Mengertilah Bi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 19 August 2013

Hari hari aku bagaikan awan hitam yang menyelimuti langit di angkasa, tak ada sinar cahaya yang menuntunku untuk bisa menyinari orang yang ku sayangi.
Perasaan sakit, tak rela, semua itu aku pendam selama ini. Di luar sana banyak anak se usiaku tumbuh dengan alami dan mencari pengalaman yang banyak buat mereka. Sedangkan aku, kekangan, introgasi, kecurigaan, paksaan, selalu menjadi cocolan ku setiap waktu.

Kadang aku merasa iri dengan mereka yang bisa menjelajah kehidupan ini dengan indah dan penuh warna. Keceriaan, kesedihan mereka rasakan sendiri dengan prinsip sebagai tantangan yang harus di hadapi oleh mereka. Mereka bisa tumbuh menjadi diri mereka sendiri, berkembang menjadi orang yang tangguh dan percaya diri.

Kini cukup aku saja yang merasakan masa remajaku yang penuh warna ini menjadi kelambu hitam yang setiap saat menyelimuti hari-hari ku. Tak ada kebebasan berekspresi dan menjelajah untuk mencari jati diri. Kata kasihan yang terlontar dari mereka menjadi dendangan lagu yang selalu aku dengarkan tanpa ku bosan, namun rasa sakit yang semakin lama menumpuk hanya bisa menjadikan aku orang yang diam dan selalu merasa aku memang beda dari mereka.
Ceramah, omelan, intimidasi, otoritas, semua itu hampir ku dapatkan setiap hari. Tak heran kalau aku juga begini:
1. tidak pernah percaya diri dalam melakukan/berbicara
2. selalu merasa takut sebelum melakukan sesuatu yang besar
3. merasa aku orang bodoh
4. susah mengembangkan potensi yang ku miliki
5. dalam menghadapi permasalahan merasa takut

Itulah, aku merasa beda dengan orang yang seumuran dengan ku.
Walaupun semua itu di tujukan untuk kebaikan ku, tapi ijinkanlah aku berfikir, berpendapat, berekspresi dengan apa adanya aku sekarang ini.

Mungkin kamu mengira aku membantah dengan semua nasihat yang kau berikan selama ini untuk ku. Aku bukan membantah/menolak, tapi inilah wujud aku ingin mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini aku simpan, tanpa orang lain tahu seberapa banyak rasa sakit ini ku pendam, seberapa tak rela aku di perlakukan seperti ini, se sedih apa hati ini, dan se sesak mana dada ini menampun semua itu.

Mungkin di matamu aku hanyalah anak kecil yang baru menginjak dewasa, yang harus banyak di omeli dan di interogasi kemanapun setiap aku pergi dan bekerja.

Aku hanya ingin kau tahu, berikanlah aku jalan yang luas, support aku dengan penuh pengharapan yang baik, berikan aku kepercayaan agar aku bisa berlatih untuk bisa mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang aku lakukan.

Dan maafkan aku teman, aku sedikit demi sedikit akan meninggalkan mu, takkan menemuimu, bahkan mungkin aku akan melupakanmu. Karena aku dituntun untuk berjalan sendiri tanpa ada keceriaan di antara kita, karena ada seseorang yang menghawatirkanku dengan adanya keberadaanmu bersama menemani ku.

Semua kenangan, warna pelangi yang selalu kita lihat, senyuman yang kulihat di wajahmu, semua akan menjadi kenangan yang indah. Kalian semua telah mengisi hidupku dengan penuh warna.

Aku takkan bisa lepas dari mu bi, karena engkaulah yang selama ini banyak membantu ku, dengan segala apa yang abi punya. Aku lebih memilihmu dan meninggalkan teman-temanku. Jadi aku mohon pada mu bi, izinkanlah aku menjadi diriku sendiri dan menjadi orang-orang seperti yang di luar sana.

Renungkanlah abi ku tersayang…

Cerpen Karangan: Kartika Putri Baweani
Facebook: Bawean Kartika

Cerpen Mengertilah Bi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diary Untuk Semua

Oleh:
“pagi ini hujan… Tapi tak apa, karena hujan, sebuah pelangi indah tercipta di langit…”. Ucap Naomi, gadis kecil yang berbakat melukis. Umurnya 9 tahun. Banyak piala dan penghargaan yang

Terjebak Di Dalam Api

Oleh:
“Satu, dua, tiga, satu, dua, tiga,” Aku menggerakan tubuhku dengan lincah mengikuti irama musik. Walaupun peluh mengucur deras di keningku, aku tetap semangat menggerakkan kakiku, yang hampir tidak kuat

Malaikat Hati

Oleh:
Nama saya Ibnu, saya tinggal di sebuah desa terpencil di suatu pulau. Saya tinggal di desa itu bersama dengan ibu saya. Ayah saya sudah meninggal sejak saya masih kecil.

Cerita Tentang Sahabatku

Oleh:
Sahabat adalah segalanya dalam hidup. Dia yang selalu memberi kita semangat, perhatian, cinta dan kasih sayang. Aku akan menceritakan kepada kalian tentang sahabatku. Dia sangat baik, sosok yang periang,

Dangerous Woman (Part 1)

Oleh:
Masa sekolah sudah habis. Cassandra dan kembarannya, Cleopatra menghabiskan waktu liburnya di rumah. Cassandra atau lebih akrab dipanggil Casie menguncir dua rambut hitamnya yang lurus. Dia nampak seperti gadis

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *