Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Puisi Sedih Untuk Thara

Sore itu, angin tak seperti biasanya, ia berhembus dengan sangat tenang. Sore itu seorang wanita berpakian serba hitam berjalan menuju sebuah pemakaman umum. Dia berjalan menyusuri setiap petak tanah dengan nama dan tanggal...

Taman Hati

Bagai mana rasanya kehilangan orang yang paling kita sayang? tanyakan ini padanya jika ia dapat berkata kata, maka ia akan menjawab, Friska, bocah tegar yang setia menanti secerca kebahagian, ia tinggal dan berbagi cerita...

Maafkan Aku Terlahir Perempuan

Aku memiliki tiga saudara aku adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Ketiga kakakku ber’v*gina’ semua. Padahal sedari dulu ayah dan ibu mengharapkan bisa punya anak laki-laki. Setelah lahir anak pertama,...

Dari Mata Yang Berbeda

Malam yang indah dengan ditemani siraman cahaya rembulan. Angin malam berhembus pelan menembus tubuhku. Tanpa berpikir dua kali, aku keluar dari persembunyian. Sejenak kuedarkan pandangan untuk menentukan jalan mana yang...

Kopi Perjuangan

Wajah ayah belum lama murung pada duka yang melata masuk tanpa sapa. Ibu masih sibuk dengan ekonomi yang tidak seberapa yang selalu ayah hasilkan dari aktornya menjadi sosok karyawan pengibar gelas-gelas kaca disebuah Universitas....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply