Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Rembulan Berubah Warna

Sekian lama aku menapaki kehidupan saatnyalah aku melepas semua idealismeku. Baru memang, tapi aku akan terus berusaha untuk mengikuti kepastian umum. Hari itu di kamar kontrakkanku aku termenung. Televisi menyala begitu...

Ayahku Seorang Kyai

Usiaku masih sekitar 14 tahun, ketika aku pertama kali melihat ayahku marah besar. Bukan, ia bukan marah kepada kami, keluarganya. Tapi, ia mendamprat habis seorang tamu yang sedang berkunjung. Sebagai orang Batak, tentu...

Text Me, Please!

Pernahkah kalian para kaum hawa, mengagumi seorang pria yang kalian idolakan? Memang, itu hal yang sangat wajar sekali, tapi tidak bagiku. Aku harus berjuang mati-matian dahulu untuk mendapatkannya, bahkan.. sangat kecil...

Krisan dan Bulan Sabit

Bulan tampak malu-malu. Hanya memperlihatkan separuh wujudnya untuk bumi bagian Semarang, kota kelahiranku. Sudah sejak sejam tadi sebenarnya aku ingin segera memandang langit Semarang, tapi baru bisa kesampaian setelah berhasil...

Ku Bacakan Padamu Tujuh Ayat

Cuaca siang ini sangat menyengat. Matahari membakar melelehkan kepala-kepala yang ada di atas mereka. Peluh menghujan, membasahi sekujur tubuh mereka. Dehidrasi yang sekarang mereka rasakan. Lambung-lambung mereka sudah saling...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply