I’m Not Alone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 12 March 2018

Hari ini adalah kelima kalinya saya menghadiri pesta pernikahan teman kantor saya. Setiap pulang dari acara tersebut, keesokan harinya di kantor selalu mendapat pertanyaan yang sama. “Kapan akan menyusul?” tanya seseorang di kantor.
Seperti biasa, jawabannya adalah senyuman manis yang dipaksakan. Tidak jarang saya mendapat pertanyaan yang to the point, tanpa basa-basi. Pernah suatu kali saya ditanya oleh seorang manajer di kantor tempat saya bekerja. “Apa kamu sudah punya pacar?” tanya manajer itu.
“Saat ini tidak ada, Pak!” jawabku sambil tersenyum.
“Wah, sayang sekali! Cantik-cantik tak punya pacar,” katanya sambil geleng-geleng kepala.
Ujung-ujungnya adalah senyum yang dipaksakan juga.

Sebenarnya, saya juga tak masalah disebut tak punya pacar. Walau dalam hati merasa sedikit tersinggung, saya senang karena manajer itu mengatakan ‘cantik-cantik tak punya pacar’. Berarti saya masih punya modal dong! Tanda seru keras…

Saya pikir setelah pulang kantor, tiba di kos-kosan, ngantuk, capek plus laper, saya bisa hidup lebih tenang dan nyaman alias istirahat. Saya juga tak perlu menghadapi berbagai pertanyaan yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa dan raga saya untuk sementara. Ehh, ternyata anak-anak kos yang sebagiannya mahasiswi labil asik ngerumpi masalah cowok. Ada yang menjerit-jerit sambil menceritakan seniornya yang super cakep. Ada juga yang sedih harus long distance dengan pacarnya. Ada juga yang sementara pedekate. Ada juga yang mengaku habis putus cinta. Tapi, kenapa raut mukanya tidak nampak seperti orang yang habis putus ya? Ternyata, dia yang berpaling pada cowok lain. Ada juga yang paling fenomenal yang membuat satu kos-an gempar. Dia ini termasuk senior saya sih, hanya saja dia lanjut kuliah untuk dapat gelar master. Gara-gara putus dengan cowok yang menjadi pacarnya kurang lebih empat tahun, dia menangis sampai menakut-nakuti satu kos-an. Kenapa bisa membuat takut? Karena dia menangis tengah malam. Suara tangisannya seperti suara kuntilanak, meski saya tak pernah dengar suara kuntilanak sih, cuma di TV saja. Saya tak dapat memahami perasaan senior itu karena saya sendiri tak pernah menangis sampai segitunya gara-gara cowok.

Karena saya berada di lingkungan mahasiswa dengan teman kos yang semuanya cewek, saya harus bergaul dengan cara mereka. Tapi, tidak kekanak-kanakan juga. Kadang-kadang ada yang perlu diikuti dari mereka agar tampak lebih muda. Salah satunya mengikuti bahasa alay mereka. Jomblower tak boleh kudet dong! Bahasa alay itu ternyata dapat menarik lawan jenis. Tapi, sebenarnya bukan itu juga maksud saya. Cuma ikut-ikutan saja. Siapa tahu ada yang nyangkut. Hehehe….

Nah, kembali ke kantor lagi. Saya bukan tipikal orang yang suka update status di media sosial. Entah karena tak ada kata-kata yang menarik untuk saya tulis atau karena tak ingin menarik perhatian? Entahlah… Yang jelas, gara-gara itu saya pernah ditanya oleh teman kantor.

“Saya lihat kamu jarang update status?” tanya teman kantor saya.
“Iya, saya memang tidak terlalu suka update status!” jawabku tetap dengan senyuman.
“Kamu jangan seperti itu. Kamu harus membuka diri,” kata teman kantorku itu.

Karena pembicaraan ini terjadi di toilet wanita, saya tertolong sedikit. Ketika dia berkata ‘saya harus membuka diri’, kebetulan saya sudah di dalam toilet. Jadinya, saya tak perlu mengomentari kata-katanya. Alhamdulillah…

Setelah dipikir-pikir, omongan teman kantorku tadi sepertinya agak menyinggung. Saya harap bukan prasangka buruk. Tapi, saya jadi berpikir bahwa mungkin teman saya itu menganggap bahwa saya tak membuka diri karena jarang update status. Karena jarang update status, saya jadi tak punya pacar atau lebih tepatnya tak ada yang tertarik pada saya. OMG, semoga bukan itu maksudnya. Amin.

“Apa ada orang yang beranggapan seperti itu?” tanyaku pada diri sendiri.
Sungguh sempit pemikiran orang yang beranggapan seperti itu. Apakah cinta dapat diraih hanya dengan untaian kata-kata yang tertulis di media sosialmu? Apakah jodohmu akan datang begitu saja karena merasa terpanggil dengan rangkaian status yang kamu update setiap detik di media sosialmu? Agak lebay dikit gak apa-apalah.

Jawabannya bisa iya juga sih. Tapi, kalau mau dipikir setiap orang berbeda-beda. Bisa jadi, ada seseorang yang hendak mendekat tapi langsung bergerak mundur karena status yang kamu update itu. Bisa jadi juga orang akan menganggap kamu lebay dan sebagainya. Mungkin juga ada yang penasaran denganmu. Segala kemungkinan bisa terjadi.

Selanjutnya, cerita yang baru-baru ini terjadi. Kronologisnya seperti ini, waktu itu adalah acara Family Day yang diadakan kantor saya. Acara ini diadakan di luar kantor di sebuah waterpark yang lumayan besar. Acara ini bukan hanya diikuti oleh para karyawan saja. Tapi, keluarga karyawan juga ikut serta. Namanya juga Family Day! Kalau sudah bicara keluarga, otomatis ada suami, istri, dan anak. Kurang lebih pemandangan seperti itu yang saya lihat di acara ini. Saya sih biasa-biasa aja melihat pemandangan seperti itu. Tapi, ini kemudian menjadi momok yang kurang menyenangkan bagi para karyawan yang berstatus bujang dan gadis di kantor. Kenapa bisa begitu? Begini story-nya…

Pada saat breakfast, semua orang mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh panitia. Kami bebas memilih meja mana yang akan ditempati berkumpul untuk breakfast sama-sama. Tentu saja yang sudah berkeluarga duduk bersama keluarga mereka masing-masing. Sementara kami yang masih berstatus lajang memilih untuk berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba, ada seorang karyawan senior yang menghampiri kami.
“Coba kalian lihat! Semuanya berpasang-pasangan. Kalian mana pasangannya?” kata karyawan itu sambil menunjuk ke arah karyawan yang berkumpul bersama keluarganya masing-masing.
Kami para lajang hanya tertawa dan menganggap itu gurauan semata. Iya, itu memang gurauan. Tapi, cukup menusuk juga sih. Kalau dibilang sudah mapan untuk menikah, jawabannya iya.

Bicara kemapanan, saya jadi ingat seorang teman kantor saya yang cowok. Tak apalah menceritakan sedikit tentang kisah orang lain. Saya juga tak menyebut nama.
Nah, cowok ini kebetulan baru saja beli mobil baru. Posisinya di kantor juga lumayan diperhitungkanlah. Tapi, dia belum punya pasangan sampai sekarang. Dia dilangkahi oleh banyak teman kantor cowok yang lebih muda dari dia untuk menikah. Hal inilah yang membuat ia jadi bulan-bulanan para Bapak-Bapak di kantor.

Suatu hari seorang Bapak bertanya kepada dia yang membuat beberapa orang yang mendengarkannya jadi tertawa.
“Kamu kapan menyusul?” tanya Bapak itu.
“Tunggu saja undangannya, Pak!” jawab cowok itu.
“Memangnya kamu sudah punya pasangan?” tanya Bapak itu lagi.
“Masih mencari yang tepat, Pak!” jawab cowok itu lagi.
“Saya lihat di DP kamu juga tidak pernah ada foto bersama seorang cewek. Makanya, jangan pacaran sama mobilmu. Masa foto DP kamu dan mobil terus,” kata Bapak itu sambil tertawa.
Cowok itu hanya tersenyum mendengar gurauan Bapak yang tidak lain adalah manajer di departemennya sendiri.

Intinya, cowok ini sebenarnya sudah merasa sangat tersindir dengan berbagai macam omongan tentang statusnya yang masih lajang di tengah kemapanan usia dan ekonominya. Tapi, satu hal yang saya pelajari dari dia adalah tampang santainya ketika menghadapi situasi seperti itu. Saya pikir dia membawa enjoy semua pertanyaan orang kepada dirinya. Jadinya, dia bisa move on deh.

Saya sih, belum terlalu merasakan perasaan yang begitu dalam terhadap pertanyaan orang mengenai status hubungan. Saya hanya berusaha ber-positif thinking mengenai takdir Tuhan terhadap diri saya. Saat ini yang harus saya lakukan adalah move on. Dengan begitu, saya dapat meraih impian saya. Selain itu, jangan lupa memperbaiki diri dan attitude agar orang dapat melihat dengan jelas inner beauty-mu. Pada kesempatan ini juga, saya ingin share lagi pernyataan Mario Teguh yang sangat super bagi saya. Meskipun beliau sempat tersandung masalah, tidak bisa dipungkiri kata-kata motivasinya pernah mengena di hati saya.
“Tak apa kau menolak cintaku sekarang asal studi dan karirku sukses. Karena sukses akan membawa cinta yang lebih berkelas.” (Mario Teguh)
Entah kenapa setelah mendengar kata-kata itu, saya jadi bersemangat untuk sukses dan berusaha meraih mimpi. Ini juga salah satu kunci untuk menangkal pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Terlebih ketika ada yang mengatakan kepada kita, “Jangan terlalu serius bekerja nanti tak dapat jodoh.”
Justru dengan bekerja dan sukses di pekerjaan kita, chance untuk mendapat pasangan lebih besar. Pasangan yang berkelas pula. Siapa yang tidak mau!

Semua hal yang saya ceritakan di atas mungkin hanya sebagian kecil dari kisah seorang jomblo. Saya sering menemukan status atau display picture alias DP di beberapa media sosial teman saya yang berbunyi ‘Jomblo itu pilihan, bukan nasib’. Menurut saya, kata-kata itu betul. Kenapa? Karena kita menjomblo bukan berarti tidak ada yang suka dengan kita. Bisa jadi ada sekian banyak cowok yang pernah mengantri untuk mendapatkan cinta kita. Tapi, kenapa kita memilih untuk menjomblo? Jawaban sesungguhnya hanya diri kita dan Tuhan yang tahu. Setiap orang punya alasannya masing-masing dalam menentukan sebuah pilihan.

Satu hal yang pasti bahwa segala sesuatu yang diciptakan di dunia ini berpasang-pasangan. Jadi, para jomblo jangan pernah merasa takut bahwa dirimu tak akan bertemu jodoh atau tidak akan mendapat jodoh. Itu hanyalah sesuatu yang bisa menjadi sugesti dalam hidup kamu. Ketika itu menjadi sugesti, maka otak kamu hanya akan dipenuhi pikiran-pikiran negatif dan prasangka buruk terhadap takdir Tuhan. Hal ini dapat diibaratkan dengan sistem imun atau kekebalan dalam tubuh kita. Jika itu sudah bermasalah, maka penyakit akan mudah masuk dan menyerang tubuh kita.

Intinya, para jomblower tidak boleh berkecil hati atas setiap statement yang kurang enak didengar atau kebosanan yang melanda akibat sering mendengar pertanyaan yang sama. Tunjukkan kepada mereka bahwa kita tak sendiri. Ada banyak orang dan banyak hal yang menemani keseharian kita. Semua itu berguna, baik sekarang maupun di masa yang akan datang. Ayo, biarkan aura kita yang berbicara kepada mereka semua.

Siapapun pasangan saya kelak, dia akan menjadi seseorang yang paling beruntung di dunia ini. Karena saya menyiapkan segala sesuatunya dengan baik ketika pasangan saya belum ada.
Look at me! I’m not alone! I’m a single happy!

Cerpen Karangan: Emma J.
Blog: ceritakujie.blogspot.com

Cerpen I’m Not Alone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Detak Berdetak

Oleh:
Kenalkan, aku Jean. Aku anak yang paling nakal dari banyak siswa nakal yang kalian tau! Hei, jangan remehkan aku! Aku pernah memecahkan pot bunga kesayangan guru biologiku, aku pernah

Malam Perpisahan

Oleh:
Kami saling mengucapkan selamat tinggal di seberang apartemen itu. Jalan beraspal penuh lubang-lubang dan anak-anak muda bodoh mengebutkan motornya di antara kami, saat itu jam 10 malam yang dingin

2,5 Persen Saja

Oleh:
“Intinya setiap harta yang kita miliki, wajib kita zakati. Sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW”. Terang Pak Aji di tengah penjelasannya, saat menyampaikan materi hadits bab

Matematika? Siapa Takut!

Oleh:
Dag… dig… dug, terdengar suara detak jantungku saat namaku dipanggil ibu guru untuk maju ke depan kelas menyelesaikan salah satu soal matematika. Dalam hatiku aku berkata “sial, kenapa aku

Hidup

Oleh:
Kata mereka harus begini. Tidak seharusnya aku begitu. Tapi aku tidak bisa. Semua harus sesuai rencana, semua harus di bawah kendaliku. Mereka mulai menatapku, mencela, mencerca, karena apa yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *