Imam Anak Soleh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kehidupan, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 8 September 2018

Siang ini matahari begitu terik, membuat Imam menghentikan langkah beberapa kali sekedar untuk melepaskan dahaga. Ia terus berjalan menjajahkan keripik buatan ibunya. Biasanya keripik ini begitu cepat laku dan habis terjual. Tetapi hari ini terasa berbeda sudah pukul 15.00 WIB satu keripik pun tidak ada yang laku. Ia tidak begitu saja menyerah. Banyak alasan yang membuat ia terus berjalan untuk menjual semua keripik ini. Imam punya kesabaran yang luar biasa ia pantang menyerah dan tak kenal lelah. Hanya satu sebab yang membuat ia berhenti yaitu adzan ashar yang berkumandang memanggilnya untuk menunaikan kewajiban. Kali ini sholatnya tidak begitu khusyu iya tetap saja memikirkan tentang ini. Melihat ke arah kantong kresek itu seperti melihat wajah ibunya. Matanya berkunang-kunang.

“Ibu andai saja semua keripik ini telah terjual maka aku bisa pulang dengan bahagia melihat wajahmu yang tersenyum tulus.”

Tetapi itu seperti harapan yang sulit terjadi. Bahkan ketika hari sudah hampir gelap tidak ada seorang pun yang membeli. Aku malu untuk pulang dan aku juga tak tega berkata tentang ini ke ibu. Apa yang harus aku lakukan?
Bagiku ibu adalah orang yang sangat luar biasa. Ia bisa menjadi 2 sosok yang berbeda. Di rumah ia mampu menjadi sosok ibu yang lemah lembut dan perhatian. Tetapi di luar ia mampu menjadi sosok ayah yang kuat dan tegar. Selama ini kami hanya tinggal berdua saja tanpa ada sosok kepala keluarga di tengah-tengah kami. Tetapi hal Itu tidak pernah membuat ibu dan aku menjadi patah semangat. “Aku selalu berdoa kepada Allah agar ayah di tempatkan di surga firdaus.”

Sesampainya di rumah aku ketuk pintu dan mengucapkan salam “Assalamu’alaikum”.
“Waalaikumasalam anakku”.
Aku langsung mencium tangannya “Bu maafkan aku karena semua keripik kita tidak laku.”
“Alhamdulillah nak semua rezeki datangnya dari Allah, kamu ingat ayah selalu mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun.”
“Iya bu.”
“Di balik ini semua Allah memberikan hikmah untuk hamba-hambanya yang mau berfikir. Percayalah nak esok pasti kita akan kenyang, ayo kita sholat dulu.”
“Iya bu.”

Tok.. tok.. “Assalamualaikum”..
“Waalaikumsalam”
“Bu mira ini ada ikan goreng kebetulan suami saya tadi mancing dapat ikan lumayan banyak.”
“Alhamdulillah nak Allah jawab doa kita.”

Cerpen Karangan: Tomy Ardiansyah
Blog / Facebook: tomycerita.blogspot.com / tomy Ardiansyah
Nama: Tomy ardiansyah
TTL: Palembang / 29 Mey 1995
Moto: Lebih baik.. lebih baik.. lebih baik..
Blog: tomycerita.blogspot.com tomypuisi.blogspot.com

Cerpen Imam Anak Soleh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


17:00

Oleh:
Wanita tua itu masih terdiam di beranda runahnya bersama secangkir teh hangat di kanannya. Tangannya yang telah keriput telah menunjukkan umurnya yang telah lama, setengah abad lebih enam tahun

Uang Untuk Operasi Istriku

Oleh:
“Maaf mas, Tapi saat ini saya masih belum bisa bantu, Bukanya saya tak memiliki uang, tapi uang yang saya punya juga sedang saya butuhkan untuk biaya sekolah anak saya

Langit Romantis Di Bumi Radikal

Oleh:
“Berikan akoe sepoeloeh pemoeda, maka akan koegoentjangken doenia” terdengar lamat-lamat suara Sastro lewat corong toa dari kejauhan. “Masih untung ada anak muda seperti Sastro dan kawan-kawannya yang sudi menjadi

Hadiah Dari Emak

Oleh:
Namanya Nana Anisa, dipanggil Nana. Seorang gadis yang cantik. Ibunya Eti bekerja sebagai penjual bakwan dan tempe goreng. Sehari dia mendapat uang Rp 12.000 dari hasil penjualannya. Nana sekarang

Bangkit

Oleh:
Aku berjalan menyusuri lorong malam sepi nan gelap. Pandanganku pada langit tua. Cahaya bintang berkelap kelip mulai hilang oleh kesunyian malam. Cahaya bulan malam ini begitu indahnya. Hari ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *