Mimpi Arum

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 5 July 2016

Arum tersenyum bahagia, hatinya puas dan lega menyaksikan bunga-bunga yang sedang mekar di depan rumah kostnya. Udara yang segar membuatnya bisa mengenang masa-masa sulit dahulu. Dalam benaknya terbayang keindahan desanya yang dikelilingi gunung dan hutan yang lebat. Arum teringat akan masa remaja di desanya yang memiliki sebuah mimpi besar, yaitu ingin bersekolah di luar negeri.

Arum terlahir dari keluarga yang kurang mampu, orangtua Arum adalah seorang petani. Arum memiliki 2 adik perempuan yaitu Tita dan Fitri, mereka masih duduk di bangku sekolah dasar sementara Arum duduk di bangku SMP. Sepulang sekolah untuk membantu kedua orangtuanya mencari uang Arum bekerja sebagai tukang cuci di rumah bu Irma. Bu Irma adalah istri seorang pengusaha padi. Bu Irma tidak memiliki anak, maka dari itu Arum telah dianggap bu Irma sebagai anaknya.

Suatu hari di sekolah, Arum dipanggil keruang BP. Ia ditegur karena belum membayar SPP selama 3 bulan. Arum hanya bisa berkata “maaf pak saya belum mempunyai uang” dan pihak sekolah pun hanya bisa memakluminya. Sepulang sekolah seperti biasa Arum pergi ke rumah bu Irma, sambil mencuci pakaian kotor Arum memikirkan masalah tadi. Bu Irma yang melihat Arum tampak sedih bertanya “Ada apa Rum? sepertinya kamu sedang bersedih? ayo ceritakan!”. “Tidak ada apa-apa bu, hanya saja tadi di sekolah saya ditegur karena belum membayar SPP selama 3 bulan” jawab Arum. “Oh itu, yasudah tidak usah sedih lagi besok kamu bisa membayarnya”. “tapi bu saya tidak punya uang, bapak saya sakit jadi ia tidak bekerja dan saya kan belum waktunya gajihan bu”. “Tidak apa-apa Ibu bisa bantu anggap saja ini adalah bonus karena kerjaanmu bagus”. “Wah! Terima kasih banyak Bu, kalau tidak ada Ibu pasti saya akan dikeluarkan dari sekolah”. Keesokan harinya Arum bisa membayar SPP dan perasaanya kini lega.

Arum adalah anak yang sangat cerdas bahkan bisa dikatakan ia yang paling cerdas di sekolahnya. Arum pernah mendapat juara Olimpiade Fisika seProvinsi. Sekarang ia duduk di kelas 3 SMP dan minggu depan ia akan melaksanakan Ujian Nasiaonal. Arum selalu giat belajar, ia tidak pernah lepas dari yang namanya buku. Tidak terasa akhirnya Ujian Nasional pun selesai. Arum hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Akhirnya usaha Arum tidak sia sia, ia lulus dengan nilai terbaik.

Suatu hari Arum memikirkan biaya untuk melanjutkan sekolah menengahnya “apa aku bisa melanjutkan sekolah? biaya darimana? untuk biaya sehari-hari saja orangtuaku harus bekerja keras” geramnya dalam batin. Arum tidak pernah berhenti berdoa supaya Allah memberikan petunjuk dan kemudahan untuknya. Pada siang hari Arum kedatangan tamu dari desa yaitu pak lurah dan ketua dinas pendidikan. Setelah berbincang-bincang Arum sangat bahagia karena ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah menengahnya di kota.

Selama 3 tahun di kota Arum selalu mendapat peringkat pertama dan semua guru menyukainya karena ia anak yang rajin, baik, pintar dan disiplin. Arum adalah anak didik kebanggaan sekolahnya, maka dari itu kepala sekolah Arum mengusulkan beasiswa untuknya kepada pemerintah. Setelah semua persyaratan terpenuhi akhirnya pemerintah pun menyetujiunya dan Arum sangat bahagia sekali karena kali ini ia mendapat beasiswa ke Jerman, akhirnya mimpi besar Arum tercapai.

Selama di jerman Arum tidak pernah lupa kepada keluarganya, ia selalu memberi kabar kepada keluarganya di desa. Di Jerman sambil kuliah Arum bekerja sebagai asisten dosen. Arum selalu mengirim uang secara rutin untuk keluarganya dan Arum mampu membelikan sebuah rumah yang nyaman untuk orang tua dan adik-adiknya. Kini Arum dan keluarganya hidup bahagia.

Cerpen Karangan: Winarti Sri Aminullah
Facebook: Winarti Sri Aminullah
Winarti Sri Aminullah adalah penulis pemula yang berumur 14 tahun dan tinggal didaerah Cianjur,maleber. Ia bercita-cita sebagai dokter dan hobinya menulis.Mohon maaf jika ceritanya kurang menarik saya harap bisa dimaklumi karena ia masih penulis pemula. Terimakasih

Cerpen Mimpi Arum merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kematian Gadis Muda

Oleh:
Gadis itu masih begitu muda. Sama seperti tiap gadis yang datang sendiri atau bersama pasangannya untuk menikmati mata air. Bercanda atau sekedar memandangi pepohonan di sekitarnya. Tapi siapa yang

Fiksi Hukum

Oleh:
Siang itu di fakultas hukum, Hukum sedang mendengarkan penjelasan dosen senior yang membawakan meteri Hukum Pidana. Sesekali Hukum mengerutkan keningnya pertanda ada hal-hal yang mengganggu pemahamannya. Suasana ruang hening

Bocah di Sudut Pasar

Oleh:
Aku sekarang duduk di bangku kelas IX SMP tapi Ayah masih juga belum menambah uang sakuku. Kadang aku kesal, ketika melihat teman-temanku membeli aksesoris cantik yang harganya cukup mahal.

Cinta Raya

Oleh:
“Udah malem banget, cara satu-satunya kita terjun dari gedung ini. Gue rasa malem ini gak bakal banyak orang yang lalu lalang disini. Kali ini gue rasa kita bakal berhasil”

Gila

Oleh:
Dinginnya malam yang penuh rintangan, banyak nyamuk berkeliaran di kanan kiriku yang kubiarkan tubuhku tergeletak lemas di atas kasur kumuhku. Tangan kugerakkan terasa berat untuk menggapai hp yang ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *