Pendidikan Modal Merubah Nasib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 14 April 2018

Suatu ketika di sebuah desa, ada anak yang bernama Budi. Budi adalah anak yang cerdas bahkan bisa terbilang jenius. Dia berasal dari keluarga miskin, namun hal itu tidak menyurutkan keinginannya untuk bercita-cita menjadi orang sukses agar bisa membahagiakan orangtuanya. Ayah dan ibunya hanyalah seorang petani yang bekerja di sawah milik juragan Deni. Karena melihat kerjakeras orangtuanya untuk memberinya pendidikan yang tinggi itulah yang membuat Budi bercita-cita menjadi orang sukses, dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya oleh karena itu dia rajin belajar. Dia selalu membuat orangtuanya bangga karena prestasinya.

Suatu ketika dilaksanakan olimpiade tingkat SMP antar sekolah didesanya. Sekolah Budi mengajukannya untuk menjadi perwakilan dari sekolahnya, dalam olimpiade itu siswa yang menang akan mendapatkan beasiswa di kota. Budi sangat senang mendengar itu, karena dia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih baik di kota. Oleh karena itu dia semakin giat untuk belajar dan tak lupa pula dia selalu berdo’a kepada Allah agar selalu diberi kemudahan.

Tak disangka, ternyata Budi menang dalam olimpiade tersebut sebagai juara 1 dan berhak menerima beasiswa di kota. Orangtua, guru-guru dan teman-temannya sangat bangga dengannya. Namun Budi tidak pernah sombong atas kemenangan ataupun kecerdasannya, hal itulah yang membuatnya disukai banyak orang.

Tibalah saat dimana Budi akan pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikannya. Orangtuanya sangat berat untuk melepaskan anak kebanggaan mereka, namun mereka tahu kepergian anaknya adalah untuk melanjutkan pendidikan yang lebih baik di kota. Dan akhirnya mereka pun merelakan Budi untuk pergi. Sebelum berangkat ke kota, Budi berjanji kepada orangtuanya bahwa ia akan selalu mengingat nasehat mereka dan dia akan kembali lagi pada saat dia sudah menjadi orang sukses.

Akhirnya sampailah Budi di sekolah barunya. Tak disangka, ternyata dia akan bersekolah di sekolah favorite di kota itu. Selama menempuh pendidikannya, dia akan tinggal di asrama sekolah.
Di sekolah itu terdapat dua golongan, yaitu golongan reguler dan golongan beasiswa. Golongan reguler adalah golongan murid yang membayar uang sekolah sendiri dan terdiri dari anak-anak orang kaya, sedangkan golongan beasiswa adalah golongan murid yang uang sekolahnya dibayar oleh pemerintah dan terdiri dari murid-murid yang cerdas.

Keesokan harinya Budi mulai masuk sekolah dan ternyata dia sekelas dengan Radit, anak reguler. Dia sangat senang karena menurutnya Radit adalah anak yang baik, sopan dan ramah. Dia juga sekelas dengan Tomi, anak reguler yang sangat banyak penggemarnya namun perilakunya kurang baik. Tomi sangat tidak suka dengan anak beasiswa karena menurutnya kekayaanlah yang dapat mengukur derajat seseorang, maklumi sajalah, Tomi adalah anak dari pengusaha terkenal di kota itu.

Setiap hari Budi selalu belajar dengan giat dan rajin, dia berharap suatu saat nanti dia akan mencapai cita-citanya dan akan membawa serta membahagiakan orangtuanya di kota. Dia tidak ingin bila masa tua orangtuanya harus bekerja keras lagi. Karena rajin belajar maka banyak sekali prestasi yang diperolehnya, lama kelamaan dia pun menjadi populer di sekolahnya. Tomi pun semakin tidak suka dengan Budi dan sering mengganggunya. Namun Budi selalu sabar dengan perlakuan Tomi kepadanya. Karena prestasinya itu Budi mendapatkan beasiswa bahkan sampai ke jenjang S2.

Waktu pun terus berlalu, tanpa terasa sekarang Budi telah lulus S2. Dan tak lama kemudian dia bekerja di sebuah perusahaan ternama di kota itu. Lambat laun karena prestasinya di perusahaan itu, dia mendapat jabatan sebagai kepala bidang. Dan dia pun teringat dengan kedua orangtuanya yang telah memberinya didikan sehingga dia bisa menjadi seperti sekarang dan terpikir olehnya untuk melaksanakan janjinya yaitu membawa dan membahagiakan kedua orangtuanya di kota.
Sementara itu di rumah Budi, kedua orangtuanya sangat merindukannya. Mereka berharap Budi segera pulang untuk menemui mereka.

Tak lama kemudian terdengar ketuka pintu dari luar. Ibunya pun segera membuka pintu dan alangkah terkejutnya kedua orangtuanya ketika melihat Budi anak kebanggaan mereka berdiri di depan mereka. Budi pun langsung menyalami kedua orangtuanya dan memeluknya. Setelah itu Budi pun mengajak kedua orangtuanya untuk pergi dan tinggal bersamanya di kota.

Suatu ketika Budi melihat Tomi. Dia sangat terkejut melihat Tomi menjadi sopir angkot, dia pun menghampiri Tomi dan menanyakan kabarnya. Tomi sangat terkejut melihat Budi dan dia merasa malu dengan keadaannya sekarang, Budi menanyakan mengapa Tomi menjadi sopir angkot. Tomi pun menceritakan semuanya kepada Budi, ternyata perusahaan ayah Tomi bangkrut karena ditipu orang dan ayah Tomi terkena penyakit stroke. Dia menjadi sopir angkot untuk membiayai kehidupan keluarganya. Budi pun meminta izin untuk bertemu dengan ayah Tomi dan membantu untuk membiayai pengobatan ayah Tomi. Dan akhirnya Tomi meminta maaf kepada Budi atas perbuatan yang dia lakukan dulu. Budi pun memaafkannya.
Akhirnya Budi bahagia kerena dulu dia belajar dengan giat dan memperoleh hasil dari kerja kerasnya selama ini. Sekarang dia telah membuktikan bahwa dengan pendidikan dia mampu mengubah nasibnya yang dulu miskin sekarang menjadi orang kaya dan bisa membahagiakan orangtuanya…

Cerpen Karangan: Riri Afriani
Facebook: Riri Afriani (Azzahra)

Cerpen Pendidikan Modal Merubah Nasib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ada Cerita di Balik Nama

Oleh:
Terlihat seorang anak laki laki yang sedang memikul beban berat di punggungnya. Wajahnya terlihat lebam di beberapa daerah. Matanya terlihat sayu lelah mendalam. Tidak tampak sedikitpun binar kebahagiaan masa

Cinta Karena Harta

Oleh:
Aku masih ingat saat itu kau tinggalkan aku dengan kata-katamu yang sangat menyakiti hatiku. Hubungan kita yang tak direstui oleh seluruh keluargamu yang membuat kau meninggalkanku begitu saja. Kau

Melihat Dari Sisi Yang Lain

Oleh:
Memandangmu hampa, tiada kutemukan ujung. Melihatmu bagaikan merana nasib yang tiada bertukar. Engkau mencerminkan pada keasaan langit. Menambah sari patinya memantul meriuhkan batin. Memandangmu terasa sunyi, menghidupkan keberadaan yang

Anak Anak Saleh

Oleh:
Sebut saja namaku Delon dan adikku Denis. kami berdua adalah Kakak beradik yang kembar tapi kami saling menyayangi. Kami dari keluarga terbilang miskin karena orangtua kami kerja jadi tukang

Ujian Lima Sahabat

Oleh:
Musim panas telah merambah ke Kota Senja. Kelima sahabat itu perlahan mengelap keringat di dahi mereka masing-masing. Ah, tak ada yang lebih menyenangkan selain singgah ke Cafe Bang Didi,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *