Koruptor

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 6 June 2016

“Mungkin itu yang dikatakan ibu. Orang-orang telah memberinya uang dan kemudian melarikannya melalui jalan yang dipilihnya. Apa boleh buat, semua telah terlambat”. Melihat penjelasanku, Ali menjawab “Hmm, sepertinya itu juga bagian dari negeri kita”. Ali ternyata telah mengetahui. para tikus berdasi tersebut telah merampas hak-hak rakyat dan menggunakan berbagai jalan untuk melarikannya.

Mungkin, hampir semua orang mengetahui, siapakah koruptor itu. Semua orang pun sepertinya mengetahui, apa perbuatan seorang koruptor. Ya, korupsi. Bagiku, koruptor adalah seorang yang sepatutnya dihukum seberat-beratnya.

Pada suatu hari, seorang tamu mendatangi rumah tetanggaku. Pintu rumah tetanggaku pun dibuka oleh pemilik rumah. Tetanggaku tiba-tiba kaget dan takut bukan kepalang. “Loh, kok sama sales takut, apa belum bayar kreditan ya…”. Pikirku. Ternyata 2 orang tersebut adalah anggota kepolisian. “Jangan bergerak”. Gertak seorang polisi. “Anda telah terduga menjadi koruptor!”. Hah… Apa.. Tetanggaku koruptor, mana mungkin. Pak Hadin, begitulah panggilan tetanggaku itu. Tetanggaku dikenal baik oleh keluargaku dan orang-orang sebagai sesorang yang baik dan peduli terhadap tetangganya. Para tetangganya pun tidak percaya kalau dia koruptor.
Walaupun sebenarnya tetanggaku ingin bertanya kepada polisi bahwa apakah terjadi salah tangkap. Polisi telah menjawabnya terlebih dahulu. Para polisi tersebut membawa barang bukti berupa 5 koper besar dari dalam rumah dan mengambil 3 buah mobil yang disinyalir uang pembeliannya dari hasil korupsi. Kupikir hanya 2 orang saja, tetapi ada sekitar 20 lebih polisi menggeledah isi rumah. Tetanggaku pun semakin banyak berkerumun.

Pak Hadin pun dibawa ke mobil polisi diikuti istri dan anak Pak Hadin. Hmm, kalau sudah takdirnya, mana mungkin bisa menolak. Perkataanku dalam hati. Ternyata, tetanggaku yang kukenal baik dan dikenal sebagai orang yang baik di masyarakat adalah seorang koruptor. Sebenarnya, aku kasihan pada tetanggaku tersebut, tetapi apa boleh buat, koruptor memeng perusak tatanan bernegara dan pengambil uang negara secara diam-diam dan illegal, hanya untuk memuaskan dirinya dan golongannya.

Koruptor harus ditindak tegas. Mungkin ada hal lain yang mengharuskan koruptor tidak harus ditindak, seperti adanya uang suap di belakang panggung (publik). Koruptor memang perusak bangsa. Dengan berbagai cara, mereka menyelundupkan dan mengurangi uang yang harus disetorkan pada rakyat. Seperti itulah sepertinya pikir rakyat Indonesia.

Cerpen Karangan: Wildan Hasibuan Amriansyah
Facebook: Wildan Hasibuan Amriansyah

Cerpen Koruptor merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keyakinan Adalah Kekuatan

Oleh:
Di sebuah rumah makan di pinggir jalan. Aku melangkahkan kakiku sambil membawa amplop berwarna coklat di tanganku. Amplop itu berisi surat lamaran kerja. Yah! Waktu itu usiaku baru 15

Inilah Nasibnya

Oleh:
“Jammie!!”, Ibunya memanggil seperti biasanya. Selalu dalam nada tinggi dan penuh emosi. “Ya Tuhan, Jammie!! Kenapa kau selalu mengabaikan panggilan Ibu?!”. Wanita bertubuh kurus tinggi dan beberapa kerutan tampak

Pelangi

Oleh:
Pagi yang cerah matahari terbit dari ufuk timur. Sinarnya menembus rimbunnya pepohonan di desa yang indah, desa tempat Nina dan keluarganya tinggal. Akhirnya desa itu mendapatkan hangatnya mentari pagi

Catatan Harian Ari Si Anak Retail (Part 1)

Oleh:
14 September 2006. Azan subuh berkumandang, meneriakkan gema ta’zim untuk melakukan kewajiban menghadap sang kuasa. Gema tersebut terngiang di telingaku, mengumandangkan suasana ridho dan ikhlas dalam menghadapi hidup. Setengah

Kisah Negeri Ku

Oleh:
Di sebuah rumah besar, tinggalah seorang ibu bernama Pertiwi bersama jutaan anaknya. Ibu Pertiwi diketahui memiliki harta yang begitu berlimpah. Sehingga dengan kekayaan tersebut, ia mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *