Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Tinta Merah

Darah mengalir dengan perlahan dari luka yang terbuka. Kau tersenyum padaku seakan menjahit mili demi mili luka ini. Perih menjalar ke urat sarafku menyadarkan otakku, aku mulai memutar lagi rekaman tadi, apa yang terjadi...

Sebelum Habis Masa

Kabut hitam tebal berfose di angkasa sang pencipta. Udara dingin merasuk menembus pori-pori kulit keriput yang menyimpan seribu sejarah. Gubuk sederhana menjadi saksi bisu sandiwara kehidupan. Yang terkadang ada tawa bahagia...

Nggak Beli Lotre Pa?

“Nggak beli lotre Pa?” tanya Juariah ketika Joko suaminya baru pulang dari kantor. Joko memandang Juariah dengan tatapan yang sama seperti kemarin dan seperti kemarin lagi dan seperti yang kemarin-kemarin lagi. Sebenarnya...

Di Balik Air Hujan

Rintik-rintik air hujan yang jatuh terdengar begitu berirama di sore ini dengan cahaya matahari yang mulai meredup. Begitu indah dipandang mata. Sore ini aku hanya duduk di halte bis untuk berteduh sambil memperhatikan jalan...

Kota Kematian

Ia bergegas mati, meski istrinya minta untuk lima menit saja menundanya. Anaknya yang kecil minta dibuatkan susu. Lelaki itu sudah tak sabar. Nanti saja kalau sudah pulang dari kematian, katanya. Biarkan anak itu menangis,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply