Lebik Baik Seperti Ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 27 January 2016

Seorang lelaki tua terus berjalan tanpa henti walaupun panas terik matahari menyakiti kulit rapuhnya. Di perjalanan ia terus memikirkan bagaimana memberitahu keluarganya bahwa dia baru saja dipecat dari tempat ia bekerja. Ia terus berjalan sambil bermenung. Sampailah dia di persimpangan dekat rumahnya. karena terlaru larut dalam pikiran ia tidak menyadari bahwa ia berjalan di tengah jalan, saat itu ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dan tanpa sengaja bapak tadi tersenggol dan terjatuh ke semak-semak. Di dalam semak bapak itu menemukan sebuah koin lama yang sudah penyok. Tidak lama datanglah seseorang yang ingin membantu bapak itu.

“Apa Bapak baik-baik saja? Mari saya bantu” Kata si penolong.
“Kamu tahu ini uang apa?” Tanya bapak setelah kembali berdiri.
“Bapak dapat di mana? Ini pasti uang unik coba Bapak jual kepada kolektor pasti harganya mahal”

Setelah mengucapkan terima kasih bapak itu mencoba saran si penolong tadi, ia pergi ke sebuah toko barang antik dan beruntung di sana ada seorang kolektor uang lama. Bapak itu menawarkan koin penyok itu kepada kolektor itu. “Wah… Ini koin yang selama ini saya cari, bagaimana kalau koin ini saya beli dengan harga Rp.300.000,” Kata si kolektor. Tanpa menawar lebih besar si bapak menerima uang yang diberikan si kolektor.

Merasa senang mendapatkan uang yang banyak bapak itu berpikir untuk membelikan makanan yang enak untuk keluarganya. Namun ia berpikir itu tidaklah ide yang bagus. Ia berjalan melewati toko kayu dan berpikir lebih baik membeli kayu untuk membuat lemari, karena lemarinya sudah rusak dan tua. Bapak itu membelikan semua uang yang diterimanya untuk kayu yang cukup bagus. Senang mendapatkan kayu bapak itu menjadi bersemangat untuk pulang dan melupakan peristiwa ia dipecat. Bapak itu melewati toko furniture sekalian melihat bentuk lemari yang ingin dibuatnya. Lalu si penjual toko ke luar dan memanggil bapak itu.

“Pak saya dapat pesanan lemari tapi saya kehabisan kayu, Bapak mau menukar kayu Bapak dengan salah satu barang-barang saya ini?” Kata si pemilik toko. Tanpa berpikir panjang bapak itu memberikan kayunya dan memilih sebuah lemari yang sederhana. Bapak itu merasa senang karena ia tidak perlu susah-susah membuat lemari.

Dalam perjalanan pulang ia membawa lemarinya dengan becak yang disewakan oleh pemilik toko tadi. Hampir sampai dekat rumahnya bapak itu melihat ada keluarga yang baru pindah. Pemilik rumah itu memanggil bapak dan menyatakan. “Pak saya butuh sebuah lemari tapi saya sedang sibuk sekarang dan lemari bapak kelihatannya bagus, bagaimana kalau saya beli lemari bapak dengan harga Rp.1.500.000,” Kata si pemilik rumah. Bapak itu pun dengan senang hati menjual lemarinya dan menerima uang yang ditawarkan pemilik rumah.

Senang mendapatkan uang yang banyak bapak itu kembali mengatur rencana akan ia apakan uang itu. Dengan terus memegangi uang dan berpikir akan melakukan apa, tiba-tiba datang dua orang perampok yang mengambil semua uang bapak itu. Saat itu istri bapak tidak sengaja melihat suaminya dirampok.
“Pak… apa yang mereka ambil dari Bapak?” kata si istri.
“Hanya sebuah koin penyok,” Kata bapak. Dengan hati yang sabar bapak tadi melupakan apa yang ia dapat dan menganggap semua yang terjadi akan lebih baik jika begini saja.

Cerpen Karangan: Dea Safarina
Facebook: Dea Safarina

Cerpen Lebik Baik Seperti Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadiah Dari Sebuah Kebaikan

Oleh:
Di sebuah hutan yang lebat, tinggallah seorang pemuda laki laki. Dia tinggal sendiri di rumah sederhananya yang berada di tengah hutan. Suatu hari, pemuda itu pergi untuk mencari kayu

Mencari Jawaban

Oleh:
“Kenapa hidupku hanya begini saja?” pertanyaan itu selalu saja menghantuiku selama ini, sudah kutanyakan pada mesin pintar yang kata orang-orang dapat menjawab semua pertanyaan namun aku tak dapat menenukan

Kenangan Manis

Oleh:
Kami sekeluarga akhirnya sampai di tempat tujuan. Dengan perjalanan memakan waktu kira-kira 4 jam itu aku lelah dan tentu saja ayahku yang menyetir juga kelelahan. Tempat ini tidak banyak

Perempuan yang Amat Dahaga

Oleh:
Ketika saya beberapa hari yang lalu memutuskan meninggalkan gunung-gunung tinggi, untuk ikut berkelana seperti orang-orang yang mengasingkan diri, entah mengapa tempat pertama yang ingin saya tuju adalah sebuah perkampungan

Pagi Kuning Keemasan

Oleh:
“Badrol! Yok cari karang!” Seru Kentang pada sohib akrabnya yang kini tengah menengadahkan kepalanya mengarah ke mercusuar. Melihat kawannya tak merespon, Kentang-pun setengah berteriak, “Woy! Lihat apa pula kau?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *