Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Semburat Mimpi-Mimpi Faiz

Mataku berbinar-binar, sangat senang mendengar rencana Masku-Mas Ardy. Aku tidak bisa berhenti untuk tersenyum bahagia. Kutatap Mas Ardy, aku sangat bahagia. Seketika Mas Ardy beringsut dari tempat duduknya, mempersilakanku...

Berguna

“Aku tak mengerti mengapa aku tak dapat menjadi orang yang berguna”. Keluh Dian Anin hanya tersenyum seraya menatap Dian, dari tadi ia hanya menanggapi semua keluhan dian dengan senyuman. Tak lebih. Hanya menjadi pendengar...

Dalam Kebisuan Hujan

Gelap telah menyapu langit yang berwarna jingga kebiruan. Rintik-rintik hujan kembali menghujam bumi, laksana jarum-jarum bius yang berusaha ‘menidurkan’ aktivitas manusia. Aku menatap kosong ke arah ‘jarum-jarum’...

Belenggu Tabir Kepalsuan

Jejak hujan masih membekas remang di antara rumput dan dedaunan. Helai daun yang gugur menyimpan sajak-sajak kepedihan. Nyiur melambai masih menyisakan gerimis di daun jendela. Menyingkap resah dalam hulu jantung Alona. Saat...

Ludah Untuk Si Cermin

Matahari pagi seperti menjadikan kulit si Hari kecil memerah. Ternyata bukan karena terik surya, tapi di pagi itu raut wajah kekecewaan dan kekesalan terlihat jelas menemani setiap langkahnya yang juga tergesa-gesa. Hari...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply