Hari Rabu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 8 May 2014

Pagi ini aku awali rabuku dengan membuka pintu gerbang kos-kosan ku, karena adzan shubuh sudah memanggil aku untuk segera sholat di rumah allah yang sangat anggun bak istana itu. Melangkahkan kaki ke rumah allah adalah hal yang sangat aku syukuri, karena sampai saat ini allah masih memberikan segumpal semangat dan kesehatan kepadaku sehingga masih tetap bisa melangkahkan kaki kemanapun aku mengemban amanah, terimakasih ya allah, sungguh engkau maha pengasih lagi maha penyayang.

Rabu ini berbagai gejolak gejolak kegalauan, keceriaan, kebahagiaan ada di fikiran ku, campur aduk jadi satu, disaat aku tidak melakukan apa-apa, aku bingung dan terdiam sendiri mau mengerjakan apa, memang benar manusia itu butuh tekanan sebagai cambukan untuk mengawali sebuah usaha atau kegiatan apapun itu. Di rabu yang penuh dengan hiruk pikuk fikiran yang tak menentu ini aku, berusaha untuk memaksimalkan diri ini untuk mengisi hal yang kosong yang tentunya, aktifitas yang positif, sebenarnya aku tidak mau membuang waktu dengan percuma, tapi inilah sifat manusia, kemalasan datang seketika hal yang kosong membersamai kehidupan, ahhh manusia… Belum lagi godaan-godaan yang merajalela. Hmm tapi aku berfikir aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku karena waktu adalah uang, dan uang adalah hal yang susah untuk didapatkan. So, let’s begin.

Aku tatap ruangan berbentuk kubus ini, entah berapa volumenya sehingga membangkitkan aku untuk memutar mataku 90 derajat ke arah kertas putih yang bertebaran di ambal kamar ini. Folio. Ya, kertas folio sebenarnya sudah menungguku untuk diperhatikan, tapi aku bingung, entah kenapa, ah mungkin hasrat kemalasanku saja yang datang padahal sudah banyak isi kamar ini untuk membersamai aku dan folioku. Sebagai mahasiswa yang mengemban amanah untuk tidak perduli terhadap folio karena folio adalah hal yang bermanfaat bagi laporan-laporan praktikum ku, seharusnya laporan-laporanku berterimakasih kepada folioku karena sudah mengijinkan hasil eksperimennya di expose di kertas putih bergaris ini. Hah, semua benda ini sebenarnya hidup dan tak pernah menjadi hal yang percuma diciptakan.

Jadi hari rabu ini hari yang penuh warna sebenarnya, hanya saja aku terlalu sibuk sendiri dengan kebingungan. Oleh karena itu aku harus keluar dari zona ini dan siap menatap hari rabu yang penuh dengan berbagai macam hal yang aku tidak tau nanti “ada apa” di balik semua ini. Pasti allah sudah menyiapkan hal yang terbaik untuk setiap umatnya. Amin 🙂 keep calm and tetap istoqomah

Cerpen Karangan: Dea Sakinah Hulfa
Blog: happyfisika.blogspot.com

Created by: Dea Sakinah Hustate
state university yogyakarta

Cerpen Hari Rabu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Kelapa Dua Cinta

Oleh:
Hamparan pasir putih tersibak gelombang tinggi Pantai Selatan. Bukit Srandil hijau menjulang. Sepasang camar menukik berkejaran. Fandi dan Fanny bergandengan tangan berbasahan menyusuri bibir pantai. Fandi bercelana pantai bertelanjang

Pernah Berteman

Oleh:
“Arisa? Arisa Clara Putri! Hadir tidak?” tanya dosen itu dengan nada meninggi. Dia mengintip dari balik kacamatanya yang menurun di cuping hidung. Menatap kami sekelas dengan pandangan tajam. “Oh!

Cahaya yang Hilang (Part 1)

Oleh:
Gerbong adalah rumahku. Penumpang adalah langgananku. Tukang asongan, pengamen dan penjaga adalah teman karibku. Suara peraduan antara roda besi kereta dan rel mengawali harapan hidupku hari ini. Entah sampai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Hari Rabu”

  1. Divga Zuniko afanda says:

    Cerpen yang ditampilkan di website ini cukup menarik ada lucu ada susah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *