Nesha: Waktuku Berhenti Berputar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 19 November 2021

Panggilannya Nesha, gadis manis dengan tubuh tinggi dan gempal. Dia tidak mau disebut gendut dan lebih suka dibilang seksi. Tidak suka ditertawakan dan lebih suka tertawa bersama. Benci dengan yang namanya kesedihan tapi diam-diam dekat dengan kesedihan. Nesha, gadis manis dengan segala tingkah lucu dan sifat jenakanya selalu membuat suasana saat nongkrong jadi ramai. Gadis tanpa beban hidup, begitulah teman-temannya menyebut Nesha. Tapi pertanyaannya, benarkah ada manusia yang hidup di dunia ini tanpa beban hidup satu pun? Entahlah, tapi menurut Nesha itu tidak ada.

Begitu pula dengan Nesha, itu benar bahwa hidupnya tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya. Nilai kuliah yang tinggi, teman-teman yang seru, orangtua yang utuh, ekonomi keluarga pun tak kurang. Kenapa tampak sempurna? Karena itulah yang ingin Nesha gambarkan di depan orang lain. Bukan atas kemauannya namun karena ekspektasi publik.

Nesha, tidak pernah sekalipun ingin menjadi pusat perhatian ataupun dianggap sangat pintar dalam hal akademik. Di dituntut untuk selalu mendapat nilai tinggi dalam semua mata kuliahnya, mungkin salahnya karena mendengarkan ekspektasi orang lain untuknya. Apapun itu, semua sudah terjadi. Semua berjalan mulus diawal, sangat amat mulus. Namun ketika akan melangkah untuk melewati garis finish didepannya, langkahnya terhenti dan waktunya membeku.

Bertubi-tubi masalah menimpanya, Nesha si gadis ceria dan ambisius itu sudah berubah menjadi gadis murung dan pesimis. Masalah internal dan eksternal semua bercampur dan datang disaat bersamaan tidak memberinya ampun sama sekali. Hingga akhirnya, Nesha jatuh. Waktunya berhenti bergerak dan pikirannya penuh dengan suara berisik yang membuatnya terkadang lepas kontrol. Menangis dan menjerit dengan tubuh gemetar. Ketakutan yang berlebihan mulai memakannya perlahan, mungkin karena sudah terlalu lama menahannya, semua tiba-tiba saja meledak.

Berkali-kali melukai dirinya sendiri, tangannya sudah seperti kertas yang disayat dengan cutter. Selama 2 tahun Nesha berjuang melawan monster yang ada didalam dirinya, mati-matian menahan suara berisik yang menyuruhnya mati. Entah berapa banyak air mata yang dia keluarkan di setiap malamnya.

Nesha yang perlahan mulai melawan monster didalam dirinya itu mulai bangkit. Meskipun pikirannya masih sangat ‘ramai’, dia mulai bisa mengontrolnya. Dia selalu mengatakan,
“Ini tubuhku, ini pikiranku, aku yang berhak mengaturnya bukan kalian!”

Nesha, perlahan tapi pasti mulai bangkit dan mencoba melangkah maju. Mencoba untuk menggerakkan kembali waktunya yang membeku, dia tidak ingin tertinggal lagi. Dia sadar, meskipun waktunya berhenti namun tidak untuk orang lain. Waktu tetap berjalan seperti sebagaimana mestinya. Hanya waktu milik Nesha yang berhenti. Dia sadar bahwa dia harus menggerakkan roda waktunya kembali untuk bisa berjalan maju dan menyusul yang lain. Meskipun masih berat dan terkadang waktunya ter-reset, Nesha akan tetap melangkah maju.

Selama perjuangannya itu, Nesha bertemu seseorang. Laki-laki sederhana dengan sifat luar biasa. Namanya Restu, laki-laki tinggi dengan senyum lebar dan hangat yang tanpa sengaja bertemu dengan Nesha di rooftop sebuah cafe. Dipertemuan pertama mereka, Restu melihat Nesha duduk sendirian di rooftop cafe tempatnya biasa nongkrong, benar sendirian. Tidak akan ada yang mau duduk di rooftop terbuka saat hujan gerimis kan? Hanya Nesha yang ada disana.

Restu awalnya berniat untuk ke lantai dua untuk menggunakan kamar mandi, namun perhatiannya teralihkan saat melihat Nesha yang menelungkupkan kepalanya di meja, menghiraukan hujan rintik-rintik membasahi tubuhnya. Jika diperhatikan sekilas, suasanya cukup horror karena saat itu matahari sayup-sayup baru akan tenggelam. Merasa penasaran, Restu menghampiri Nesha dan menepuk pundaknya pelan.

“Permisi..?” Ucap Restu pelan dan ragu-ragu.
Nesha mengangkat kepalanya dan sempat mengusap wajahnya sebentar sebelum memasang senyum dan menatap laki-laki dihadapannya.
“Ya? Ada perlu apa ya?”

Iris coklat dan hitam bertemu dan melebur menjadi satu dibawah sinar matahari yang perlahan tenggelam, ditemani oleh gerimis hujan yang membasahi kedua insan berbeda gender itu. Takdir mempertemukan keduanya. Sosok Restu yang selalu menjalani hidup dengan santai dan tanpa beban, hal yang selalu dianggap mustahil oleh Nesha, perlahan masuk dan membantunya untuk menggerakkan roda waktunya yang membeku. Pertemuan pertama yang klise namun akan memberikan warna baru didalam ruang waktu Nesha.

Cerpen Karangan: GummyGum

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 19 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Nesha: Waktuku Berhenti Berputar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Makna Dibalik Selembar Daun

Oleh:
Siang itu, Raskia terlihat sebal. Ia melangkahkan kakinya menuju rumah yang jaraknya tak jauh dari sekolah. Didampingi sahabat baiknya Tasya, Raskia bejalan terngopoh-ngopoh dengan wajah cemberut. “Untuk apa sih,

Sarjana Kalkulator

Oleh:
Akulah si sarjana kalkulator. Di dunia ini, hanya aku yang memiliki gelar tersebut. Semenjak aku berhasil menyelesaikan pendidikanku dan berhasil juga menyematkan gelar tersebut di belakang namaku, aku semakin

Hampa (Part 1)

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 5 sore, aku melangkahkan kakiku menuju rumah singgahku, aku berjalan menyusuri setapak yang sepi ini, hari yang melelahkan sehabis kerja seharian, sepertinya akan kugunakan waktu luangku

Berguna

Oleh:
“Aku tak mengerti mengapa aku tak dapat menjadi orang yang berguna”. Keluh Dian Anin hanya tersenyum seraya menatap Dian, dari tadi ia hanya menanggapi semua keluhan dian dengan senyuman.

Seminar Kabut Di Penghujung Tahun

Oleh:
Sekelebat kabut yang terbang di tengah gelapnya malam, yang membangkitkan ingatan tentang cerita-cerita yang membuat bulu kuduk berdiri. Entah cerita itu benar-benar nyata atau hanya sebuah kebohongan dan reka-reka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *