Baca Juga Cerpen Lain’nya:

100 Meter

10 Km Matahari pagi itu begitu terik, membakar kulit yang notabenenya belum di mandikan. Pagi itu suasana lumayan ramai di depan rumah Ummi, begitu kami menyebut ibu angkat kami karena selama beberapa hari rumahnya kami gunakan...

Cinta Dalam Sepotong Ayam Tepung

Emak terkantuk-kantuk diatas ambin bambu, tiduran dengan posisi miring, tangan kanannya menopang berat kepalanya, sedang tangan kirinya menepuk-nepuk pantat si kecil rohim, anak bungsunya yang umurnya belum genap dua tahun....

Pencopet Ulung

“Kukkuruyuukkk… Kukkkuurrruuuyyuukkk…” Suara ayam jantan yang sedang berkokok dengan gagahnya membangunkanku di tengah kegelapan pagi. Suara ayam jantan yang berkokok di pagi hari bergantian hingga tak terhitung...

Pandhebhe

Di antara dedaunan yang satu per satu mulai gugur menghiasi sajadah panjang kehidupan, biarlah semua nestapa dan duka runtuh bersama daun terakhir yang jatuh kala penghujung musim gugur tiba, membiarkannya jatuh bergelut...

Semu

Aku diam menatap wajah semu yang semakin hilang. Benakku mengingat jalan, sawah dan pohon-pohon yang setiap detailnya menceritakan sesuatu. Tak hilang wajah manis yang selalu kecut ketika menatap diriku, dari raut wajahnya...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply