Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Maafkan Aku Ayah

Di suatu hari, di hari yang cerah ada satu orang ayah yang sudah tua, rambut rambutnya yang semula berwarna hitam telah berubah menjadi putih, kulitnya pun sudah berkerut, ia duduk dengan seorang anak laki lakinya yang sudah...

Asa Pada Savana dan Takdir di Bukit Punggur

Bermimpilah! Sungguh, Tuhan tak akan pernah alpa dengan mimpi-mimpimu. Rangkaian kata itu menggetarkan gendang telingaku. Rangkaian kata yang telah berhasil menyihir pikiran, perasaan dan tindakanku. Rangkaian kata itu yang...

Setapak Jalan Tinggi

Brruukk.. “Mal.. Bangun mal..” Tiba-tiba saja terdengar sebuah dengkuran benda keras di depan rumahku. Tidak lama setelah itu, suara panggilan yang tak asing lagi mulai menyeru namaku. “Suara ayahku.”...

Wasiat

Hari semakin larut. Suasana kian senyap. Kenderaan sudah tidak ada lagi yang berlalu lalang. Jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Maesa membantu Bu Surti menutup warungnya yang kecil. Setelah itu Maesa pulang ke rumahnya...

Malaikat Jalanan

Kebaya lusuh menghias di tubuhnya, usianya mungkin tak muda lagi, keriput di wajah dan tubuhnya menapakan jejak-jejak yang telah hilang karena waktu. mangkok beling di tangannya, menyisir setiap rumah untuk mengais sedekah,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply