Kami Tidak Sehina Yang Kalian Kira

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Remaja, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 June 2018

Kalian semua pasti tau apa itu cinta di SMA? Ya, tentu saja, bahkan sebagian orang telah merasakannya. Itu yang aku rasakan sekarang, berawal dari sebuah cinta di SMA yang katanya semanis brownies. Oh ya, namaku Reina kamila putri, aku bersekolah di sekolah yang cukup terkenal di jakarta ya sekitar tahun 2006.

Kisah ini aku mulai dari sebuah sekolah di SMA, cinta pertama yang aku dapatkan. Ia bernama rendi, dia begitu baik padaku, aku ingat sekali saat dia membantuku membersihkan kelas, menemaniku membaca buku, membantuku mengerjakan PR, dan hari itu, dia berkata “rei? Lo mau gak jadi pacar gua?” Semenjak saat itu kami resmi berpacaran.

Aku begitu bahagia bersamanya, dia menemaniku disaat suka maupun duka, dia selalu menemaniku berjalan jalan di taman, menghabiskan waktu senja bersamanya, membelikanku es krim, menemaniku membaca buku. Dia sosok pria yang sangat baik, aku begitu nyaman bersamanya. Sampai akhirnya dia berubah dan aku tidak tau apa alasannya.

Rendi sudah tidak menghubungiku selama dua bulan, aku selalu mengirim pesan kepadanya tapi tak ada balasan apapun, aku juga sudah meneleponnya tapi tak ada jawaban apapun, aku sangat merindukannya jadi kuputuskan menemuinya di kost tempat ia tinggal.

Sesampainya di sana, aku melihat dia sedang mabuk, aku pun menghampirinnya. “kamu ngapain sih ren?” ujarku kepadanya, “eh kamu rei” katanya dengan sedikit bingung, “kamu ngapain sih minum minum kayak gini?” kataku dengan kesal. Tiba-tiba dia menarikku ke kamar, dan melucuti seragam SMA ku, “ren kamu mau apain aku!” kataku sedikit cemas, “udah, kamu diem aja ya cantik” ujarnya dengan keadaan mabuk. Dia melakukan hal yang tidak senonoh kepadaku, dan hari itu juga aku kehilangan keperawananku.

Aku pulang dengan berlinang airmata, aku tak menyangkanya orang yang aku percaya akan menjagaku ternyata telah merenggut kehormatanku, merampas mahkotaku, aku sangat bingung apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin pulang dalam keadaan begini. Jadi kuputuskan untuk tinggal bersama temanku, pasti kalian tau? Jika wanita yang sudah kehilangan keperawannya akan dianggap jelek, bahkan dikucilkan.

“jika wanita yang kehilangan keperawannya dianggap hina, lantas bagaimana dengan yang terpaksa kehilangan kehormatan? Yang bahkan mereka tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini? Dan jika memang benar, KAMI wanita yang kalian anggap hina ini telah kehilangan sebuah mahkota kebaggaan. Lantas bagaimana jika jari dan kemaluan laki-laki dirantai saja?”

“Cerita ini untuk para wanita… Yang terpaksa kehilangan keperawanannya”

Cerpen Karangan: Anggitha Dwi Rahayu
Blog / Facebook: Anggitha Dwi Rahayu
makasih udah baca cerpen dari aku

Cerpen Kami Tidak Sehina Yang Kalian Kira merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hantu Kamar Mandi

Oleh:
“Hayo.. Kalau bak duduk! Jangan berdiri! Setelah selesai disiram yang bersih!” suara serak kakek tua itu kembali terdengar dengan begitu jelas di telinga Romi dan Didu. Sudah tiga kali

Bisakah Aku Melihatmu Lagi

Oleh:
“Kay, kamu kenapa lagi? Aku sudah beberapa kali melihatmu seperti ini.” Kata Elly, sahabatku. Aku Kay, aku berumur 16 tahun saat ini. Aku sudah belakangan ini sakit, dan sering

Ketika Cinta Bertanya

Oleh:
Sudah 5 tahun lebih, aku mengagumi gadis itu, gadis yang humoris, selalu ceria, tersenyum, walaupun ketika ia bersedih. Dia sahabatku sejak 5 tahun lalu, namanya cantika ayu pratiwi, sebenaranya

Biarkan Aku Bermain Bola

Oleh:
Aku bernama Putra Alfizar. Panggil saja putra. Aku duduk di kelas 2 SMP. Aku sangat hobi bermain sepak bola hingga aku ikut ekstrakulikuler futsal di sekolahku. Namun aku ikut

Penggila

Oleh:
Lelaki itu duduk tak tenang pada batu cadas yang keras, sekeras deru debam kendaraan yang lalu lalang pada mulusnya Pantura yang tak pernah lengang. Sinar mentari pagi yang mulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *