus melewati cobaan yang berat, kita menghirup udara yang sama, merasakan terik matahari dan dingin malam yang sama, kita juga berpeluang meraih kejayaan pada saatnya nanti” ujarmu. Itu perbincangan terakhir beberapa saat sebelum kita berpisah.

Karena hari sudah mulai gelap, aku pun beranjak dari halaman rumahmu yang kini nampak sepi.

Perkenalkan, namaku Arya dan dia adalah sahabatku, Fandi. Kami tinggal di sebuah perkampungan kecil di Kota Yogyakarta. Kami adalah sahabat yang tumbuh bersama, tak terhitung suka duka yang pernah kami bagi, sejak kecil sampai penghujung masa remaja. Sampai akhirnya kami lulus SMA, dan Fandi memutuskan untuk merantau ke kota, sedangkan aku melanjutkan kuliah karena desakan Orangtua.

Tak hanya sahabatku yang pergi, bersamaan dengan itu aku juga kehilangan kekasih. Ikatan yang kami jalin selama kurang lebih dua tahun harus berakhir, karena dia lebih memilih pasangan yang lebih mapan dariku, sebuah hal yang kuanggap wajar walaupun menyakitkan. Itu adalah masa yang cukup berat bagiku, kehilangan dua sumber energi yang cukup berpengaruh di tengah proses pendewasaanku.

Seiring masa-masa sulit yang kujalani, ternyata membuat kehidupanku berubah drastis, terutama dalam sifat dan keseharianku. Aku mulai menyadari hal-hal yang dianggap sebagian anak remaja, bengal dan liar itu menyenangkan, kini kurasa mulai membosankan.

Ada hal lain yang membuatku tertantang, yakni tentang komitmen, yakni apa yang ku kejar dalam hidup, serta prinsip, bagaimana caraku memegang kendali atas tujuan hidupku.

Aku bukan lagi anak laki-laki yang bersenang-senang di tengah taman bermain. Tapi Pria yang berada di tengah medan pertempuran, menahan dan membangun serangan. Hidup dari satu tantangan ke tantangan berikutnya.

Selepas kuliah, kini aku bekerja di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di kota kelahiranku, sebagai tenaga pendidik mata pelajaran Seni musik, sesuai mata kuliah yang kuambil.

Delapan tahun berselang, sahabatku Fandi kembali sebagai seorang pengusaha garment di Kota Surabaya, sungguh kabar yang menggembirakan.

Di malam dengan suasana yang seakan sama dengan malam terakhir kami berpisah, kami berceloteh dan mengenang kembali masa lampau, bercanda dan tertawa renyah tanpa beban yang dulu sempat mengusik.

Di penghujung malam, aku meralat ucapan yang pernah dia katakan “Kita memang mendapat anugerah yang sama sebagai umat manusia, hal yang membuat kita beda adalah lantunan doa serta komitmen dan prinsip yang kita pegang, ya gak Fan?!” Dia hanya tersenyum, dan kami pun kembali tertawa bangga di sela perbincangan.

Cerpen Karangan: Arif Nurhidayat
Facebook: Nicehand Arif
Terobsesi menjadi Song Writers, namun tertantang saat melihat situs ini ^_^

Cerpen Hal Yang Membuat Kita Berbeda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Donat Menemukan Keluargaku

Oleh:
Setiap hari, di bawah panasnya terik matahari gua masih keliling berjualan donat. Cahaya mentari membakar kulit gua yang dulunya putih sampai jadi sawo matang seperti sekarang. “Donaattt! Donaattt!” Sedari

Dream

Oleh:
Hari ini seperti hari yang lain tidak ada yang istimewa bagiku. Yaaa seperti biasa sehabis pulang sekolah aku ke rumah untuk makan dan langsung ke teras rumah untuk memandangi

Pelangi Senja Di Kelasku

Oleh:
Tidak ada nada pada tiap syair dalam tiap baitnya, aku memang tidak bernada. Apalagi tiap kata yang aku rangkai sangatlah sederhana. Sesederhana aku mencintaimu, tanpa kamu tahu, tanpa harus

Tikus Tikus Dapur

Oleh:
Aku bernaung di bawah gelapnya malam tanpa gemerlapnya bintang. Langkah kecil kakiku melewati lorong-lorong sempit. Tak pernah ku rasa gelisah saat tiba di tempat ini. Dan sejauh mata memandang

Thanks For Everything

Oleh:
Ya, seperti biasanya aku terduduk di kursiku yang terletak di pojokan paling pinggir di kelas, ditemani buku jurnal dari kulit hadiah dari ayah, sambil menatap semua keributan di dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Hal Yang Membuat Kita Berbeda”

  1. Dutarya Akbar says:

    amanat untuk cerpen di atas apa ya
    tolong ditambahkan kurang lebih 3..
    makasih sebelumnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *