Obat Alami Layila

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kehidupan, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 18 April 2013

Di pinggir jalan, seorang anak yang kira-kira berusia 12 tahun duduk sambil berjualan obat-obatan alami. Namanya Layila. Barang dagangannya masih lengkap, belum ada yang terjual. Daun sirih, lidah buaya, dan barang-barang lainnya yang ia jual belum ada yang dibeli satupun. Setiap ada orang yang lewat, ia sudah berusaha menawarkan dagangannya, tapi pasti tidak ada yang mau. Bahkan ada yang pura-pura tidak melihatnya. Karena adzan maghrib sudah berkumandang, Layila pun langsung membereskan obat-obatan yang ia jual dan membawanya pulang.
“Bagaimana jualannya hari ini?” Tanya Ummi.
“Sama kayak kemarin, Mi.” jawab Layila sedih. Ummi menghela napas.
“Besok, kan, hari Minggu. Kamu nggak sekolah, kan? Besok kamu jualanya dari pagi saja, ya. Siapa tahu kalau pagi-pagi banyak yang mau beli,” kata Ummi. Layila mengangguk, lalu segera menuju kamarnya.
Walaupun sangat lelah sehabis pulang sekolah, Layila tidak akan menolak perintah Ummi. Apapun yang Ummi suruh, mau mudah atau sulit, pasti ia lakukan. Seperti menjual obat-obatan alami sepulang sekolah.

Esok paginya, tidak seperti Minggu pagi biasanya, Layila bangun pukul 04.00. padahal kalau hari Minggu, Layila bangun pukul 05.30. Pukul 06.00 pagi, Layila pergi berjualan ke tempat biasa. Udara pagi yang segar menemani Layila saat berjualan. Ia sangat berharap hari ini dagangannya akan laku. Ia berdoa pada Allah, “Ya Allah, mudahkanlah aku dalam berjualan. Buatlah hari ini lebih baik daripada kemarin. Aaaamiin..”.

Siang. Sore. Belum juga ada yang mau membeli obat-obatan jualannya. Akhirnya saat maghrib, Layila memutuskan untuk pulang, tanpa uang sedikitpun. Baru saja ia mau mengemasi barang jualannya, tiba-tiba seorang bapak-bapak berlari kearahnya.
“Kamu penjual obat alami, kan?” tanyanya. Layila mengangguk.
“Punya obat sakit perut, tidak?” tanyanya lagi. “Ada jahe,” jawab Layila sambil mengeluarkan sebuah kantong yang isinya 7 kotak jahe.
“Saya beli semuanya, ya!” kata bapak itu. Ia segera mengambil 7 kotak jahe tersebut dan mengeluarkan uang senilai Rp. 1.500.000.
“Wah, Pak, Ini harganya Cuma Rp.19.000, kok. Lagi pula saya tidak punya kembaliannya, Pak..” kata Layila.
“Ambil saja kembaliannya. Terima kasih ya, dik…” kata bapak itu.
“TERIMA KASIH BANYAK, YA PAAAK!” kata Layila bahagia. Saking bahagianya, ia pun menangis.
“Ummi… tadi ada bapak yang beli daganganku, yang harganya Cuma Rp.19.000, dia bayar segini, Ummi!” kata Layila sambil memberikan segepok uang kepada Ummi.
“Alhamdulillah… terima kasih, ya Allah…” kata Ummi.

THE END.

Cerpen Karangan: Naila Izzati Mushafa
Facebook: www.facebook.com/Naila Izzati

Cerpen Obat Alami Layila merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terima Kasih, Ibu

Oleh:
Ibu, setiap pagi dengan senyum mengembang kau menuntun sepeda tuamu menawarkan pisang ke rumah-rumah penduduk. Keringat letih membasahi tubuhmu tetapi tidak terkalahkan oleh semangatmu untuk mencari nafkah. Dengan menuntun

Bermain Adalah Hobiku

Oleh:
Masa kecilku di sebuah kampung yang banyak pepohonan dan rumah, banyak anak-anak yang seusiaku yang bermain di lapangan dekat masjid. Biasanya anak-anak berkumpul dan bermain setelah solat ashar. Dan

Mysteri of Dark Shadow

Oleh:
Teeetttt!! Bel panjang pertanda pulang sekolah, telah berdering. Anak-anak segera pulang karna saat itu hujan mulai turun rintik-rintik. Fiyan dan Roni ingin sekali pergi bermain di lapangan setelah pulang

Sama

Oleh:
Senja di pelupuk matanya mengantarkan warna kelabu dalam sanubariku. Aku sangat mengenalnya, tapi kali ini aku masih saja menikmati ketidaktahuanku tentang apa yang seharusnya aku tahu darinya. Aku bahkan

Nana dan Si Nakal Sasa

Oleh:
Di negeri Lollywod tinggallah peri-peri yang hidup di rumah Lolipop. Salah satu dari mereka adalah Nana si anak baik, Sasa si anak nakal, Dadi Polly si hakim, dan mami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *