Mimpi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 26 May 2018

Andre adalah seorang pengacara terkenal di kota metropolitan, dia memiliki paras yang rupawan bak aktor bollywod syahru khan, mulai dari wajahnya yang putih bersinar, hidung yang mancung seperti paruh burung beo, dan dagu yang ditumbuhi rambut halus menambah ketampanannya.
Andre dikenal sebagai sosok yang ramah, cepat beradaptasi dan kaya raya. tapi entah ada angin dari mana semua sifat baiknya itu berubah 360 derajat.

Waktu itu arloji menunjukkan pukul 18.30, andre akan bertemu dengan kekasihnya mira, mereka berjanji untuk bertemu di salah satu cafe tempat dimana mereka bertemu pertama kali, mira sudah menyiapkan makan malam yang super romantis, hanya ada 2 orang yang berada di sana, mira dan seorang pemain biola. Kedatangan andre pun disambut hangat oleh mira.

“Ada apa ini?” Ucap andre bingung melihat keadaan di cafe tersebut.
“Ayo duduk dulu, aku sudah menyiapkan ini semua untukmu” jawab mira
“Untuk apa kamu mempersiapkan ini semua? Ini bukan hari ulang tahunku, bukan pula hari aniversarry kita kan?”

Pemain biola pergi meninggalkan mereka berdua. Tanpa ada sepatah kata pun terlontar dari kata mira membuat andre semakin penasaran tentang apa yang sebenarnya akan dikatakan mira. Selang beberapa menit mereka saling bertatap muka dan terdiam, tiba tiba mirna menangis, hal tersebut tambah membuat andre bingung bukan kepayang.

“An.. An..dre.. A.. Aku.. Aku..” ucap mira dengan nada terbata bata
“Kamu kenapa mira? Ceritalah padaku” andre memeluk mira untuk menenangkannya
“Aku..” Mira tetap tidak berkata apapun kecuuali hanya aku..
“Mira.. Ceritakan padaku apa masalahmu”
“Aku hamil” jawab mira dengan bibir gemetar

Seketika keadaan di cafe tersebut menjadi hening, hanya suara tangisan mira yang tertahan dan andre melepas pelukannya terhadap mira.

‘Apalagi ini.. Mengapa hal sial selalu menghampiriku.. mulai dari perceraian orangtuaku hingga sekarang kekasihku hamil karenaku.. Apa salahku?’ Gerutu andre dalam hati, andre menjambak rambutnya sendiri

“Sebelum ada banyak orang yang tau.. Aku ingin kita segera menikah andre” ucap mira mencairkan suasana
“Tidak..” Jawab andre dengan lantangnya
“Mengapa?? Mengapa andre..? Yang ada di kandunganku sekarang ini anakmu andre”
“Tidak.. Aku tidak akan menikahimu.. Tidak” andre tetap menolak menikah dengan mira dan memberikan segepok uang kepada mira
“Untuk apa uang ini? Aku tidak butuh uang ini andre.. Aku butuh kamu” mira berdiri dan membuang uang pemberian andre
“Aku tidak bisa” ucap andre meneteskan airmatanya
“Mengapa? Kamu meragukan janin yang ada di kandunganku?”
“Aku.. Aku.. Tetap tidak bisa. Aku takut nanti jika kita menikah, kita akan seperti clien clienku.. Menikah dan akhirnya bercerai.. Aku tidak ingin hal itu terjadi pada kita” jawab andre menjelaskan semuanya kepada mira
“Oke kalau kamu tidak mau bertanggung jawab.. Akan aku adukan kelakuanmu kepada ayahmu” mira mengusap air matanya
“Jangan mira.. Jangan lakukan apapun”
“Mengapa? Kau tidak mau bertanggung jawab”
“Iya.. Aku mau bertanggung jawab”
“Benarkah andre?” Mira sangat bahagia mendengan ucapan andre

Selang beberapa minggu menggelar pernikahan mewah.
“Mba.. Mas.. Apakah bisa dimulai sekarang?” Tanya penghulu kepada andre dan mira.
Andre menganggukkan kepala pertanda dia menyetujuinya
“Saya nikahkan saudara andre hermawan bin agus hermawan dengan mira rahayu binti abdullah dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai” ucap penghulu tersebut sembari memegang tangan andre
“Saya terima..” tiba tiba andre mengingat kejadian dimana orangtua dan cliennya saat bercerai
“Tidaaaak”. Andre melepaskan tangan nya dari penghulu

“Gubrakk” suara andre terjatuh dari tempat tidurnya, dan semua kejadian yang menimpanya tersebut hanyalah mimpi belaka..

“Amakkk.. Bapakkkk” suara jeritan andre
Ibu andre membuka pintu dan menghampiri putra semata wayangya yang berada di bawah tempat tidur.
“Kenapa kau andre?”
“Amak.. Bapak mana mak?”
“Bapak kau sedang berkebun, memangnya kau kenapa?”
“Aku tidak ingin menjadi pengacara mak”
“Memang kenapa andre.? Jadi kau tak ingin kuliah?”
“Iya mak, aku ingin berkebun macam bapak saja mak”
“Alhamdulillah.. Do’a amak terkabulkan”

Cerpen Karangan: Sebtiana Putri Rahayu
Facebook: Sebtiana Sebti

Cerpen Mimpi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ayah, Aku Rindu Sosok’mu

Oleh:
Pagi itu sang mentari mulai menampakkan mukanya ,dan di dalam balutan selimut yang hangat aku mendengar suara seorang laki-laki yang dengan lantang membangunkan ku,ya,,,dia ayahku,dia adalah sosok seorang laki-laki

Air Mata Ke Seribu

Oleh:
Kabar pernikahanmu sudah sampai padaku, sayang. Undangan merah jambu dengan motif bunga-bunga kecil terasa manis menghiasi pinggiran kertas. Tak terasa sudah 25 tahun sejak hari itu. Bahkan aku tidak

People Change

Oleh:
Aku Maulida Anjani, panggil saja aku Lida. Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu universitas di Bandung. Lahir 19 tahun lalu di Semarang dan berada di tengah-tengah keluarga yang

Bolehkah Aku Meminjamnya

Oleh:
Namaku Fahri. Ini adalah cerita sewaktu aku berumur 15 tahun. Sore ini seperti biasanya, Ayah mengajakku untuk sekadar jalan-jalan di taman kota yang letaknya tak jauh dari rumahku. Udara

Di Ujung Perjalanan

Oleh:
Aku menatap dalam dalam wajah istriku, senyumannya yang misterius membuatku terusik. Sebelumnya tak seperti ini tak sedalam ini yang ku rasakan, tapi makin hari hatiku seperti diremas. Tak terlihat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Mimpi”

  1. Kndz says:

    Itu pas orientasi pertama dalam mimpi atau bukan

  2. Kalo berubah 360 derajat sama aja itu mh balik lagi ke semula, kalo berubah 180 derajat baru masuk akal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *