Ksatria Zaman Edan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Kehidupan, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 6 October 2017

Beratus-ratus tahun setelah perang batarayudha, kehidupan di bumi tidak juga lepas dari peperangan. Perang saudara masih berkecamuk dimana-mana, Afganistan, Israel-palestina, Poso. Perang Baratayudha, perang besar yang dewa harapkan dapat menjadi hikmah bagi umat manusia untuk hidup toleran sesama manusia sepertinya hanya menjadi sekedar pertunjukan hiburan dalam pertunjukan wayang. Dewa-dewa sendiri seringkali menyesal dengan banyaknya kematian para ksatria di padang kurusetra yang mengakibatkan krisisnyaa jiwa-jiwa ksatria di atas bumi ini. Rasa penyesalan tersebut tergelincir dari mulut dewa wisnu saat bincang-bincang santai bersama dewa-dewa lainnya di bale-bale depan kayangan.

“Jiwa-jiwa ksatria sudah pudar dari muka bumi ini, hampir tidak ada malahan. Sekarang ini bumi di penuhi hanya oleh kaum Brahmana dan Sudra. Mereka yang berjiwa brahmana kerjanya asik mencari hakikat diri dan berfilsafat yang tidak juga ada habisnya. Minim progress !, bagaimana dunia bisa berkembang?”

Kata dewa wisnu sambil menikmati hisapan cerutu kuba dan menyeruput kopi lampungnya sore itu.

“loh, kalau soal kerja kan kita sudah punya kaum sudra”

Dewa siwa coba menimpali pernyataan dewa wisnu

“hah sudra itu sukanya main keroyokan, tiap muncul ramean, kalau ditanya siapa yang bertanggung jawab pada gerakan mereka semua kabur. Berlindung di balik nama gerakan. Lagi kaum sudra tidak punya skill khusus, jadi tidak punya harga jual. Dikompor-kompori sedikit saja sudah panas. Jadinya gerakan yang timbul justru destruktif bukannya konstruktif”

Mendengar argumentative dewa wisnu, dewa-dewa lainnya hanya manggut-manggut meng-iyakan. Akhir-akhir ini dewa memang kurang kerjaan, sudah jarang ada manusia sakti yang mampu memanggil dan meminta bantuan dewa seperti zaman dulu. Sehingga setiap hari para dewa hanya mengisi harinya dengan duduk-duduk sambil ngobrol ngalor-ngidul layaknya mahasiswa tingkat akhir. Segala hal bisa jadi keresahan untuk sekedar jadi bahan diskusi, dikaji sampai panas, menimbulkan banyak pro-kontra, dan berhenti sendiri kalau sudah capek tanpa menemukan kesimpulan. Tetapi untungnya diskusi dewa kali ini tidak seperti biasanya, ada satu kesimpulan dari diskusi dewa-dewa sore ini.

“Para Ksatria Mahabarata harus berenkarnasi dan bangkit lagi di atas bumi ini !” kata Dewa wisnu. Jelas saja ide itulangsung memancing protes dari dewa-dewa lainnya.

“Wah bahaya itu, bisa-bisa terjadi perang baratayudha season 2” kata dewa Indra

“ya bahkan bisa lebih besar, zaman sekarang sudah ada nuklir dan bom atom, sekali mereka semua perang,habis sudah seluruh bumi ini” timpal dewa lainnya

“tenang sodara-sodara, Begini bagaimana kalau kita cukup menghidupkan satu ksatria saja. Namun ksatria ini memang memiliki kualitas yang cukup mumpuni untuk mengajarkan jiwa-jiwa keksatriaan di atas bumi ini” ide dewa syiwa langsung diterima oleh majelis tersebut.

Pertama-tama jelas dewa mengutus ksatria utama dari kisah mahabarata. Ksatria karismatik yang biasa disebut lelanang ning jagad, Arjuna. Arjuna memang luar biasa, selain skill memanah yang tiada tandingannya, ketangguhan arjuna dalam mengemban amanah pun patut di acungi jempol. begitu sampai di bumi Arjuna langsung bekerja keras. Berjuang memerdekakan sebuah bangsa yang 3,5 abad lamanya terjajah. Bukan hanya itu, ketika bangsa-bangsa dibumi mulai jatuh mentalnya karena terus di teror oleh ideologi-ideologi kapitalis versus komunis, yang tidak mereka mengerti asal-usulnya, Arjuna justru membuat kubu baru yang menyebarkan ajaran ksatriaan pada bangsa-bangsa lainnya.

“kita memang bukan bangsa besar, tapi kita punya harga diri untuk tidak di injak-injak, kita bangsa merdeka !”

Teriak arjuna di atas podium. Semboyan-semboyan yang arjuna lontarkan dari atas podium selalu mengena di hati rakyatnya. Seperti lesatan panah gandewanya yang selalu tepat sasaran. Tidak perlu menunggu lama sampai negara yang dipimpin oleh Arjuna berkembang dengan pesat.Walau tergolong Negara yang masih baru menyeruput kemerdekaan, tetapi Negara yang dipimpin oleh Arjuna telah menjadi Negara yang disegani oleh Negara-negara besar di dunia.

Dewa-dewa tertawa senang melihat kesuksesan Arjuna, memang tidak pernah salah pilih untuk menurunkan Arjuna di zama edan ini.

Namun setelah 20 tahun di turunkan ke bumi, tingkah Arjuna semakin lama semakin semena-mena, Walau masih karismatik tapi Arjuna tidak diagung-agungkan rakyatnya seperti dulu. Lama-kelamaan si lelanang ning jagad justru kehilangan sifat ksatrianya, malah sifat lanangnya saja yang semakin menjadi-jadi. Loh kok bisa?

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut dewa-dewapun turun ke bumi untuk bertanya langsung kepada Arjuna di istana negaranya.

“Bung Arjuna, lama-kelamaan kok ya saya lihat bung semakin jauh dari sifat-sifat ksatria. Ada apa? Kalau kami lihat-lihat Bung akhir-akhir ini malah sibuk menggoda wanita saja”

Arjuna jelas saja kaget setengah mati sewaktu dirinya disambangi dan ditegur oleh dewa-dewa yang tiba-tiba muncul begitu saja dari kayangan. Wajah sang ksatria langsung memerah malu karena merasa bersalah.

“duh maafkan hamba tuan-tuan dewa, perempuan-perempuan zaman ini sudah ayu-ayu tenan. Kimcil-kimcil pada joss poll lah, lebih menggoda daripada bidadari kayangan. Saya jadi ndak tahan”

Mendengar jawaban Arjuna, dewa-dewa hanya bisa geleng-geleng. Memang sesempurna apapun manusia pasti punya titik lemah, bahkan ksatria sekelas Arjuna.Arjuna yang di masa hidupnya dulu pernah bisa tahan dari godaan wanita berkemben rupanya tekuk lutut juga kalau sudah dihadapkan dengan seragam putih abu-abu. Dewa akhirnya memutuskan untuk mengembalikan Arjuna ke dunia Mahabarata lagi, sebelum sang ksatria tercoreng nama baiknya dan berubah menjadi contoh buruk anak-anak muda.

Kandidat kedua dalam misi pengiriman Ksatria Mahabarata ke bumi jelas harus bisa tahan dari godaan yang telah menaklukan Arjuna. Maka diturunkanlah Bima. Ya Bima di anggap kandidat yang aman untuk diturunkan ke bumi ini. Selain kemampuan dan skil bima tingkatnya tidak jauh dari arjuna, Bima juga lebih suka wanita-wanita perkasa seperti istrinya yang raksasa, dibandingkan kimcil-kimcil menggemaskan ala bintang korea. Bimapun di turunkan ke bumi, Dewa-dewa merasa lega karena Bima memang tidak seperti arjuna yang mudah tergoda wanita. Bima yang perkasa memang lebih suka berlatih dan mengasah kemampuan diri. Hidupnya dihabiskan dalam dunia kemiliteran.

Sekali lagi Negara yang dipimpin oleh tangan pandawa berkembang pesat. Pembangunan dilakukan dimana-mana. Bima yang memang berbadan besar suka sekali membangun gedung-gedung besar, jembatan layang super besar, ataupun bandara terluas di asia. Bukan hanya itu, Bima yang merupakan putra Dewa Bayu ini mencoba membuat pesawat terbang, agar rakyat negerinya juga bisa merasakan terbang seperti dirinya.
Namun setelah 33 tahun diturunkan ke bumi lama-kelamaan negeri yang dipimpinnya mulai muncul banyak huru-hara. Darah tumpah dimana-mana, orang-orang hilang entah kemana. Melihat hal demikian terjadi di atas bumi pertiwi maka sekali lagi dewa turun ke bumi

“Bima kenapa di bumi justru seringkali terjadi peperangan? Darah tumpah dimana-mana”

“di zaman ini orang-orang bukan saja tidak mengenal sistem kasta, tapi juga sudah lupa dengan etika. Mereka semua bertindak seenaknya, Semua orang bermental seperti sudra tetapi menganggap diri seperti raja. Kalau untuk mengurus mereka hamba menyerah, Lebih baik utus saja kakang Yudhistira yang memang lebih toleran”

Maka di turunkanlah Yudistira ke bumi menggantikan Bima, Tapi baru saja 10 tahun turun ke bumi, Yudhistira yang rendah diri sudah di injak-injak oleh rakyatnya sendiri. Kalau sekedar di kritik sih biasa, itu tanda dialektika dan intelektual manusia, tapi mereka yang berotak sudra dan bermental raja hobinya lebih sering menghina pekerjaan Yudhistira, Padahal, demi kemajuan negerinya Yudhistira bekerja siang-malam sampai selalu kelihatan kantong mata di bawah kelopak matanya. Belum lagi korupsi yang semakin menjadi-jadi karena sikap tidak tegas Yudhistira Dewa-dewa yang merasa kasihan pada Yudhistira akhirnya menyuruh Yudhistira kembali ke kayangan lagi.

Tiga ksatria pandawa telah gagal, kecut juga hati dewa-dewa menerima kenyataan tersebut. maka harapan terakhir ada pada Karna. Sebenarnya Karna sendiri ogah-ogahan untuk menerima misi dari dewa tersebut. Mengingat masih ada rasa tidak enak hati pada Dewa-dewa karena mencurangi roda kereta perang dirinya saat perang dengan Arjuna dulu.

“sudahlah dek Karna, kita lupakan saja soal roda kereta yang macet dulu itu. Itukan sudah lama berlalu” bujuk dewa indra

setelah dibujuk-bujuk oleh seluruh dewa akhinya Karna luluh juga pendiriannya. Tetapi untuk turun ke bumi Karna meminta satu syarat pada Dewa.

“Iya, silakan sebutkan syarat yang nak Karna inginkan”
“cukup sederhana, saya hanya akan bekerja sebagai manusia biasa tanpa perlu di agung-agungkan dan jika euforia keagungan itu mulai datang mohon jemputlah hamba sebelum terlambat”

Turunlah Karna ke tempat Antah-berantah. Bisa dimana saja mungkin dia menjelama sebagai pimpinan pondok pesantren di daerah terpencil, ketua RT setempat, atau mungkin sekedar pedagang keliling yang sering lewat di depan rumah anda. Menjelma sebagai mereka yang rela meneteskan keringat tanpa perlu diagungkan layaknya seorang raja. Rakyat yang Karna pimpin juga jarang mengkritik, justru mereka lebih sering kasihan melihat karna yang bersusah payah untuk membangun lingkungannya tanpa pamrih. Tapi rasa kasihan hanya sekedar rasa kasihan,pola pikir penduduknya masih juga sudra yang merasa raja,Hanya ingin dilayani tanpa tahu bagaimana cara melayani. negeri yang maju hanya euforia dari kerja keras karna sendirian sebetulnya.

“Wah misi kita sukses juga, karna berhasil menebar sifat-sifat ksatria di muka bumi ini”

Mungkin kesuksesan Karna menebar paham ksatria ya karena Karna sendiri tidak merasa dirinya ksatria. Walau setangguh Arjuna, tapi sampai hari ini Karna masih berjalan kaki di atas bumi dan merasa dirinya seorang sudra. Tidak mengurus politik, tidak bermimpi muluk. Bagi Karna melindungi sahabat dan orang-orang terdekatnya adalah hal yang utama, seperti halnya ia melindungi duryudana dulu.

Sayangnya baru 10 tahun Karna mengajarkan keksatriaan di bumi, Dewa menjelma sebagai peluru dan menjemput karna dari Bumi. Karna mati di tembak secara misterius. bukan karena Karna telah diagungkan oleh rakyatnya, tetapi karena Dewa merasa kasihan pada Karna yang mencintai rakyatnya tanpa kesadaran rakyat itu untuk membangun dirinya sendiri. Tanpa sadar mereka semua terbuai dan ketergantungan oleh Karna.

Negeri yang dulunya maju berubah menjadi sekedar tumpukan batu. kemudian hilang tinggal mitos Menjadi Atlantis. Penduduk yang tak pernah sadar fungsinya hanya akan terus menjadi parasit yang menggerogoti produktifitas peninggalan Karna. Manja dan menyalahkan Dewa pada kematian Karna.

Cerpen Karangan: Aldi P Soebakir
Blog: kamar43176.blogspot.com

Cerpen Ksatria Zaman Edan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tujuh Hari Misterius

Oleh:
Hai, namaku Julian. Aku punya saudara kembar bernama Dik. Kami kelas 2 SMP, di kelas yang sama. Saat bulan Agustus, kami kedatangan 2 murid baru. “Anak-anak, kita kedatangan dua

Mohon Dukungannya

Oleh:
“Pak, ada yang cari.” Ayu salah seorang karyawati administrasi memanggilku. “Oh, ya? Suruh masuk.” Ayu keluar dari ruang kerjaku dan dalam beberapa detik muncul dua orang lelaki dari balik

Semut yang Sombong

Oleh:
Di sebuah hutan tinggallah seekor semut. Semut itu dijuluki si Mungil karena ia berbeda dengan semut yang lainnya. Karena di usia remajanya ini semut itu belum mengalami perubahan tinggi

Pangeran Kesiangan

Oleh:
“KRINGGG” Alarm berbunyi dengan keras, hingga membuatku terbangun. ku lihat jam udah nunjukkin pukul 06.00, WAAHH!! gawat bisa telat ni!! akupun bergegas menuju kamar mandi untuk segera mandi. Gak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *