Perempuan Berkaos Kuning

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 23 September 2022

“Ayo…, Bowo kita “jajan”, banyak pendatang baru. Jangan khawatir, nanti aku yang bayar.” Kata Bima.
“Bowo , mumpung belum nikah, “jajanlah” sepuasnya. Kalau sudah nikah cukup dengan istrinya saja.” Kata Bima menambahkan.

Memang Bima suka “jajan”. Dengan gaji yang lumayan besar, paling tidak dua minggu sekali Bima “jajan”. Aku sebenarnya tidak tahu sama sekali tentang “jajan”. Namun dengan bujuk rayunya, aku jadi mengenal “jajan.” Bahkan aku ikut menjadi ketagihan, rasanya gimana gitu. Kala itu masih belum bekerja, baru saja lulus dari perguruan tinggi. Padahal ibu sudah wanti-wanti.
“Bowo, kalau ingin selamat dunia dan akhirat, jangan sekali-kali melakukan lima M, mo limo : maling, madat, madon, mabok, dan main.”

Salah satu larangan dari ibuku sudah aku langgar, madon. Kebiasaan “jajan” sudah hilang sejak aku punya istri, sebut saja namanya Maya. Namun muncul kebiasaan yang tidak kalah buruknya, selingkuh. Entah setan apa yang merasuk ke jiwaku. Padahal rasanya hanya gitu-gitu saja, sama saja antara perempuan satu dengan perempuan lainnya.

Rupanya “jajan” dengan selingkuh itu serupa tapi tak sama. Selingkuh mempunyai kenikmatan sendiri. Ada seninya, bagaimana menghindar dari sorotan mata istri, menghindar dari suami yang istrinya diselingkuhi, menghindar dari Pak Satpam atau menghindar dari ketangkap warga. Kata temanku yang sudah terbiasa selingkuh, selingkuh itu “ngeri-ngeri sedap”, ada sensasi sendiri. Betul juga kata temanku.

Istriku, sebenarnya buah dari perselingkuhan. Bertemu pertama kali di ruangan fitness suatu komplek pertokoan. Kala itu, aku sedang memperbaiki penampilanku. Maklum sejak pendapatanku lumayan besar sebagai marketing sebuah perusahaan besar, kerjanya makan melulu. Di rumah makan tersebut terjadi deal-deal berapa harga yang aku tawarkan, berapa komisi yang harus aku berikan kepada calon pembeli yang umumnya dari instansi pemerintah. Dampaknya, badanku membengkak.

Maya merupakan salah satu instruktur fitness. Bodynya jangan ditanya, body idaman laki-laki. Dari perkenalan pertama, dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, apakah makan bersama, nonton film atau jalan-jalan ke tempat rekreasi di Jabodetabek atau yang lainnya. Pulangnya biasanya dilanjutkan dengan perselingkuan. Kata pepatah sepandai-pandai tupai melompat sesekali jatuh juga. Pepatah itu benar adanya. Suatu saat aku sedang selingkuh bersamanya tertangkap basah oleh warga yang tinggal di kompleks. Aku dipaksa menikahinya atau diperkarakan. Aku lebih memilih menikahinya. Ternyata Maya sudah janda, mempunyai anak satu yang dititipkan ke ibunya. Pacaran dengan Ayu sudah terbina cukup lama putus. Ya…, nasi sudah jadi bubur.

Sejak menikah dengan Maya, aku telah berupaya untuk tidak lagi berselingkuh. Maya bukan hanya pandai merawat tubuhnya tetapi sangat pandai dalam urusan ranjang. Karenanya, aku berjanji untuk segera mengakhirinya. Tetapi apa daya, setan selalu menggodanya dan aku selalu menjadi pecundang. Para penggoda ini adalah para istri yang gemar fitness juga. Cantik? Tentu saja. Bodi dan dan wajahnya mempunyai nilai 90 ke atas. Kehidupannya telah mapan, mempunyai rumah mewah dan mobil bermerk. Namun, sepertinya kehidupan batinnya kurang terpenuhi dan aku dijadikan sasaran tembaknya. “Pucuk dicinta ulam tiba.” Batinku.

Kata beberapa perempuan yang pernah tidur denganku, aku tergolong tampan, pandai bermain di ranjang, bodyku telah berubah menjadi atletis. Masih ditambah lagi aku pandai bergaul dengan perempuan. Kuncinya gampang. Perempuan senangnya dibohongi, bahasa halusnya dipuji. Dibilang cantik, atau yang sejenis, pokoknya pujian dan perhatian dengan hadiah yang tidak seberapa. Aku juga pandai membaca bahasa tubuh seseorang yang aku pelajari saat mengikuti training marketing. Aku paham sinyal-sinyal yang diberikan mereka yang mengajak perselikuhan. Pura-pura minta tolonglah, minta diantarlah atau yang lainnya. Kembali, aku terjebak dalam perselingkuhan. Kini, dengan perempuan kelas menengah atas tanpa rasa bersalah sedikit pun, bahkan aku merasa hebat mampu menaklukkannya.

Kala dalam kesendirian, aku sering merenung. Apakah perselikuhan akan tetap kulanjutkan atau kuhentikan? Apalagi, usiaku sudah berkepala lima, sudah punya satu cucu. Ini bukan penyakit yang memerlukan dokter, tetapi lebih dari pengendalian nafsu. Semuanya bergantung padaku.

Atas nasehat dari teman-temanku, aku bertekad perselingkungan ini harus segera diakhiri. Aku harus meninggalkannya, makin cepat makin baik. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk melakukan perselingkuhan yang terakhir kali sebagai perpisahan sebelum berhenti total.

Senja itu, sebelum jam 17.00, aku sudah berada di kafe kopi yang cukup terkenal di kotaku. Aku sendiri baru pertama kali mengunjunginya. Aku pilih duduk menyendiri di sudut kafe yang masih dapat melihat pengunjung yang datang. Ketika aku perhatikan para pengunjung, ada yang aneh. Ada seorang pria dengan memakai pakaian yang mirip denganku, celana jean hitam dengan kaos maron serta memakai topi gaya topi Pak Sidin. Naluriku menyatakan ada yang tidak beres. Segera topi aku lepas.

Suasana kafe memang sangat cocok untuk pertemuan atau ngobrol santai. Cukup banyak pengunjungnya, terutama muda dan mudi. Minum kopi sepertinya sudah manjadi gaya hidupnya. Pemilik kafe memang pandai dalam mendesain kafenya. Dapat dipastikan pemiliknya sudah masuk warga milineal. Lagu-lagu popular diperdengarkan dengan suara lamat-lamat yang tidak mengganggu pengunjung yang sedang asyik ngobrol tapi lagunya masih bisa dinikmati. Deretan berbagai kopi nusantara yang masih berupa biji atau berupa bubuk tertata rapi. Bagi penggemar kopi, tinggal pilih kopi mana yang disukainya. Aku pilih kopi Sumedang khususnya Kopi Geulis Tanjungsari yang telah mendapat tempat di Negara Turkiye. Bagi pencinta kopi tentu sepakat akan nikmatnya kopi yang aku pilih. Diminum saat kopi masih panas sambil membaca ulang buku tentang “Perempuan Yang Haus Pelukan Lelaki,” yang aku beli di toko buku terbesar di kotaku. Judulnya sangat menarik bagi lelaki yang suka selingkuh. Sesuai dengan judulnya, buku tersebut menceritakan beberapa perempuan yang tidak puas dengan kehidupan rumahtangganya, terutama masalah batinnya.

Namun, aku lebih tertarik pada bagian yang mengisahkan seorang janda bernama Mawar yang suka bertualang cinta. Setelah insaf, Mawar menikah dengan lelaki yang mencintainya tanpa mempersoalkan latar belakangnya. Mawar tidak lagi bercinta dengan lelaki selain suaminya. Itulah yang menarik. Bagaimana bisa dari petualangan cinta bisa berhenti total setelah mempunyai suami. Kisahnya, sangat mirip dengan kehidupanku. Apakah mungkin aku bisa ketemu dengannya? Siapa tahu dia mau berbagi cerita lebih jauh sehingga dapat membantuku lepas dari jerat perselingkuhan.

Ternyata untuk dipertemukan dengannya tidak segampang yang aku duga. Beberapa kali surat eletronik yang aku kirimkan kepada penulis tidak dijawab. Baru surat yang ketujuh kalinya penulis memberikan jawaban yang menggembirakan, Mawar mau menerimaku. Bahkan penulis mengatur pertemuanku dengannya. Ciri-ciri Mawar disebutkannya, termasuk pakaian yang akan dikenakannya. Pertemuannya diatur di sebuah kafe kopi pada hari Jumat pukul 17.00, pekan depan.

Mendekati jam 17.00, hatiku dheg…, dheg…, dhegan. Sebentar-sebentar aku menengok ke depan melihat siapa yang datang. Suasana kafe semakin ramai walau tidak bisa disebut padat. Sesuai janji yang diberikan penulis, sebentar lagi perempuan bercelana blue jeans dengan kaos warna kuning dan memakai sepatu kets akan muncul. Benar, sekitar jam 17.00 datang perempuan memakai pakai: celana blue jeans dengan kaos warna kuning. Ketika aku perhatikan lebih seksama perempuan tersebut memakai sepatu kets seperti yang dikatakan penulis. Aku memperhatikan lebih seksama dan setelah semakin dekat, aku terkejut.

“Maya?” Dalam hati aku bertanya-tanya mengapa dia ke sini dan mengapa pula istriku berpakaian persis dengan apa yang dikatakan penulis. Aku berdiri dan bergegas berjalan menuju toilet untuk memeriksa kembali isi surat dari penulis melalui ponselku. Tidak salah apa yang yang dituliskan penulis. Jadi Mawar itu sama dengan Maya.

Untuk sementara aku sembunyi di toilet sambil memperhatikan apa yang dilakukan Maya. Dia mendatangi pria yang ciri-cirinya sama seperti diriku. Berdua mereka ngobrol sebentar dan tidak berapa lama mereka berjalan bergandengan tangan meninggalkan kafe menuju ke mobil bermerk yang diparkir depan kafe.

Aku agak shock, tidak menyangka sama sekali akan diri Maya. Kembali ke tempat duduk semula dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di otakku. Dua tegukan kopi sedikit meringankan otakku. Topi kesayanganku aku kenakan lagi.

Selang tidak berapa lama datang lagi perempuan yang berpakaian sama dengan Maya. Bedanya, perempuan tersebut tidak memakai sepatu kets tetapi memakai ankle strap, lebih modis. Perempuan itu mempunyai body dan kecantikannya tidak kalah dengan Maya, langsung menuju ke tempatku. Setelah berbasa basi sebentar, perempuan tersebut aku gandeng menunju mobilku. Aku yang sudah berjanji untuk menyudahi perselingkuhan berpikir ulang. Apakah ini perselingkuhan terakhir? Rasanya tidak.

Ternyata selama ini Maya peselingkuh andal dan aku harus lebih handal darinya. Rencana berhenti selingkuh ambyar……

Kebun Raya Residence Ciomas, BOGOR, 15 September 2022

Cerpen Karangan: Bambang Winarto
Blog / Facebook: Bambang Winarto
BAMBANG WINARTO dilahirkan di Magelang 15 Juni 1954. Setelah lulus dari SMA Kendal, mengikuti pendidikan di Fahutan- IPB (1974-1978). Bekerja sebagai ASN di Kementerian Kehutanan sampai purna tugas (1979-2010). Memperoleh gelar Magister MM di UGM tahun 1993. Ia aktif menulis berbagai artikel tentang kehutanan di majalah kehutanan. Saat ini sedang menekuni penulisan Cerita Pendek. Cerpen-cerpen yang dikirim di CERPENMU masuk nominasi terbaik : Dua Sahabat (Part1,2) Firasat (Part 1,2), Doa Penggali Kubur (Part 1,2) (bulan September, 2022) Dulkamdi (Part 1,2) (bulan Agustus 2022) Sepasang Album Kembar (Part 1, 2), Malam Yang Tidak Diharapkan (Part 1,2) (Bulan Juni, 2022) Malaikat Keempat, Sepenggal Catatan (Part 1,2), Konspirasi, Menjemput Rindu. (Bulan Mei 2022). Pencuri Raga Perawan, Pita Putih Di Pohon Pinus.(Bulan April 2022).
Alamat: Kebun Raya Residence F-23 Ciomas, BOGOR, Email: bambang.winarto54[-at-]gmail.com ;

Cerpen Perempuan Berkaos Kuning merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Good Boy

Oleh:
Hap! dengan satu lompatan Ari berhasil menaiki sebuah angkutan umum yang hendak melaju. Bocah dekil itu duduk di pintu sambil memangku ukulelenya, lalu dalam hitungan ketiga ia mulai memetik

Mencintai dan Memaafkan

Oleh:
Menyandang nama belakang Irawan, hidup Maura Kalena bisa dikatakan mendekati kata sempurna. Kehidupan mewah yang bagi kebanyakan orang hanyalah isapan jempol belaka merupakan suatu hal yang dimiliki Maura sejak

Rezeki Dari Sepatu Butut

Oleh:
Pagi itu Rizky sedang menalikan sepatunya semangat paginya untuk sekolah surut karena melihat sepatunya yang sudah jelek dia termenung melihat sepatunya. “andaikan sepatu Rizky gak butut pasti Rizky gak

Keringat Darah

Oleh:
Remuk. Kurasa kata itulah yang pantas untuk melukiskan keadaanku saat ini. Hanya rasa nyeri yang menambatkan diri di seluruh tubuhku. Tulangku bagai dihunjam ribuan jarum, persendianku bagai kehilangan fungsinya

Teater Jalanan

Oleh:
Siang itu di sebuah pinggiran kota besar, tampak sepasang suami istri sedang berteduh di bawah pohon besar rindang yang letaknya tidak jauh dari pertigaan jalan yang terbilang masih baru.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *