Maafkan Aku Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 1 September 2013

Di suatu hari, di hari yang cerah ada satu orang ayah yang sudah tua, rambut rambutnya yang semula berwarna hitam telah berubah menjadi putih, kulitnya pun sudah berkerut, ia duduk dengan seorang anak laki lakinya yang sudah dewasa, tetapi belum menikah, ia duduk di samping ayahnya dengan membaca koran, ia sangat tidak memperdulikan ayahnya yang sudah tua dan renta

Tiba tiba hinggap di sebuah tanaman burung gereja, ayahnya bertanya kepada anaknya
“Apa itu?”
“Itu burung gereja” sahut anaknya, kemudian anaknya pun melanjutkan membaca korannya..
Burung Gereja tersebut lalu berpindah tempat, ke sebuah bunga yang cukup besar, ayahnya pun kembali menanya
“apa itu?”
“Itu burung gereja ayah” jawab anaknya dengan nada sedikit kesal, ia pun seperti tadi melanjutkan membaca korannya
Burung gereja itu pun berpindah tempat, tepat di depan ayahnya berada
ayahnya menanyakan lagi kepada anaknya
“Apa itu?”
“Itu burung gereja Ayah, Ayah ini Kenapa! Aku sudah bilang Bahwa ini burung gereja!” sentak anak tersebut kepada ayahnya
Ayahnya pun terdiam, raut wajahnya memancarkan kesedihan

Tak lama kemudian Ayahnya masuk Ke rumah, anaknya bertanya
“Mau kemana!”
Ayahnya menjawab
“Tunggu Sebentar”
Tak lama ayahnya mengambil sebuah buku, terlihat seperti buku diary yang sudah sangat lama, ia pun menyodorkan buku tersebut kepada anaknya.
anaknya pun membaca nya

“Di hari minggu yang cerah ini umur anakku tepat 3 tahun, aku duduk bersamanya, tak lama kemudian hinggaplah burung gereja di rerumputan, anakku bertanya kepadaku
“Ayah Apa itu?”
aku pun menjawab
“itu burung gereja nak”
Burung tersebut berpindah tempat ke tempat yang lain, anakku lalu bertanya lagi
“ayah apa itu?”
aku pun menjawab
“itu burung gereja nak” jawab ayahnya dengan nada lembut
Anakku bertanya kepadaku 21 kali, dan setiap anakku menjawab aku selalu memmeluknya dengan penuh kasih sayang”

Setelah anak tersebut membaca buku diary ayahnya, anak tersebut menangis sambil memeluk ayahnya, sambil berkataa
“Ayah, maafkan aku”

Cerpen Karangan: Desi Saripudin
Facebook: desi september
Nama saya Desi Saripudin
Saya Kelas 7 ( 1 SMP )
Saya bersekolah di SMPN 9 Cimahi
Saya Tinggal Di cimahi

Cerpen Maafkan Aku Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pergi Bersama Kabisat

Oleh:
Isat, adalah seorang anak yang berusia 12 tahun yang hidupnya penuh siksaan orangtuanya. Hidupnya tidak pernah lepas dari ringan tangan orangtuanya. Selain itu, cacian selalu diterimanya sejak ayahnya ditangkap

The Orphan (Part 2)

Oleh:
Dari depan pintu utama pak darto segera keluar menuju pos satpam. “Kenapa pak de? Masih pagi sudah teriak-teriak, bikin kaget aja”, ujar pak darto. “Itu loh pak, tadi ada

Semut Yang Pindah Rumah

Oleh:
“Maju.. maju.. dia mendekat, cepatlah.. kita harus selamat sampai di sana..” Begitulah suara riuh-riuh kecil yang kudengar sejak dari tadi aku bangun tidur. Meraka keluar dari kediaman pertama mereka,

Bunga Untuk Bunda

Oleh:
Matanya tak kuasa menahan air mata setiap kali ia mengingat kejadian itu. kejadian yang hingga saat ini masih membuatnya menyesal. Rasa kehilangan itu baru terasa jika orang yang kita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *