Hapuskan Memoriku Tentangnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 19 May 2014

“Selamat ya…”
Malam ini, 22 Januari 2013 aku menjadi ratu semalam di sebuah pesta besar. Aku berharap ini menjadi titik awal kehidupanku menuju hidup gemilang. Semoga kebahagiaan ini tak berlalu begitu saja.

“Capek nyun?” tanyanya. Hanya anggukan kepala yang kutunjukkan padanya.
“Ya udah, ayo tidur!”
“Ayo!” senyum menyertai ucapanku pada Vega yang sekarang telah menjadi suamiku.

Vega, cowok berwajah tampan dengan gaya yang bikin gregetan. Sekarang dia telah menjadi milikku dalam ikatan suci pernikahan.

Kubuka mataku perlahan dan kupandangi sebuah jam yang tergantung di dinding. Melihatnya, membuatku sadar bahwa sudah waktunya untukku membuat sarapan untuk suamiku tercinta.

Hari ini, aku ada show di IMBO, yang membuatku harus segera berangkat tanpa mandi. Mandi memang jarang dilakukan oleh artis sepertiku. Paling-paling parfum yang memenuhi badanku. Kadang-kadang 1 botol bisa habis hanya dalam waktu 1 minggu.

“Nyon… bangun!” teriakku “antar aku ke IMBO!”
Vega berjalan sempoyongan hingga tanpa sadar menabrak meja di samping pintu toilet.

Sambil menunggu Vega selesai mandi, kusiapkan sarapan untuknya. Walaupun hanya nasi goreng yang bisa kubuat. Kubentuk hati dengan dua cinta antara aku dan suamiku.
“Nyun, siapin bajuku!” teriaknya dari kamar mandi.
Usai sarapan kami berangkat dengan mobil jazz merah.

Flican, begitulah orang-orang memanggilku. Sebenarnya namaku Lufita Sari, tapi namaku berubah menjadi Flican Sher. Katanya sih supaya lebih menarik. Flican sher itu diambil dari nama asliku dan nama zodiakku. Aku itu seorang penyanyi pendatang baru. Selain menjadi penyanyi, aku juga sering terlibat dalam sebuah iklan kecantikan. Kata mereka aku itu cantik, s*xy, perempuan idaman gitu deh. Tapi itu berbeda denganku, menurutku aku tidak waw. Mereka saja yang berlebihan mengatakannya.

“Ciye… yang pengantin baru…” goda Ines saat Vega membukakan pintu mobil. Ines itu penyanyi baru sama sepertiku. Dia itu sangat cantik dengan hidungnya yang mancung.
“Kayak lo nggak aja…”
“Nyun, aku tinggal ya?! Ada meeting ni…” ia mencium keningku.
“Ok… fighting!!!”

Satu bulan berlalu tanpa terasa. Menikah itu memang menyenangkan walaupun banyak masalah datang. Semua masalah diselesaikan bersama, tapi bukan berarti berjalan mulus. Perbedaan pendapat itulah yang sangat sulit disatukan, tapi indah di akhirnya.

“Hay nyon! Kok baru pulang?”
Jujur, rasa curigaku semakin besar. Akhir-akhir ini Vega selalu pulang telat, bilangnya ada meeting mulu.

Pagi yang indah, burung-burung bernyanyi menyambut cerahnya pagi. Matahari menampakkan kecantikannya dengan membawa kehangatan menutupi rasa dingin yang menyekat.

(tok tok tok)
Kubuka pintu untuk mengetahui siapa yang datang. Kulihat sosok peremuan cantik berdiri di hadapanku
“Mbak siapa ya?” kutanya dia sambil mengajaknya duduk.
“Maaf mbak sebelumnya, bukannya aku ingin merusak rumah tangga kamu. Tapi aku ingin kamu tau, aku sedang hamil anak Vega. Sumpah Fli aku nggak bohong. Aku nggak mau kamu disakiti terus olehnya. Dia itu buaya. Mungkin selain aku masih ada cewek lain.”
Mendengar pernyataan Franda, hatiku seperti tertancap paku. Tubuh terasa lemas, air mata memaksa keluar. Apa yang baru saja aku dengar? Mungkinkah ini jawaban atas pertanyaanku akhir-akhir ini?

Setelah ngobrol ini itu Franda pamit pulang.

“Kamu selingkuh? Ini foto siapa? Selingkuhan kamu?” kutunjukkan foto Franda padanya.
Malam itu kami bertengkar hebat. Tidur pun tak bersama.

Setelah beberapa hari berfikir, aku memutuskan mengakhiti pernikahan ini. Aku tak mau hidup dengan orang yang hobinya tidur dengan banyak wanita.

“Flican, apa benar kamu akan bercerai dengan Vega?”
“Ada masalah apa mbak?”
“Apakah terjadi KDRT ataukah karena pihak ketiga?”
Aku bosan mendengar pertanyaan itu. Dimana-mana, nggak tetangga nggak wartawan pada nanyain itu semua. Ini semua membuatku capek, capek fisik dan capek batin. Sebenarnya aku ingin menangis tapi aku akan selalu berusaha tersenyum di depan semua orang. Aku akan menutupi kesalahan Vega. Bagaimanapun ia pernah menjadi bagian dalam hidupku. Aku akan membesarkan anak ini tanpanya. Aku masih punya Tuhan dan orangtua yang menyayangiku.

Satu per satu wanita muncul di media, katanya hamil anak Vega. mendengarnya membuatku lunglai. Butiran bening pun tak tertahankan menghiasi pipi merahku.

Tuhan, lumpuhkanlah ingatanku tentang Vega, hapuskan memoriku tentangnya Tuhan. Aku tak ingin mengingatnya lagi. Terlalu sakit mengingat kenangan kita selama ini Tuhan.

Cerpen Karangan: Lufitasari
Facebook: flicansher3732/L Upita

Cerpen Hapuskan Memoriku Tentangnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Beautiful Name

Oleh:
Pagi menyapa dengan senyuman mentari yang menghangatkan meskipun pagi ini masih sedikit basah oleh embun dari sisa hujan semalam. Udara pagi ini begitu sejuk membuatku tak henti-hentinya memenuhi setiap

Bermain Adalah Hobiku

Oleh:
Masa kecilku di sebuah kampung yang banyak pepohonan dan rumah, banyak anak-anak yang seusiaku yang bermain di lapangan dekat masjid. Biasanya anak-anak berkumpul dan bermain setelah solat ashar. Dan

Hadirnya Rindu Dalam Cinta

Oleh:
“Dia.. Apakah benar itu dia?” aku bertanya pada diri sendiri. “Iya itu dia. Kenapa dia tidak menyapaku? Kenapa hanya menatapku dengan hampa?” pikirku terus bergumam. Aku dekati dia. Ku

Gadis Gula (Part 1)

Oleh:
Bulan hampir penuh. Sayup-sayup terdengar sebuah suara. Tidak, bukan, sekarang sudah tidak sayup-sayup. Gemericik hujan terjun bebas dari langit ke atap sebuah rumah bercat hijau toska dengan atap dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *