Menjadi Dewasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 15 July 2021

Ehm…
Kata orang, masa remaja masa yang paling menyenangkan. Kataku, ini adalah masa yang paling membuat tertekan. Dibebani dengan tuntutan kerja, ekspetasi orangtua, pertanyaan kapan wisuda, gaji berapa, nama hamster tetangga, dimana letak bola naga, siapa presiden Konoha, blablabla. Ya ndak tahu kok tanya saya!

Mental health mulai terganggu. Kewarasan semakin sulit untuk dijaga. Merasa butuh konsultasi, mencari teman yang kuliah psikologi karena tidak mampu membayar jasa ahli. Tak disangka tak diduga, keduanya sama-sama hampir gila, dan berujung menangis bersama. Tidak ada solusi untuk masalah yang dibawa. Dipendam sendiri lama-lama sampai akhirnya lupa. Hingga suatu waktu, overthinking menyerangmu. Membuat sulit memejam, jiwa yang rapuh dibunuh malam yang kejam. Sulit tidur, sementara pagi tak bisa diundur. Tugas menggunung, air mata menggenang. Maaf, terlalu dramatis.

Jadi sebenarnya, aku heran pada pemuda yang bisa santai saja menjalani hidupnya. Seperti orangtuanya bisa memberi makan sepanjang masa, seperti gak masalah lulus kuliah nanti saja, seperti masa bodoh dengan karir dan cita-cita. Dengar-dengar sih ya, dalam diri orang semacam itu juga memikirkan nasib ke depannya akan bagaimana. Tapi, buat apa kalau cuma dibatin saja tanpa ada tindakan nyata? Memangnya imajinasi bisa menjelma realita tanpa usaha?.

“Semua sudah ada jalannya”. Kalau semua sudah diatur, apa gunanya doa yang kau langitkan saat tanganmu tengadah? Kan, semua sudah diatur, semua sudah pasti. Kau tinggal terima beres, apapun itu. Kalau manut katamu, manusia jadi gak punya kuasa untuk meminta. Jadi, kau juga gak perlu repot request begitu begini. Keinginanmu tidak ada gunanya lagi dan tidak akan terpenuhi. Kan sudah pasti porsi yang akan kau dapati. Ditambah kau juga tidak pernah menaruh usaha pada apa yang kau mohonkan. Tuhan tak sudi mendatangkannya secara cuma-cuma.

Kemudian mereka berkata, “nikmati masa muda selagi bisa, masa muda hanya datang sekali selama hidup kita”. Well, semua adalah fase atau ‘tahap dalam jangka waktu tertentu’. Masa kecil, masa remaja, masa dewasa, dan masa tua, memangnya ada yang bisa diambil dua kali seperti tes sertifikasi? Kalau bisa, enak saja tinggal mengulang untuk memperbaiki jika gagal pada percobaan pertama kali. Hey bruh? Hidup memang suka bercanda, tapi tidak se-lawak itu. Seharusnya kita tahu apa bedanya ‘menikmati masa muda’ dan ‘menghancurkan masa depan’. Cara menjalani masa muda yang paling tepat menurutku adalah dengan melakukan hal-hal yang membuatmu hidup enak di masa depan. Contohnya mengukir prestasi, memulai investasi, menjalin relasi, membangun reputasi, mencari sugar daddy *eh, bukan!

Dulu aku berpikir sudah akan menjadi ‘sesuatu’ di usia dua puluh satu. Ternyata hanya Syahrini yang bisa begitu. Orang-orang sebayaku banyak juga yang sudah sukses, tapi tidak ada satupun yang tanpa privilege. Tentu saja mereka tetap usaha, tapi sudah ditunjang dengan hak istimewanya. Jadi usaha mereka seakan-akan sudah pasti tercapainya. Kalau gagal sementara tidak perlu mikir besok makan apa, tinggal dimana. Lah kita? sekalinya gagal, besok meninggal. Mengsedih.

Dalam kehidupan menjadi dewasa, memiliki seorang public figure sebagai teladan sah-sah saja. Tapi menyetarakan standarmu dengan kemampuan mereka? tidak direkomendasikan. Apalagi kalau idolamu itu artis, tokoh terkenal, kaum bangsawan, cendikiawan, ya mbok sadar diri to yaa hmm… Jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri, gali potensi. Tidak perlu terburu-buru dengan pencapaianmu. Lakukan meski perlahan, tapi pasti. Yang memulai lebih awal belum tentu berhasil duluan. Apalagi yang mulainya belakangan HAHAHA. Mau jadi apa kalian hah?!

Tenang.. tenang..
Sekarang coba tarik nafas dalam-dalam, hitung empat detik, jangan dibuang, mubadzir, Allah tak senang. —Skip

Yuk, mulai sekarang kita atur rencana. Ambil kertasmu, siapkan alat tulismu! Sudah? Selanjutnya, buat peta perjalanan hidupmu! Siapkan hal-hal apa saja yang perlu dalam meraih itu. Semoga kita menjadi sukses dalam bentuk apapun yang kita mau, aamiin.

Semangat!! Aku mau rebahan dulu.

Cerpen Karangan: Wuri Wijaya Ningrum
Wuri W Ningrum — Sesuatu yang unmotivated lebih terasa nyata dan relate dibanding yang mati-matian berusaha memotivasi. Nyatanya, motifnya malah mati. Sederhananya, kita membutuhkan sesuatu yang memvalidasi perasaan kita sendiri. Kita tidak perlu dikuatkan setiap waktu. Tetap menyerah dan jangan semangat!!

Cerpen Menjadi Dewasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Balik Awan

Oleh:
Kehidupan memang tidak ada yang tahu apa akhirnya. Terkadang kita berada di atas kadang juga di bawah. Namun kehidupan benar-benar mengajarkan kita tentang segala hal, agar kita tahu dan

Dari Sudut Pandang Rakyat

Oleh:
Deru mobil terdengar di sepanjang jalanan kota. Tidak heran jika dari kejauhan kita sudah melihat para pejuang jalanan yang sedang berusaha mencari selembaran uang, bukan untuk kesenangan mereka, melainkan

Berkah Pada Masa Pandemi

Oleh:
Pandemi yang berkepanjangan membawa pengaruh dalam kehidupan banyak orang, jika kita ambil hikmahnya sangat menguntungkan diri kita sendiri. Selain pikiran kita tetap fresh imun dalam tubuh kita akan bertambah

Akan Indah Setiap Waktunya

Oleh:
Namaku Yusni Novalin Simbolon. Sekarang aku seorang mahasiswa yang berkuliah di Universitas Gadjah Mada semester 6. Mungkin tidak sedikit orang yang mendengar dan mengatakan aku seorang yang hebat bisa

Doa Tomcat Yang Mengancam

Oleh:
Sebelum membaca tulisan ini marilah kita berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing… Kemudian marilah kita tertawa dulu… Hahaha… Karena seperti kata bang rhoma: ‘yuk kita santai agar otot

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *