Nasehat Engkong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Islami (Religi), Cerpen Kehidupan, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 26 October 2021

Hari itu niatku hanya ingin ngopi bareng dengan teman yang hampir dua tahun tidak ketemu, karena aku ganti no hp jadinya komunikasi sempat terputus. kami janjian bertemu di sebuah cafe tempat nongkrong.

“Gimana kabarnya, Bro?” aku menyapanya karena dia duluan tiba dan telah memesan tempat untuk kami berdiskusi.
“Alhamdulillah, Sehat, Mas, yang penting sehat dulu yang harus kita syukuri”, jawabnya.

Dari segi penampilan aku menyangsikan kondisinya. Yang kukenal dia dulu, dengan melihat penampilannya, semua orang pasti sepakat menilai dia orang yang tergolong milyuner. apalagi usahanya tidak hanya satu. salah satu motif aku menemuinya juga untuk meminta jalan usahaku keluar dari masalah kekurangan.

“Dirimu gimana kabar?” tanyanya kepadaku.
“Alhamdulillah, ragaku sehat”, jawabku sambil seloroh.
“Semua boleh sakit, Mas, kecuali Iman”, katanya singkat.

Aku mulai curiga, suaranya agak lirih, dan kata-katanya tidak familiar dari kebiasaan dua tahun yang lalu. Dulu kita sering bercanda dan sangat jarang membahas yang serius-serius. Waktu kebersamaan kami dulu banyak dihabiskan di diskotik. Kami termasuk orang yang anti dengan kening berkerut, semua masalah hidup terlupakan dengan seteguk miras. walau sebenarnya itu hanyalah pelarian dan masalah tidak berkurang justru bertambah. tapi hari ini aku bertemu teman karib seperti bertemu orang asing. Mulai dari penampilan sampai dengan gaya bahasanya yang tidak seperti dulu lagi.

To the point aku bercerita tentang kisah hidupku selama dua tahun menghadapi masalah finansial. Aku tertipu sama rekan kerja, saudaraku sendiri ikut-ikutan menipuku, dan bisnisku gagal menambah dalam penderitaan hidupku. bahkan aku pernah tidak sanggup membeli makanan untuk bertahan hidup.

Dikarenakan susah, aku memilih untuk memperbanyak berpuasa. Memang awalnya karena tidak ada duit untuk beli makanan, tapi karena terbiasa aku jadikan kebiasaan baru berpuasa Senin dan Kamis. Kuasa Allah Swt, selama aku jalani kebiasaan itu aku tidak pernah sakit. Aku yakini ternyata berpuasa menghambat penyakit masuk ke tubuhku. Selama berpuasa akupun sudah rajin sholat.

“Alhamdulillah,” dia mengucap syukur.
“Maksudmu? Kamu menyukuri aku hidup susah?” aku mulai kesal karena memang nada dan gaya bahasanya tidak seperti yang aku kenal.
“Aku bersyukur kamu sudah lulus dari ujian awal, dengan sabar dan ikhlas, kamu sudah merubah cara menghadapi masalah”, dia beri aku nasehat. dalam hati agak menggerutu karena yang aku harapkan dapat solusi untuk usahaku.

Dikarenakan adzan Magrib sudah berkumandang, dia mengajakku sholat berjamaah dan dia meminta menjadi imam. Semakin aku tidak percaya, karena sebenarnya dia adalah mualaf tapi kenapa dia lebih fasih tentang agamaku? aku tidak mau berdebat, aku ikuti aja dengan harapan setelah ini dia beri solusi untuk masalahku. dan kamipun sholat berjamaah.

Setelah sholat kami ke meja kami dan memesan makan malam. sembari makan malam kami bersenda gurau dan aku baru kenal gaya bahasanya seperti dulu walau kami tidak lagi membahas tentang kemaksiatan.

“Selama dua tahun, kamu kemana aja? cerita dong, masa’ aku terus yang cerita” kataku.
“Apa lagi yang akan aku ceritakan? kamu sudah bercerita kisahku”, ternyata kisah kami sama. makanya penampilannya berubah. kami sama-sama memulai hidup dengan cara terbaik walau harus dimulai dari start awal lagi.

“Bro, tadi kamu bilang aku lulus ujian awal, emang masih ada ujian lanjutannya?” aku bertanya tentang nasehat dia sebelum sholat tadi.
“Emang kita dari tadi disini?” tanyanya balik. “Aku merasa kita baru ketemu”, jawabnya.

Antara percaya dan tidak, aku ceritakan awal pertemuan kami tadi, aku lihat raut mukanya yang tercengang dan benar-benar dia tidak paham dengan kata-katanya tadi. “Terus, tadi aku gobrol sama siapa?” tanyaku.

Dia bercerita, ketika dia jatuh, Engkongnya datang dalam mimpinya dan memberi nasehat itu sehingga dia berubah menjadi baik.
“Dalam mimpi itu, Engkong bertanya, dengan cara apa lagi Allah mengujimu agar kamu bisa lebih baik? Sakit? Miskin? atau kehilangan orang yang dicintai? bersyukurlah kamu diuji hanya dengan kekurangan, banyak orang yang diuji dengan kelebihan tapi dia gagal ujian, seperti dulu ketika kita kaya” dia bercerita mimpinya yang sama dengan kata-kata yang tadi.

“Apalagi nasehat Engkong untuk ujian berikutnya, Bro?” tanyaku.
“Bumbui rasa syukur, ihklas dan sabar dalam setiap usahamu, Insha Allah, Allah akan beri petunjuk-Nya” jawabnya.

Akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing. walau aku tidak dapat apa-apa ternyata nasehat itu benar adanya. dalam perenunganku, ketika aku ihklaskan setiap permasalahan hidup, aku dapatkan jalan keluarnya. Sampai sekarang aku masih penasaran dengan Engkong itu, tapi biarlah menjadi ceritaku sendiri, mistis atau nyata, terserahlah. aku menangkap nasehatnya sebagai arahan jalan hidupku.

Cerpen Karangan: riyandi mallay

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 26 Oktober 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Nasehat Engkong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Gadis Keripik Singkong

Oleh:
“Febi, ini keripiknya sudah siap.” Terdengar suara Ibu memanggilku. Aku pun datang menghampirinya di dapur untuk mengambil keripik yang sudah tersusun rapi di keranjang. “Iya, bu. Ya sudah, aku

Nostalgia 17 Agustus

Oleh:
Pagi ini langit begitu cerah mendukung suasana hari. Ya, hari ini 17 Agustus 2013 hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68 tahun. Terlihat banyak anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak semua berkumpul di

Semburat Mimpi-Mimpi Faiz

Oleh:
Mataku berbinar-binar, sangat senang mendengar rencana Masku-Mas Ardy. Aku tidak bisa berhenti untuk tersenyum bahagia. Kutatap Mas Ardy, aku sangat bahagia. Seketika Mas Ardy beringsut dari tempat duduknya, mempersilakanku

Hari-Hariku

Oleh:
Nama ku Mika utamy, teman-teman biasa menyapaku dengan sebutan Mika dan itu sekalian nama beken juga?. aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Muhammad Hiro Pratama kakak sulungku, Ahmad Vidy

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *