Hidup Bahagia Karena Sebuah Kejujuran

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 5 July 2022

Kisah ini bermula ketika ada seorang anak remaja yang sedang duduk di depan rumahnya. Anak remaja tersebut berusia 16 Tahun berjenis kelamin laki-laki serta bernama Cahyo. Ia masih memiliki kedua orangtua yang ibunya bernama Bu Dini dan bapaknya bernama Pak Joko. Namun di keluarganya sering terjadi keributan antara ibu dan bapaknya yang disebabkan oleh hal yang sepele. Keributan ini tidak terjadi sekali dua kali.

Ternyata Cahyo di depan rumah sedang merenungi suatu permasalahan karena saat ini di dalam rumahnya sedang terjadi keributan antara ibu dan bapaknya. Penyebabnya sepele yakni karena Bu Dini tidak memberikan uang kepada Pak Joko.

“Bu, minta uang Rp 100.000, lagi pingin ngopi di luar ni!” kata Pak Joko. “Tapi uangnya habis pak,” ucap Bu Dini. “Ya udah pakai uangmu dulu, cepetan!!” lanjut Pak Joko. “Tapi kan uangku habis pak buat belanja hari ini, lagi pula bapak juga belum ngasih uang harian to pak,” ujar Bu Dini. “Hadeehh, pokoknya hari ini bapak minta uang, entah gimana caranya! Kalo nggak, bapak bakal nggak kerja lagi!!!” tegas Pak Joko sambil menunjukkan wajah marah. “Lololo ninuninu, kalo gitu berarti bapak nggak bisa makan lagi,” jawab Bu Dini. “Oke kalo begitu, biar sekalian nggak makan!” tegas Pak Joko. “Baiklah kalo gitu,” lanjut Bu Dini.

“Oke fiks bapak mau pergi dari rumah ini!!” kata Pak Joko. “Silakan pak,” ujar Bu Dini. Cahyo yang mendengar ucapan dari bapaknya pun hanya pasrah. Ia tak bisa melawan karena Pak Joko orangnya keras. Sekarang ia harus menjadi tulang punggung bagi ibunya dan ia sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2 HARI KEMUDIAN!!!
Cahyo kini sudah mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi ibunya dan terlebih lagi ia masih ingin melanjutkan sekolah. Namun, harapannya untuk bisa bersekolah lagi rupanya hanya sebatas mimpi. Ia kini bekerja sebagai Tukang Sapu Jalanan yang sehari-harinya menyapu jalanan. Cahyo menjalani pekerjaan itu dengan sepenuh hati walaupun kerap kali ia menerima cacian dari orang lain. Namun saat ia mendapat cacian dari orang lain, ia selalu ingat motivasi dari ibunya, yakni “lebih baik capek daripada tidak dapat apa-apa”. Sehingga ia semakin bersemangat ketika mendapat cacian dari orang lain.

Pada suatu ketika, Cahyo sedang dimarahi orang lain yang membuatnya berkecil hati. “Oh Maygat, siapa yang menaruh gerobak sampah di depan mobilku? Kan mobilku jadi kotor!” kata orang tersebut yang diketahui bernama Cica. Cahyo yang saat itu sedang menyapu di dekat mobil Cica pun segera menghampiri Cica. “Itu gerobak saya mbak, maaf yaa soalnya gerobaknya saya taruh di depan mobil mbak,” kata Cahyo. “Hahaha, masih muda kok sudah jadi tukang sapu jalanan. Gue tau, lu pasti jadi tukang sapu biar bisa sekolah kan?” lanjut Cica. “Iya mbak, kok mbak bisa tau?” kata Cahyo. “Ya ya tau lah. Kamu itu nggak bakal bisa sekolah lagi, karna biaya sekolah tu mahal!” tegas Cica. Cahyo yang mendengar ucapan dari Cica tersebut pun terdiam dan merenungi. Di dalam pikirannya ia berbicara. “Iya ya, apa bisa aku tetap sekolah dengan pekerjaanku seperti gini dan juga gajiku tidak seberapa,” ucap Cahyo dalam pikirannya. Namun didalam hatinya ia berkata lain. “Aku pasti bisa bersekolah lagi walaupun pekerjaanku dan gajiku tidak seberapa, karena ada pepatah *usaha tidak akan mengkhianati hasil*” ucap Cahyo dalam hatinya.

Akhirnya Cahyo pun menuruti kata hatinya yaitu tetap berusaha. “Biarpun miskin yang penting bisa bekerja dan sekolah.” balasan Cahyo ke Cica sambil membawa gerobaknya pergi. “Terserah lu deh,” jawab Cica. Kemudian Cahyo menyapu jalanan di suatu komplek perumahan. Saat ia sedang menyapu ia tak sengaja menemukan dompet. “Astaga dompet siapa ini?” tanya Cahyo. Ia membuka dompet itu dan melihat identitas KTP pemilik dompet yang ternyata namanya Pak Didi yang rumahnya berada di komplek tempat ia menyapu. Ia segera mengembalikan dompet tersebut.

Setelah beberapa menit mencari ia segera mengetuk rumah Pak Didi. “Assalamualaikum!” kata Cahyo sambil mengetuk pintu rumah Pak Didi. “Waalaikumsalam,” jawab Pak Didi sambil membuka pintu rumah. “Apa benar ini rumah Pak Didi?”. “Benar ini saya Pak Didi, ada keperluan apa mencari saya?”. “Ini saya mau ngembaliin dompet bapak yang jatuh!”. “Oh iya benar ini dompet saya, terimakasih ya dek, sebagai gantinya ini ada imbalan sebagai ucapan terimakasih!”. “Sama-sama pak, nggak usah diberi imbalan pak saya ikhlas kok,”. “Wah baik banget kamu dek. Oh iya kenapa kamu nggak sekolah?”
“Saya putus sekolah pak soalnya nggak ada uang,” kata Cahyo sambil mengusap air matanya. “Waduhh kasian kamu dek, gimana kalo saya beri kamu beasiswa untuk kamu sekolah sampai lulus?”
“Wah beneran pak?”
“Iya benar, saya juga akan memberi keluargamu bantuan!”
“Terima kasih banyak pak!”
“Sama-sama, sana pulang beritau ibu mu!”
“Iya Pak,” lanjut Cahyo sambil melangkah pergi.

Pak Didi adalah seorang yang paling kaya dan dermawan di kompleknya.
Lalu Cahyo memberi tau ibunya dan ibunya langsung senang dan bahagia karena Cahyo bisa sekolah lagi tanpa memikirkan biaya sekolahnya.

Cerpen Karangan: Muhammad Yasin
Blog / Facebook: Muhammad Yasin

Cerpen Hidup Bahagia Karena Sebuah Kejujuran merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Overthinking

Oleh:
Namaku Mutiara Angkasa. Aku bingung harus mulai dari mana. Segalanya begitu rumit. Segala ketakutan yang bersarang di otak selama ini nyatanya tak mau pergi begitu saja. Aku seperti memeliharanya

Kuliah Atau Mencari Jodoh

Oleh:
Kuliah dan Mencari Jodoh sama-sama diinginkan oleh setiap laki-laki maupun perempuan, dahulu mungkin mencari jodoh adalah hal Yang biasanya dilakukan oleh kaum laki-laki, tetapi seiring berkembangnya jaman, wanita seolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *