Kebaikan Cinta Rp.1000,-

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 28 May 2016

Semburat cahaya di petang hari ini mulai merasuki sela-sela dinding rumah Aya. Aya yang saat itu sedang duduk di tempat makan menunggu kedatangan kakak tunggalnya, Imran itulah namanya.

“Bang Imran ke mana ya, jam segini kok belum pulang?” tanya Aya ke dirinya sendiri dengan nada cemas.
Aya yang saat itu masih SMP, menyempatkan waktu untuk belajar sambil menunggu kedatangan abangnya. Setelah lama menunggu akhirnya Imran datang dengan wajah yang lelah, wajar saja semenjak dia lulus SMA dia memutuskan diri untuk kerja sebagai pelayan restaurant untuk membiayai Aya sekolah.
“Bang Imran lelah? Abang mandi dulu Aya sudah siapkan air hangat dan makan malam untuk kita berdua,” kata Aya dengn perhatian.
“Iya Aya, abang mandi dulu,” kata Imran sambil menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Aya dan Imran makan malam, sambil membicarakan langkah ke depan untuk kehidupan mereka berdua sebagai anak yatim piatu.

“Bang, maaf ya, abang sekarang gak bisa kuliah karena abang harus biayai sekolah Aya,”
“Iya Aya sayang, Aya tabungan Rp.1000,- yang selalu kita simpan belum kamu ambil kan, itu satu-satunya harta peninggalan ibu Aya.”
“Iya bang, Aya belum mengambilnya sedikit pun, Aya minta abang lanjutin kuliah aja bang, biar Aya biayai sekolah Aya sendiri.”
“Jangan Aya, biar abang membiayai Aya sekolah dulu.”
Aya yang semakin hari semakin merasa bersalah mencoba membantu abangnya, dan sekarang Aya berjual kue lapis yang pernah di ajarkan ibunya dengan harga Rp.1000,-. Imran yang awalnya tidak mengetahui marah melihat tindakan Aya.

“Abang cuma mau Aya belajar dan menjadi orang yang sukses Aya cuma itu,”
“Maaf bang, Aya cuma mau bantuin abang kalau aku tiap hari bisa menghasilkan uang Rp.1000,- per kue lapisnya bukankah Aya bisa menambah tabungan kita yang awalnya Rp.1000,- bisa menjadi Rp.10.000,- atau bahkan Rp.100.000,-.”
“Baiklah abang izinkan Aya berjualan tapi jangan sampai mengganggu sekolah kamu Aya.”
“Makasih abang, bang tadi Kak Mey ke sini dan titip ini buat abang, surat cinta kali bang,”
“Heleh, kamu itu mana mungkin, Kak Mey itu anaknya orang super kaya, udah kamu belajar aja, kamu belum cukup umur,”
Aya menuruti permintaan abangnya, dan Imran kini hanya terdiam melihat sebuah amplop di depan matanya, jelas sekali ini benar seperti dugaan Aya, ini surat cinta tapi saat Imran membuka dan membaca isi suratnya Imran justru tertunduk sedih dan dia justru langsung ke kamarnya.

Pagi hari yang indah, Imran telah menyiapkan sarapan untuk adiknya, dan menuliskan pesan ke Aya bahwa ia harus berangkat pagi, tapi bukan untuk ketemu clien seperti orang kaya tapi dia ingin mengejar Mey yang saat itu telah hendak pergi ke singapura. Imran pun langsung pergi ke bandara, dia hanya ingin melihat Mey pergi dia tahu, tidak mungkin ia mendekati Mey karena ia sedang bersama orangtuanya. Namun tiba-tiba Mey melihat Imran ia langsung memberi kode bahwa Aya akan ke dekat Imran, hanya ucapan terakhir Mey yang diingat Imran saat itu, “Imran, kamu harus janji kamu akan perjuangkan cinta kita, dan kamu harus jaga Aya dengan baik.”

Imran masih berlarut dalam kesedihan, hingga saat ia berhenti di sebuah tempat makan, seorang kaya raya yang mau makan di tempat pinggir jalan, sedang bingung karena ia kekurangan uang Rp.1000,- untuk membayar makanannya maklum dia hanya membawa atm.

“Biar aku aja mbak yang bayar, uang Rp.1000,- kan bisa buat sedekah,”
“Makasih banyak, Nak.”

Sejak saat itu Imran selalu mendapatkan simpati dari bapak itu yang namanya Mr. Sremith. Entah kenapa Mr. Sremith begitu sayang dengan Imran apalagi sejak Imran menceritakan begitu bahagianya hidupnya dengan uang Rp.1000,-. Bahkan saat itu Mr. Sremith bersedia membiayai Imran kuliah di singapura dan juga membiayai Aya sekolah karena ternyata Ayah Imran adalah sahabat dekat Mr. Sremith bahkan Ayah Imran lah yang dulu sering memberi tambahan modal untuk Mr. Sremith, bahkan uang itu hanya berasal dari tabungan Rp.1000,-. Kehidupan Imran kini lebih bahagia dengan kehadiran seseorang yang ia cintai dan dia juga bisa membahagiakan adiknya tercinta semua berkat Allah SWT dan hal kecil yang bernama Rp.1000,-.

Cerpen Karangan: Lisa Frikugeana
Facebook: Lisa Frikugeana

Cerpen Kebaikan Cinta Rp.1000,- merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Disiksa Pacarku

Oleh:
“Wi, aku sudah terlanjur mencintainya. Aku gak bisa ngelepasin dia begitu aja” ucap temanku Nisa di dalam pesan singkat yang kubaca di layar handphone ku. Aku berusaha meyakinkan dia

Jika Benci

Oleh:
Ranu adalah pegawai baru disebuah perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa. Ia diterima sebagai salah satu staff keuangan. Bidang yang sangat baru baginya. Meskipun ia kuliah jurusan yang sama

Pencopet dan Narapidana Sel

Oleh:
“Copet! Copet! Itu ada copet! Tangkap sebelum ia kabur!” kata salah satu warga. Keringat bercucuran deras dari dahi si pria. Baju lusuhnya sudah basah seperti habis mandi. Nafasnya menderu

The Old Man

Oleh:
Kulihat dia sedang duduk di bangku taman itu lagi hari ini. 3… 4? Ya, sudah 4 hari berturut-turut aku melihatnya. Pria tua yang sudah berambut putih itu. Sedang apa

Panutan Sampai Akhir Hayat

Oleh:
Ayahku adalah seorang yang pekerja keras, dia berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan keluarganya, karena sebab itu ibu selalu mengajarkan kepada kami, agar kami tidak menjadi anak yang sering berfoya-foya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *