Hari Hariku Tanpa Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 22 November 2017

Kujalani hariku sendiri… Dengan karung goni di tangan kiriku dan penjepit sampah di tangan kananku.
Sejenak aku berhenti, di bawah kolong jembatan yang kini kududuki. Kulihat sekelilingku, banyak anak sebayaku yang ngelem di bawah kolong jembatan ini. Ingin aku ikut, namun hatiku melawan. Sejenak aku tertunduk dan berfikir bagaimana bisa ibuku tega meninggalkan aku sendiri, bersama nenekku yang sudah bungkuk dan hanya bisa berdiam diri di rumah saja.
Air mataku beradu, seakan lompat jauh, siapa yang duluan mendarat. ‘ibu’, aku benci mendengar kata itu.

Aku pun berdiri lagi dengan sigap. Kuayunkan kakiku, melangkah pasti walau aku tak tau mau menuju ke mana. Kutelusuri semua jalan-jalan jakarta, menengadah, dan sambil meminta-minta. Setelah itu, kukumpulkan sampah-sampah plastik yang dapat kujual. Kucari makanan sisa di setiap tong sampah. Untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan sejak tadi.
Aku ingin menangis, namun aku tau, tangisku tidak akan berbuah apa-apa. Aku selalu berusaha tegar di tengah-tengah drama hidupku yang menyedihkan ini.

Sesekali kutelusuri pantai, aku duduk sendiri di tengah-tengah saat semua orang sedang asik memandang. Air mataku menetes sendiri, kuhapus dengan baju lusuhku, namun jatuh lagi.
Andai aku tak pernah mendengar bahwa orang yang bunuh diri akan masuk neraka, aku sudah melakukannya dari jauh-jauh hari. Aku selalu berusaha agar tidak putus asa. Namun bagaimana lagi? Sampai kapan aku begini? Tanyaku dalam hati.

Umurku sudah menginjak 9 tahun, namun tak ada saudara yang mau menyekolahkan aku karena situasi ekonomi yang juga minim. Namun, aku yakin Tuhan mempunyai rencana yang indah bagiku. Walau tanpa ibu di setiap hariku, namun aku punya Tuhan yang luar biasa dasyat.

Aku berdiri dan kuteruskan langkahku dengan ringan walau di atas pasir. Seakan-akan aku hidup bahagia, aku masih bisa tersenyum melihat orang lain yang bahagia. Sesekali aku menoleh ke belakang dan melihat semua orang, dan aku tersadar, aku tidak sendiri…

Kulihat di belakang ada dua pasang jejak kaki. Kuyakinkan diriku bahwa sepasang dari jejak kaki itu adalah jejak kakiku. Dan sepasang lagi adalah jejak kaki Tuhan yang mengikuti aku…

Cerpen Karangan: Novebrina Silalahi
Facebook: Novebrina Silalahi

Cerpen Hari Hariku Tanpa Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Buku Pengantar Masa Depan

Oleh:
Aku ingat saat sebuah mobil mewah berhenti di depan rumahku. Mobil itu merupakan pemilik dari salah satu warga perumahan yang dianggap sebagai orang yang memiliki perusahaan terbesar di Indonesia.

Teman Menjadi Pengkhianat

Oleh:
“Non Angel, bangun non sudah pagi waktunya berangkat sekolah” kata bibi yang berusaha membangunkanku “Oh, iya bi” kataku Aku mandi dengan air hangat yang sudah menjadi tradisi ku setiap

Kisahku Hari ini

Oleh:
Namaku Fanny. Aku duduk termenung di taman sekolah. Di bawah pepohonan rindang yang mendamaikan hati. Lalu kutatap langit biru yang cerah saat itu. Dalam hati, aku berkata, ‘Semoga hari

Zian dan Mail

Oleh:
Zian seorang remaja berusia 13 tahun itu baru pindah ke desa Sukamana bersama keluarganya. Dia pindah dikarenakan ayahnya akan membangun perumahan di desa Sukamana. Suatu hari dia akan daftar

Sahabat di Kesunyian

Oleh:
Awan begitu tipis hari ini hingga Matahari terasa sangat menyengat aku pun berteduh di bawah sebuah pohon yang rindang yang akarnya sangat kokoh. Aku teringat tentang sebuah peristiwa besar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *