Kebodohan Nyonya Vinvy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 3 May 2016

Nyonya Vinvy adalah istri seorang pejabat tinggi di daerahnya. Ia sangat sombong, tetapi bodoh. Ia gemar mengoleksi lukisan karya pelukis ternama. Ia tak mau kalah dengan istri pejabat lainnya. Padahal, ia tidak mengerti bagaimana menilai bagus tidaknya sebuah lukisan. Suatu hari, Nyonya Vinvy datang ke rumah Ronny, seorang pelukis asal Bali beraliran abstrak yang sangat terkenal. Benda yang dilukisnya tidak sama dengan aslinya. Bahkan, terkesan seperti benang kusut saja. Nyonya Vinvy memesan sebuah lukisan potret diri. Tawar-menawar pun terjadi. Akhirnya, Nyonya Vinvy bersedia membayar Ronny dengan harga 2 juta rupiah. Ronny pun membawa Nyonya Vinvy ke studionya. Mula-mula, Ronny membuat sketsa di atas kanvas, lalu memberi warna di sana-sini. Tidak lebih dari setengah jam, sketsa berwarna lukisan itu pun selesai.

“Tahap pertama telah selesai. Nyonya boleh pulang dulu. Saya tinggal menyempurnakan saja. Dua minggu lagi lukisan ini selesai.” kata Ronny kepada Nyonya Vinvy.

Pada hari yang ditentukan, Nyonya Vinvy datang ke studio itu. Kali ini, ia ditemani kucing Persia kesayangannya, Vanne. Ronny membuka selubung penutup lukisan. Nyonya Vinvy mengamati dengan saksama. Ia tidak memberi komentar. Tapi, justru mengajak kucingnya bicara.
“Vanne, lihat lukisan itu! Apakah itu lukisan majikanmu?” tanya Nyonya Vinvy. Vanne mengamati lukisan itu tanpa mengeluarkan suara apa pun.
“Maaf. Aku tak bisa menerima lukisan itu karena sama sekali tak mirip denganku. Buktinya, Vanne tidak mengenalinya.” kata Nyonya Vinvy.

Sebenarnya, itu hanya akal bulus Nyonya Vinvy agar Ronny menurunkan harga. Akan tetapi, Ronny juga tidak kekurangan akal. Ia tidak mau terjebak akal bulus Nyonya Vinvy. Namun, ia tidak tersinggung atas perkataan Nyonya Vinvy. “Maaf, Nyonya. Tampaknya ada sedikit kesalahan. Saya akan memperbaikinya segera. Kembalilah besok dan Nyonya akan melihat sebuah lukisan yang benar-benar mirip Anda.” kata Ronny sambil tersenyum sedikit.

Esok harinya, pagi-pagi sekali Nyonya Vinvy sudah kembali ke studio. Begitu masuk, Vanne langsung lompat dari pelukan Nyonya Vinvy. Ia menggoyang-goyangkan ekornya. Kemudian, menjilat-jilat lukisan Nyonya Vinvy. Vanne tampak begitu semangat. Melihat itu, Nyonya Vinvy terpaku. “Wah, bagus bangat lukisan ini! Benar-benar mirip denganku. Aku sangat menyukainya. Bungkuslah dan antar ke rumah.” kata Nyonya Vinvy dengan senyum paksaan. Nyonya Vinvy langsung membayar harga lukisan sesuai perjanjian. Bahkan, memberi bonus yang cukup besar. Setelah Nyonya Vinvy pergi, Ronny tersenyum puas.

“Ah, mudah sekali Nyonya Vinvy ku akali. Padahal, aku cuma mengolesi lukisan dengan kuah ikan sarden. Aroma dan rasanya, wow. Telah membuat si Vanne berselera hingga menjilatinya. Hehehe.” tawa Ronny.

Cerpen Karangan: Cindy Flowencya
Facebook: Lyssa Tjhangela
Helo, Friends! Namaku Cindy Flowencya. Aku menulis cerpen ini agar tidak ada orang yang ingin menjadi orang bodoh. Thank you.

Cerpen Kebodohan Nyonya Vinvy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pemuda dan Belatinya

Oleh:
Pada musim yang tak menentu, terlihat seorang pemuda pengelana waktu yang selalu ditemani dengan gitar antiknya. Berkelana menyusuri tiap jengkal cahaya semesta, tiap bait langkah yang terinjak meninggalkan beribu

Sarjana Kalkulator

Oleh:
Akulah si sarjana kalkulator. Di dunia ini, hanya aku yang memiliki gelar tersebut. Semenjak aku berhasil menyelesaikan pendidikanku dan berhasil juga menyematkan gelar tersebut di belakang namaku, aku semakin

Kesederhanaan Sebuah Cita-Cita

Oleh:
Sore yang indah, ditemani oleh bunyi ombak dan semilir angin yang kian beriringan dengan suara daun kelapa yang tak mau berhenti untuk melambai. Suasana tenang disini setidaknya dapat mengurangi

God Says

Oleh:
Masa muda adalah masa dimana anak-anak muda sedang mencari jati diri mereka, masa dimana hidup untung kebanggaan mereka, masa dimana mereka ingin menunjukkan eksistensinya. Dengan satu tujuan untuk menyatakan

Hujan Pasti Berlalu

Oleh:
Awan hitam seakan mengurung dinginnya pagi Burungpun enggan keluar Masih bertahan di sarangnya Ayam ayampun enggan berkokok Kamis 31 agustus 2017 Tak terasa sudah 3 bulan lulus dari sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *