Melawan Asap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 25 November 2021

Banyak yang lekas hilang oleh waktu.
Terutama pemandangan di depanku ini. Padahal sebelumnya aku begitu menyukai daerah ini, menikmati minuman dingin sembari berbicara dengannya tentang banyak hal. Banyak orang yang melihat kejadian penggusuran bangunan yang berada di pinggir jalan ini untuk perluasan jalan. Aku sama seperti para penonton di sini. Tidak bisa melakukan apapun.

Aku disini hanya memastikan kebenaran yang diberitakan teman gengku. Lalu aku melihatnya, yang kucari-cari batang hidungnya. Dia terdiam membelalakkan mata tidak percaya disertai dengan raut wajah sedih yang melambangkan perasaannya sama seperti perasaanku saat itu.

Debu mulai mengepul. Mataku pun mulai perih lalu kuputuskan berjalan menjauh menuju parkiran motor di tempatku menimba ilmu. Satpam penjaga tersenyum ramah padaku, aku tidak menanggapinya. Maafkan aku pak, aku kecewa berat akhir-akhir ini.

Motor matic-ku melaju sedang di jalanan ramai ibukota. Ada tiang tinggi nan besar, bangunan tinggi dan berbagai jenis kendaraan yang menemaniku. Bau asap sudah biasa menembus masker yang kupakai. Saat mengendarai motor aku selalu teringat beberapa kejadian. Parahnya aku mengingat visualisasi senyumnya yang seakan tulus begitu saja.
Ah, menyebalkan sekali. Aku rasanya ingin menjedotkan kepala ke tembok agar kejadian itu terhapus.

Di ibukota ini aku diizinkan mengekos setelah menyusun berbagai rencana. Tapi kali ini aku mengarahkan motorku ke jalan menuju kantor ayahku.
Kantornya sepi dan jarak dari gerbang menuju bangunan utama cukup jauh. Perlengkapan yang kubawa dicek dan aku harus menunggu lagi beberapa menit-atau mungkin berjam-jam. Setelah itu aku bertemu ayahku, wibawa yang dipancarkannya kuat. Aku menyesal melawan kewibawaannya saat itu.

“Ada apa ayah panggil aku?” Aku sempat diacuhkan beberapa saat karena beliau harus membaca dokumen pentingnya.
“Kamu sudah melihat penggusurannya kan?”
“Sudah. Aku kira ayah sibuk terus sampai tidak mau bertemu aku.”
“Mana mungkin begitu.”

Aku melihat tatapannya, kali ini tulus tidak sepertinya yang telah menipuku. Ah, aku terlalu muda yang belum tahu apapun. Kali ini biarkan aku memercayai ayahku yang jarang pulang ini untuk melawan sesuatu yang belum bisa kumenangkan.

Cerpen Karangan: Yuzuki Akemi
Ingin lebih sering mengenalmu

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 25 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Melawan Asap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebungkus Nasi

Oleh:
Meski harus mandi keringat, bermain dengan debu, itu semua tak menyurutkan semangat Nino untuk menjajakkan dagangannya. Semua itu ia lakukan untuk makan keluarga, meski hasilnya tidak sebanding dengan usahanya

Bumbu Sate Mbah Ijah

Oleh:
Embun pagi masih menyelimuti kotaku tercinta ini. Matahari juga masih enggan menampakkan sinar kokohnya. Aku juga masih enggan untuk bangun. Tetapi, dari dalam kamar aku mendengar suara kelontangan di

Aroma Balasan

Oleh:
Perawakan tinggi langsing dengan rambut ikal sebahu sukses membuat kaum adam terpikat. Paras wajah yang cantik meski tanpa ada taburan bedak menjadi nilai tambah. Memiliki tampilan menarik adalah satu

Lahirnya Bayang-Bayang Putih

Oleh:
Aku tersedak oleh udara yang terasa sangat dingin, membeku dari kesadaranku yang baru kembali. Pipiku kebas, bahkan tak terasa. Kurasakan ujung-ujung jemariku bergetar, kuat sekali hingga ikut menggoyang tubuhku

Si Bocah Daman Setiawan

Oleh:
Bermula dijalanan menuju sungai aku berpapasan dengannya. Aku menyapanya dengan senyum terhiasi di wajah. Dia hanya diam. Berlalu pergi meninggalkanku. Tak berkata apa-apa, tersenyum pun tiada. Di hari lain,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *