Matinya Cinta Karena Daring

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Covid 19 (Corona), Cerpen Kehidupan, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 13 April 2022

Segelas boba manis tak mampu mengembalikan senyuman Erny. Otaknya masih berpikir bagaimana cara agar sebagian tugas kelompoknya yang seharusnya dikerjakan oleh Minda tetap bisa terselesaikan tepat sebelum tenggat waktu. Minda sudah seperti hantu yang tiba-tiba menghilang tak terlihat.

Erny masih berat menunjukkan senyumannya. Kepalanya pening akibat semalaman berpikir untuk menemukan penyelesaian dari tugas mereka. Anggota yang lain, sebut saja Ipan, Intan, dan Keman, memang sudah melakukan tugasnya masing-masing. Tetapi mereka malah lepas tangan setelah tugasnya kelar. Pikirnya, tugas selesai, pening selesai.

Beragam kalimat pedas sudah dikeluarkan dari kepala Erny menuju jari manisnya. Tapi sayang, para anggota kelompok terutama Minda, tak menganggap itu satu hal yang serius. Mereka hanya menanggapi dengan beragam stiker lucu yang entah itu berlawanan atau tidak dengan suasana hati yang mereka rasakan saat ini. Erny sempat menitikkan air mata dan berharap agar kuliah ini segera berlanjut secara tatap muka.

“Tuhan! Tatap Muka! Tatap Muka! Hamba capek daring terus Ya Tuhan!”

Segala macam doa sudah dipanjatkan kepada Erny. Beragam teman sudah di-japri-nya demi mendapatkan tempat curhat. Namun centang dua abu-abu yang tak kunjung berubah menandakan semua sedang sibuk masing-masing. Dia tak pernah menyangka jalan menuju sarjana akan seberat ini. Erny bahkan berpikir, ada enaknya jadi generasi 80 atau 90-an daripada harus jadi generasi 2000-an dan tumbuh dewasa di masa daring setan ini.

Minda yang seorang mahasiswa bersemester di atasnya, pikir Erny akan lebih membawa kemudahan dan perubahan dalam kelompok mereka. Tapi sayang, kenyataan tak bisa berjalan beriringan dengan harapan dan berhasil mencuri segala raut kebahagiaan seorang Erny dari awal fajar hingga penghujung malam yang gelap.

Dunia seakan-akan membuat Erny mati. Pikirannya makin liar dan membayangkan bahwa karena daring, orang-orang di dunia ini telah kehilangan cintanya. Telah mati bahkan tak bersisa satu pun bibit-bibit cinta pada hati para keluarga, saudara, serta teman-temannya. Separah itu pikirannya setelah Erny melihat pembaruan status Minda yang ternyata dia sedang berada di sebuah keramaian bersama seorang pria, bahkan mereka terlihat bahagia seperti tanpa ada beban yang membagi pikiran mereka.

“OH, DASAR ANAK SETAN! Gua kira dia sibuk skripsi! Ternyata lagi asoy seneng-seneng berduaan! Ga tau apa anggota kelompoknya lagi bersusah-susah begini! Dah mati apa kepekaannya? Dah ilang rasa cintanya? Mentang-mentang kagak pernah kenal! Biarin, gua mau lakuin FATALITY abis ini, liat aja MINDA!”

Singkat waktu, malam pun poek. Disamping sibuk melanjutkan tugas, Erny mendadak sibuk menulis alasan yang logis untuk segera dikirimkan ke Minda. Dia melakukan itu agar tumbuh sedikit saja kesadaran pada kakak tingkat yang diduga cantik kalau dilihat dari foto profil Zoom-nya itu. Erny perlu melakukan suatu hal, karena dia sama sekali tak memberikan balasan apapun dari awal. Seakan-akan tidak sadar kalau ada tugas kelompok.

Erny tidak berharap balasan yang baik dari Minda. Dia lebih berharap semoga pagebluk marqonah ini hilang selamanya agar bisa saling bersua dalam dunia nyata dengan teman-temannya yang sudah berpisah sejak sekitar 750 hari yang lalu. Kala bersua dalam nyata, Erny paham betul. Sekecil apapun, cinta yang nyata akan tumbuh di hati manusia yang bersua tersebut. Berbeda ketika bersua dalam jaringan, akan susah membedakan antara cinta yang nyata dengan yang maya. Erny yakin, kepekaan juga berawal dari cinta yang nyata.

Cerpen Karangan: M. Falih Winardi
Blog / Facebook: M. Falih Winardi

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 13 April 2022 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Matinya Cinta Karena Daring merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nenek Pencari Kayu Bakar

Oleh:
Di sebuah desa yang amat terpencil di Malang ada seorang nenek nenek tua renta dengan postur tubuh yang membungkuk dan kulit yang amat sangat kusam berkeriput. Nenek ini mempunyai

Kesandiwaraan Semata

Oleh:
Malam itu, aku duduk termenung di sudut kamar. Pesan singkat dari Rossi sahabat Merry kekasihku, telah membuat ku termenung diam seribu bahasa. Tatapan mataku seakan tak kuat membendung air

Undangan Ayah

Oleh:
Dear langit jingga… Sore itu ku melihat wanita cantik itu tertunduk lesu seolah ingin menyembunyikan wajahnya dari dari dunia. aku tak mengerti ia kenapa? Sesekali tampak ia menatap langit

Cinta Terlarang

Oleh:
ini kisah nyata yang di alami oleh sahabat terbaikku. cerita ini aku tulis 7 tahun yang lalu, Cerita ini bermula ketika gue baru sampai beberapa hari di Jakarta. Namanya

Jawaban Tuhan

Oleh:
Segelas moccachino mengepulkan uap nan harum. Sinar lampu lima watt dengan temaram menyinari seluruh ruangan. Tape di pojok langit-langit mengeluarkan nyanyian wanita yang diiringi bebunyian akustik. Tanaman merambat dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *