Hujan Pasti Berlalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 24 June 2019

Awan hitam seakan mengurung dinginnya pagi
Burungpun enggan keluar
Masih bertahan di sarangnya
Ayam ayampun enggan berkokok

Kamis 31 agustus 2017
Tak terasa sudah 3 bulan lulus dari sekolah menengah atas
Banyak kenangan teringat di sana, teman teman adik kelas dan para guru yang selalu bertemu setiap hari flashback itu seakan kembali di kepalaku, ingin rasanya aku tersenyum tapi kurasa apalah arti senyuman jika itu menyakitkan.

Aku ingat semua cita-cita temanku, bahkan para gadis yang selalu membuatku malu di hadapannya, mereka pasti bahagia sekarang, ada yang mulai bekerja, dan bnyak meneruskan ke universitas di kota yang katanya bulan september akan diadakan ospek, terlintas di pikiranku bagaimana keadaan mereka sekarang bertemu teman teman baru di sana? Canda tawa dan pastinya pengalaman baru, ingin ku tersenyum tapi yang kurasa itu terasa pahit

Kutengok jam dinding di kamarku jam menunjukkan pukul 6.00, kuhela nafasku terasa sakit teramat sakit di dadaku

Ingin rasanya air mataku menetes, tapi pantaskah aku menangis untuk ini, seakan air mataku ingin jatuh bersama turunnya hujan pagi ini, ingin rasanya seperti mereka bisa melanjutkan cita cita, tapi apalah daya perekonomian tak mencukupi untuk biayaku meneruskan ke perguruan tinggi bahkan untuk makan sehari hari pun kadang kami bertiga aku bersama kedua adikku meminjam dari tetangga, ingin rasanya aku menangis sekencang kencangnya meratapi hidup seperti ini, kenapa ayah dan ibu harus pergi secepat ini, kanker yang diderita ibu 4 bulan lalu sesudah ayah meninggal akibat kecelakaan saat sedang bekerja membuat kami bertiga menjadi yatim piatu, ingin rasanya berhenti berharap, hanya rumah ini satu satunya warisan peninggalan kedua orangtuaku selain sepeda ontel dan satu buah televisi yang sekarang pun sudah kujual untuk membayar sppku waktu sekolah…

“Kak kok murung” adik bungsuku mira bertanya kepadaku
“Gak papa kok dek kakak cuma negelihatin hujan loh kamu kenapa belum siap-siap?”
“Itu kak lagi nungguin kak rian mandi, mandinya lama banget” Sambil manyun bibirnya
Aku pun hanya tersenyum melihat kelakuan adikku

Ya mereka berdua lah yang menjadi alasanku untuk bertahan, si mira adik bungsuku sekarang sudah kelas 6 SD dan rian sudah kelas 2 SMP, mereka berdualah alasanku untuk bekerja, merekalah yang akan kupertahankan walau diriku tak berhasil, ku ingin mereka berdua melebihiku, seperti bulan ada yang lebih tinggi dari pada bulan yaitu bintang, ku ingin mereka berdua seperti bintang.

Tak ada kata berhenti karena inilah hidup seperti hujan, musibah itu datang silih berganti akan tetapi setiap musibah akan berhasil ditaklukan oleh orang yang tidak pernah henti hentinya bersabar dan berjuang.

Cerpen Karangan: Hafiz AH
Blog / Facebook: Hafiz AH
Hafiz Anshori
27 oktober 1999
post pertama maklum itu buat cerpennya cuma 30 menit tpi nanti pasti saya post cerpen yang lebih baik, maaf kalo verpennya jelek

Cerpen Hujan Pasti Berlalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua Karena Nayla (Part 1)

Oleh:
Mas Amran berubah. Itulah sebuah kesimpulan pendek setelah seminggu ini kuperhatikan ada banyak perubahan dari diri suamiku. Sikapnya menjadi pendiam dan berbagai kejanggalan muncul disetiap gerak-geriknya. Sosok Mas Amran

Bingkisan Cinta Untuk Kakak

Oleh:
“Bukankah sudah aku katakan aku dan ibu baik-baik saja di sini. Kau tak percaya padaku? Kau ini saudaraku atau bukan?” ujar seorang lelaki dari kejauhan. Ia terdiam sejenak. Ia

Entah Mengapa

Oleh:
Terakhir kali aku mendengar suaramu ibu kau bicara tentang dia yang sempurna. “Kau seharusnya bisa menjadi seperti dia!”. Ya kau membentakku seperti itu, kau menginginkan aku seperti dia. Anak

Berkelahi Dengan Naluri

Oleh:
Saat harap tidak sesuai dengan rencana yang dinginkan, menata hidup dengan rapi tapi kenyataan selalu berkata lain, ditambah lagi dua paham yang menghantui seakan memberi jalan dengan pandang yang

Dilema Kehidupanku

Oleh:
Debi seorang sekertaris sebuah perusahaan konsultan pendidikan milik keluarganya dan berlokasi di Sumedang. Dia sesosok perempuan yang pendiam, sederhana dan selalu mengalah. Sedang aril adalah suaminya yang dulunya direktur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *