People Change

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 28 September 2016

Aku Maulida Anjani, panggil saja aku Lida.
Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu universitas di Bandung. Lahir 19 tahun lalu di Semarang dan berada di tengah-tengah keluarga yang sangat bahagia. Aku pindah ke Bandung karena ikut nenekku karena nenekku juga kesepian setelah beberapa tahun lalu ditinggal oleh kakekku. Biarkan aku bercerita tentang kehidupanku, mengapa aku berubah menjadi gadis yang badung, melawan orangtua dan meninggalkan kuliahku! Lalu siapa yang bisa mengubahku kembali lebih baik?

Pertama kali aku menginjakkan kakiku di Bandung, ya ini adalah hari pertamaku kuliah disana.
“nanti kalau kamu lulus dengan nilai cum laude papa bakal membiayai S2 kamu ke Hannover” kata papaku
“really? Thank’s pap” aku memeluk papaku. Mama dan nenekku tersenyum padaku. Di SMA aku mendapat nilai sempurna di mata pelajaran Bahasa Inggris dan Kimia.

Aku mempunyai sahabat baru, leoni namanya dan ia sering mengajakku ke kafe yang mewah seperti, Hummingbird Eatery atau Nanny’s Pavillon Home. Karena sering kelayapan tidak jelas, aku sering meninggalkan jam kuliahku dan selalu pulang malam. Nenekku kadang menunggu kepulanganku hingga ia terlelap di kursi ruang tamu. Terkadang aku juga merasa iba kepada nenekku.

Aku semakin badung ketika leoni memperkenalkan aku dengan kakaknya, namanya Davin dan dia cukup popular di kampusku. 2 bulan setelah berkenalan akhirnya kita resmi jadian. Aku sering meminta izin kepada nenekku untuk menginap di rumah leoni. Padahal itu hanya alasan saja, sebenarnya aku diajak Davin jalan-jalan semalaman. Hingga suatu hari Mama dan papaku datang ke Bandung dan aku tidak di rumah nenek!

“papa dan mama datang jam 8 malem, nungguin kamu sampai fajar! Kemana saja kamu!” papa murka kepadaku dan mukanya merah padam, aku melihat ke arah nenekku dan sepertinya nenekku mengerti “loh… kan ibu sudah bilang berkali-kali sama kamu, Lida itu sering nginep di rumah temannya” jelas nenek. “Ya nggak bisa begitu?! Dia aku suruh ngelanjutin ke Bandung kan buat nemenin ibu… kok malah sering nginep! Kalau gitu kamu pindah semarang aja!” sahut Mama
“jangan… jangan bawa lida! Biar dia disini!” kata nenekku setengah membentak. “Ok, tapi kalau ada masalah sama kuliah kamu! Program S2 gagal!” Akhirnya papa dan mama menyetujuinya dan tetap memperbolehkanku tinggal di Bandung. Aku tetap bisa bersama sahabatku dan juga Davin. Tapi setelah kejadian itu, uang jajanku dikurangi dan nenek sering memarahiku dan memperketat siapa saja yang boleh datang ke rumah. Karena nenekku belum mengenal Davin, aku suruh Davin datang dengan leoni dan berpura-pura menjadi salah satu sahabatku.

8 bulan berlalu, nenekku jatuh sakit dan aku harus merawatnya. Setelah 3 bulan dirawat di rumah sakit, nenekku meninggal dunia dan aku sangat sedih, “apa aku harus kembali ke Semarang?”.

Setelah 3 hari sepeninggalan nenekku, mama dan papa pulang ke Semarang, dan aku sebenarnya ingin ikut, aku takut tinggal sendirian di sini. Tetapi papa menolak karena aku diharuskan menyelesaikan kuliahku tepat waktu. Akhirnya hanya papa yang pulang, mama menemaniku di sini dan ini membuatku susah untuk keluar malam atau bolos kuliah. Berkat mama, aku sekarang jarang meninggakan sholat 5 waktu dan kuliah lagi. Nasehat-nasehat mama yang membuatku akhirnya luluh, aku meninggalkan dunia gemerlap malam dan menolak ajakan-ajakan Davin lagi.

“masa kamu belum punya pacar sih lid?” Tanya mama,
“kok tiba-tiba Tanya itu mam?”
“kemaren mama liat kamu dianterin laki-laki, kenalin dong sama mama… masa mau umpet-umpetan kayak gitu sih?” kata mama sambil mengelus-elus rambutku yang saat itu aku gerai.
Aku mengambil posisi duduk dan mulai bercerita dan mama begitu excited, aku berencana akan memperkenalkan Davin kepada mama.

Keesokan harinya Davin datang dengan membawa kantong plastik, buat mama katanya. Kubiarkan mama dan Davin berbincang-bincang, Davin sangat berubah ia berubah menjadi santun di depan mamaku. Terkadang mama tertawa terbahak-bahak entah apa yang dibicarakan, aku sengaja berlama-lama di dapur.

“lid, kamu bikin minuman apa bikin skripsi sih?” Gurau mama
“eh ini ma… uda jadi kok ma”
“dia emang suka lemot tante”
Kata Davin mengejekku, aku memasang muka cemberut dan membuat mama tertawa. Mama masuk kamar dan meninggalkan aku dan Davin.

“mamaku bilang apa aja sama kamu?”
“aku harus jaga kamu, aku jadi nyesel pernah ngajak kamu nakal, pulang pagi, bolos kuliah dan hal negatif lain lah”
Kulihat wajah Davin yang sangat merasa bersalah memang tidak terlihat, tapi aku merasakanya
“mama hebat ya bisa bikin kamu sadar, vin… aku juga nyesel buang-buang waktu mudaku Cuma buat bersenang-senang… aku pengen aktif lagi di kampus biar skripsiku cepat selesai…”
“terus kamu bisa ngelanjutin program S2 kamu di Hannover kan?”
Aku terdiam,
“kok kamu tau?”
“mama kamu udah cerita banyak…”
“terus kamu ngizinin gak?”
“aku mau LDR-an sama kamu, tapi setelah kita menikah nanti”
“mendingan kamu urus skripsi kamu dulu deh… jangan ngomong nikah mulu…”
Aku tertawa kecil, Davin juga.

Davin sering datang kesini, bukan hanya main dan curhat dengan mamaku saja tetapi ia juga membantuku menyelesaikan skripsiku karena kita satu jurusan hanya beda angkatan. Aku lulus 5 bulan kemudian setelah Davin. Nilai IP ku tidak cum laude jadi papa membatalkan rencananya. Akhirnya setelah lulus kuliah aku membangun usaha bersama Davin dan adiknya, yaitu Leoni. Kita mendirikan toko roti yang diberi nama “D’Bakery”.
“aku punya nadzar, kalau toko ini sukses aku bakal…” kata Davin terpotong
“beliin aku iphone ya kak?” Sahut Leoni
“ye…aku bakal nikahin kamu lid”
“ciiieeeee”
“kamu apaan vin…”
Pipiku pasti memerah saat itu.

Akhirnya toko roti yang kita bangun kini menjadi toko roti paling terkenal di Bandung dan terbilang sangat sukses. Papa datang ke Bandung setelah mendengar berita ini, ia juga berkenalan dengan Davin dan semua keluarganya. Sikap papa yang awalnya dingin denganku kini sudah seperti biasanya. Bahkan ia memberi selamat kepadaku atas apa yang sudah aku capai selama ini.

Suatu hari aku melihat Davin tertidur di meja meeting toko dan letaknya paling atas dan komputernya masih menyala. Aku tertegun melihat layar komputer yang masih keadaan online waktu itu. Ternyata Davin browsing tentang doa-doa sholat wajib maupun sunnah serta doa-doa lainnya. Aku menangis haru Davin lalu terbangun dan kaget melihatku,
“siapa yang bikin kamu nangis?”
Aku menunjuk layar komputer yang ada di sebelahnya, ia menoleh
“aku hanya ingin menjadi imam yang baik buat kamu lid…”
Davin memelukku.

Akhirnya aku menikah dengan Davin dan dikaruniai seorang anak bernama satria ia sangat tampan seperti ayahnya. Papa dan mamaku bahagia dan sangat menyayangi Satria yang merupakan cucu pertamanya.

Cerpen Karangan: SukmaHaps
www.instagram.com/sukmahaps

Cerpen People Change merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Normala Sang Purnama

Oleh:
Malam masih berayun bersama bintang, Angin masih meraba pepohonan, Tanah masih menghisap sisa air hujan, Dan aku tetap saja bersandar di kursi goyang tua ini, Di depanku terdapat beberapa

Anak Terlantar

Oleh:
Hangatnya mentari menemani kota Bogor pagi itu. Terlihat masyarakat yang sudah mulai sibuk dengan urusan mereka, entah itu pekerjaan, sekolah atau hanya sekedar menyibukkan diri. Jalanan mulai dipenuhi dengan

Korban

Oleh:
Seorang pria tua duduk sendirian memandangi jalanan kota yang ramai. Matanya berbinar menyaksikan lalu lalang orang-orang yang tengah disibukkan dengan berbagai kepentingannya. Ada yang bercakap-cakap dalam keriuhan, tawar menawar

Efektivitas Media Sosial

Oleh:
Malam itu, sepasang suami istri, Pak Budi dan Bu Heni terlihat sedang bertengkar. Jeritan histeris Bu Heni ditambah dengan teriakan marah dari nada suara Pak Budi membuat beberapa tetangga

Sederhananya Mimpi Andi

Oleh:
Matahari pagi bersinar cerah, langit biru membentang luas, kicauan burung saling bersahutan, seolah menandakan hari itu akan jadi hari yang paling indah. Andi adik Ana, sudah mandi sejak adzan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *