Impian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 8 February 2016

Ini adalah kisah dari seorang gadis lugu yang mempunyai sejuta impian di dalam dirinya, namanya Zahra setiap menjelang fajar menyingsing dari balik gelapnya malam ia sudah siap dengan sekeranjang dagangan buahnya yang segar. Zahra adalah putri ketiga dari tujuh bersaudara meski hidup dalam dunia yang serba kekurangan tetapi ia memiliki tekad yang kuat untuk mengenyam bangku sekolahan.

Setiap pagi sebelum ke sekolah ia sempatkan untuk membantu ibunya membawa barang dagangan ke pasar dan ayahnya adalah seorang petani penggarap di kebun orang lain kadang kala ia juga membawa beberapa dagangannya ke sekolah untuk dijual, meskipun selalu diejek teman dan dimarahi guru semangatnya untuk sekolah sambil berjualan sangat besar karena setidaknya dengan hasil penjualannya itulah ia bisa meringankan sedikit beban kedua orangtuanya yang harus menghidupinya dan keenam saudaranya dagangannya pun bermacam-macam setiap musimnya.

Setelah pulang sekolah Zahra tidak langsung pulang ke rumah dia menyempatkan diri singgah ke pasar hanya untuk sekedar menengok atau untuk membantu ibunya berjualan dan biasanya sampai petang hari meskipun dia disibukkan dengan semuanya itu, Zahra tetaplah seorang anak yang berprestasi setiap tahunnya dia selalu mendapatkan ranking terbaik di kelas. Meskipun sangat melelahkan untuk Zahra, ia tak pernah letih untuk menjalani hidup karena jauh di dalam hatinya ia masih punya beribu-ribu impian yang harus ia wujudkan dan untuk menggapai cita-cita seluas ia bisa memandang.

Meskipun disibukkan dengan semua itu, Zahra tetaplah serang anak-anak, selepas pulang dari pasar ia sempatkan untuk bermain dan bercanda gurau dengan saudaranya sebagai pelepas penat dan letih. Jika hari libur tiba, Zahra juga tidak pernah bermalas-malasan. Dia dan saudara-saudaranya selalu pergi ke kebun giliran untuk membantu ayahnya di sana. Zahra tak pernah mengeluh kalaupun ia sedih dan ingin menagis atas semua takdirnya yang kurang baik, pasti akan ditahan untuk adik-adiknya selain itu pun Zahra sadar bahwa Allah Swt itu maha adil akan segala sesuatu dan di balik semuanya ini, pasti akan ada pertolongan dari-Nya.

Hari demi hari Tahun demi tahun, kini sang Zahra kecil sudah beranjak dewasa dan sekarang telah berkuliah di salah satu Perguruan Tinggi ternama di daerahnya yang tinggal selangkah lagi akan memangku gelar sarjana dengan nilai terbaik. Dia bisa sampai di sini karena semangat yang tinggi untuk pantang menyerah dalam segala hal. Selain mendapat beasiswa Zahra juga dibiayai oleh kakaknya yang sekarang adalah seorang Dokter terkenal sama dengan Zahra kakaknya juga adalah seorang gadis pekerja keras yang mampu membiayai adik-adiknya untuk bersekolah. Dan mulai sekarang Zahra bersama-sama dengan kakaknya akan berusaha lebih keras lagi untuk dapat menjadi orang yang sukses dan dapat membahagiakan kedua orangtua serta mengangkat derajat keluarganya.

Cerpen Karangan: Nurun Annisa Kh
Facebook: Nurung Annisa
Umur 14 tahun dan sekolah di mtsn Tinambung, kelas IX H.

Cerpen Impian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kembar Yang Terpisah

Oleh:
Halo namaku Arimbi! Aku punya sahabat namanya itu hampir sama kayak namaku, namanya Marimbi. Muka kami hampir sama, tanggal lahir kami sama lebih tepatnya tanggal 23 maret. Kami lahir

Kaila dan Naila

Oleh:
Kaila Nadhifa dan Naila Khadifa namanya. Yap, Naila dan Kaila. Meski mereka kembar IDENTIK, tapi SIFATNYA sangatlah beda! Ups, ralat. Kecuali satu, TOMBOI. Ya, mereka sangat lah tomboi. Tapi

Manusia-Manusia Trotoar

Oleh:
“Pak, Bu, Mbak! Tolongin ibuku, Mas! Kumohon! Aku nggak bohong.” Orang-orang masih saja lalu lalang melewati trotoar depan minimarket itu. Seorang gadis kecil semakin keras menangis sambil memeluk ibunya.

Kertas Kosong

Oleh:
Sunyi yang selalu menemani malam ku beserta nyanyian jangkrik di sekelilingku. Hampa sudah terasa, pupus sudah smuanya dan kini ku hanya mengharapkan kenangan yang telah sirna itu. “Dooorrr….!” Seketika

Negeri Para Robot

Oleh:
“…mereka tak punyai hati nurani sebab mereka semua robot” Sudah kurang-lebih 8 jam lamanya kami berada di atas awan. Di dalam sebuah pesawat komersil milik perusahaan penerbangan negeri kami.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *