Perempuan yang Menjadi Kekasih Tikus Bedebah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kehidupan
Lolos moderasi pada: 25 September 2021

Setelah mengantarkan dompet beserta handphone milik perempuan itu, Sobri langsung mengebut ke arah pantai. Dengan kecepatan tinggi dia menyalip kendaraan yang memenuhi jalanan kota. Dia sudah tidak memikirkan nyawanya lagi. Baru saja dia hampir dilantak oleh moncong truk bermuatan pasir. Untung saja dia sangat lihai tingkat Valentino Rossi sehingga bisa meliuk dengan indah. Si sopir truk bercarut-marut. Mengeluarkan perbendaharaan kata yang tidak pantas diucapkan. Dia menghentikan motornya di bibir pantai. Lalu meloncat ke arah pantai yang membentang luas di hadapannya. Dia berteriak dengan sekuat tenaga. Berharap dunia mendengarkan kekecewaannya. Setelah suaranya nyaris putus, lelaki itu membungkuk di hadapan matahari sore yang hendak berpamitan di kaki barat. Dia ingin menumpahkan kekecewaannya pada bumi.

Jari-jemarinya mematikan komputer di meja kubikelnya ketika sepasang matanya menangkap sebuah dompet kulit yang tergeletak di meja kubikel sebelahnya. Disusul dengan bunyi dering handphone yang mengisi ruang kerjanya yang kosong melompong. Dia pulang belakangan karena masih menyelesaikan tugas tambahan dari atasannya. Lantas dia menyambar dompet tersebut beserta handphonenya. Tapi dia berpikir, kenapa dompet dan handphone itu ketinggalan di meja? Apakah pemiliknya lupa dan langsung pulang setelah tadi dipanggil sama atasannya? Dia berniat untuk memberikan kedua barang tersebut kepada pemiliknya setelah pekerjaannya rampung.

Lelaki itu sama sekali tidak menduga kalau sore itu dia akan melihat sesuatu yang tidak ingin pernah dilihatnya. Tapi takdir Tuhan memang selalu mencerai-beraikan rencana yang sudah dipikirkan matang-matang oleh manusia. Sobri terus saja berjalan. Padahal hari itu bukan jadwal kunjungan yang seperti telah disepakati oleh dirinya dan perempuan itu. Setelah mematut-matutkan diri di depan cermin, dia keluar dari ruangan kerja. Selama di dalam lift dia bersiul girang. Hatinya mendendang bahagia. Dia yakin kalau perempuan itu tidak marah meski dirinya berkunjung ke rumahnya sore ini. Apalagi dirinya hanya ingin mengembalikan dompet dan handphone milik perempuan tersebut. Jadi perempuan itu bisa memaklumi kehadirannya. Lantas dia mengulum senyum.

Hatinya tidak berhenti membuncahkan perasaan yang telah lama tersimpan selama ini. Dengan kaki bergetar dia melangkah di halaman rumah perempuan itu. Sejak tadi di tengah jalan dia telah merangkai kata apabila perempuan itu menanyakan kedatangannya. Sobri mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Tapi dia agak kecewa karena biasanya dia mengetuk pintu sekali, perempuan itu akan membukakan pintu dan muncul dengan senyuman yang manis seperti mawar di musim semi. Disaat dia hendak mengetuk pintu untuk yang keempat kali, pintu tiba-tiba dibuka. Lelaki itu tertegun untuk sesaat lamanya. Sepasang matanya memaku ketika melihat sesosok yang ada di hadapannya. Tubuhnya langsung memaku karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Darahnya seolah berhenti mengalir. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Begitu juga dengan perempuan yang berdiri di hadapannya tersebut. Kebekuan tercipta di antara keduanya.

Di bibir pantai lelaki itu meratapi rasa kecewanya. Mengutuk perempuan yang selama ini telah mencuri hatinya. Kepada dunia dia mengatakan bahwa dirinya salah mencintai orang.

Di hadapan dirinya, perempuan itu berdiri mematung. Dia menerima handphone dan dompet tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Bibirnya seperti kelu. Setelah menyerahkan dompet dan handphone itu, Sobri mohon pamit undur diri tanpa melihat ke belakang lagi. Dia sama sekali tidak menduga kalau dirinya akan menemui perempuan itu hanya dengan memakai daster tipis dalam kondisi rambut acak-acakan. Lalu di belakang perempuan itu, seorang pria paro baya agak gendut keluar dari dalam kamar hanya dengan membalut tubuhnya dengan kain handuk. Pria itu bertanya pada perempuan itu. Lantas dia terkejut saat melihat tamu tak diundang berdiri di hadapan mereka berdua.

Di saat cahaya matahari telah tenggelam di kaki barat, lelaki itu masih berdiri di bibir pantai. Membiarkan mukanya disapu oleh angin pantai yang membelainya dengan lembut. Lalu lelaki itu memejamkan kedua matanya yang basah oleh hujan air mata. Dia sungguh benar-benar kecewa. Karena perempuan itu tidak pernah membuka siapa jati dirinya sampai dirinya telanjur jatuh cinta padanya. Ketika lelaki itu menekuri rasa kecewanya dalam kesedihan, dia mendengar langkah kaki yang semakin dekat ke arahnya. Lalu dia mendengar suara isakan tangis seorang perempuan di belakangnya.

Kepada lelaki itu, perempuan tersebut menuturkan kisah hidupnya mulai dari peristiwa kebakaran yang telah menewaskan kedua orangtuanya sampai akhirnya dia menginjakkan kakinya di kota ini. Dia tidak pernah melupakan peristiwa mengenaskan yang telah meng-hanguskan tubuh kedua orangtua, rumah dan harta bendanya itu. Saat itu usianya masih 10 tahun. Sebelum peristiwa tragis itu dia masih sempat ditemani belajar oleh Mamanya. Sementara Papanya baru saja pulang dari kantor. Setelah menyelesaikan PR, dia shalat ber-jemaah dengan Papa dan Mamanya di musala kecil rumahnya. Setelah shalat, mereka masih menonton televisi di ruang tengah.

Baru pukul 9 malam, mereka pergi tidur. Perempuan itu tidur di kamarnya sendiri. Sedangkan Papa dan Mamanya tidur di kamar terpisah. Dia di kamar tengah, sementara orangtuanya di kamar utama. Sebelum tidur seperti biasa Papanya membacakan dongeng. Malam itu, Papa-nya berkisah tentang seorang putri yang menjadi yatim piatu. Kedua orangtua putri tewas hingga menyebabkan putri istana hidup seorang diri. Sekitar pukul 00.00 malam, api membumbung tinggi ke angkasa. Dengan sangat cepat lidah api yang sudah menyebar ke mana-mana menjilat seluruh ruangan istana. Para tentara istana saling bahu-membahu memadamkan api, namun api yang terlalu besar tidak mudah ditaklukkan begitu saja. Api baru padam setelah istana, lumbung negara dan kandang kuda beserta seluruh kekayaann istana ludes terbakar.

Putri kerajaan yang telah menjadi yatim piatu menggelandang di kota. Tidak satu pun rakyat yang mengenal wajahnya karena kotor. Gaunnya juga kotor penuh lumpur. Sebab saat peristiwa kebakaran terjadi dia dilemparkan oleh Ibunya ke kubangan lumpur dari lantai atas istana. Dari bawah istana dia hanya bisa melihat kedua orangtuanya meregang nyawa. Dia menangis. Sejak menjadi tuna wisma di kota, putri itu menjadi anak jalanan. Dia mengemis bersama anak jalanan yang lain. Mengais sepotong roti dan keju yang dilemparkan oleh orang-orang kaya. Dia memakan roti yang lebih pantas untuk makanan tikus itu hanya untuk mengganjal perutnya.

Pada malam hari putri itu tidur di bawah kolong jembatan bersama anak-anak jalanan lain. Tapi hanya dia satu-satunya anak jalanan perempuan yang tinggal di situ. Hingga terjadilah sebuah peristiwa yang membuat masa depannya tercerai-berai. Lima anak lelaki membawanya dengan paksa menuju ke sebuah kandang kuda.

Lalu di dalam kandang kuda itu dia diobok-obok oleh kelima anak lelaki tersebut sampai dirinya tidak sadarkan diri. Dia diketemukan dalam keadaan compang-camping keesokan siangnya oleh seorang peternak kuda. Lalu, pria peternak kuda itu menawarkannya untuk tinggal di rumahnya. Memberikannya pakaian putrinya dan memberinya makan. Putri itu benar-benar trauma dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dia bahkan sampai tidak pernah mau berbicara dengan siapapun. Dia juga tidak mau makan dalam beberapa hari sampai istri peternak kuda itu membujuknya agar mau makan. Tapi ternyata kebaikan yang diberikan oleh peternak kuda itu harus dibayar mahal oleh putri itu.

Pria peternak kuda itu menjualnya pada salah seorang penguasa kerajaan seberang. Putri itu lantas dibawa oleh tentara kerajaan setelah pria itu mendapatkan sejumlah uang. Sejak itu dirinya tinggal di istana kerajaan sebagai istri simpanan. Dia memang hidup mewah dengan harta yang melimpah. Tinggal di dalam istana yang megah. Tapi dirinya tetap saja sebagai istri simpanan. Sama sekali tidak memiliki hak. Dan ketika pejabat itu terjerat kasus korupsi, perempuan itu kena getahnya karena telah dianggap menikmati kekayaan dari hasil mencuri uang rakyat.

Perempuan itu menangis ketika sampai di ujung kisah hidupnya karena kisah yang selalu didongeng-kan oleh Papanya sama persis dengan kisahnya sendiri. Setelah peristiwa kebakaran yang telah mengambil nyawa orang-orang yang dicintainya, perempuan itu menggelandang di kota. Dia menjadi anak jalanan dengan tinggal di bawah kolong jembatan. Agar bisa bertahan hidup dia mengamen di simpang lampu merah. Tapi seorang preman merekrutnya sebagai anak buah. Dia disuruh mengamen selama seharian lalu hasilnya diambil semua oleh preman itu. Dia tidak hanya diisap habis darah dan keringatnya, tapi dia juga perkosa ramai-ramai oleh lima anak jalanan yang menjadi anak buah preman itu.

Setelah mereka puas mengobok-obok dirinya, mereka membuangnya di tepi bantaran sungai. Seorang perempuan cantik datang mengulurkan pertolongan. Dibawanya dirinya ke rumahnya. Diberinya pakaian dan makan. Namun suami dari perempuan itu lagi-lagi melakukan pencabulan terhadap dirinya. Sejak itu dirinya—yang sudah merasa tidak virgin lagi—merantau ke kota ini dan berkenalan dengan seorang anggota parlemen.

Pejabat itu berjanji akan memberikannya sebuah rumah yang bagus, mobil mewah, harta yang berlimpah dan uang yang banyak sehingga perempuan itu bisa hidup nyaman—sekalian bisa berbelanja ke mal—asalkan dia mau menjadi simpanannya. Selama hampir 3 tahun perempuan itu menjadi simpanan pejabat tersebut. Pejabat yang usianya lebih tua 25 tahun darinya itu akan mengunjungi dirinya kalau dia lagi mau. Tapi meski perempuan itu telah menjadi simpanan pejabat tersebut, dia masih bekerja di sebuah perusahaan. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Sobri. Di saat pertama kali bertemu dengan lelaki itu, perempuan tersebut langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Kini perempuan itu sudah tahu bahwa, betapa bobrok dan bedebahnya pejabat itu. Selain hobi memiliki beberapa perempuan simpanan, ternyata pejabat itu mendapatkan kekayaan dari cara yang tidak halal. Dia terlibat dalam skenario pencucian uang di pemerintahan. Bersama para bawahan dan koleganya dia kena operasi tangkap tangan di sebuah lobi hotel oleh aparat. Bahkan dirinya juga akan diperiksa karena telah dianggap menerima aliran dana kekayaan dari pejabat tersebut.

Mendengar kisah dari perempuan itu, lelaki tersebut berdiri lalu membalikkan tubuhnya. Lalu dia berjalan menghampirinya. Memeluk perempuan itu dengan erat. Dia dapat merasakan aliran denyut cinta yang mengalir di tubuh mereka berdua.

Kota Angin Timur, 2021

Cerpen Karangan: Khairul Azzam El Maliky
Blog / Facebook: @khairulazzamelmaliiiky
Novelis. Karyanya yang sudah terbit antara
lain: Sang Kiai, Metamorfosa, Sang Nabi (2021).
Aku, Kasih dan Kisah, Jalan Setapak Menuju Fitrah,
Aku, dan Kata Selesai (Kumpulan cerpen, 2021).
Dan 30 novel di Kwikku.com.

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 25 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Perempuan yang Menjadi Kekasih Tikus Bedebah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Barista

Oleh:
Kegilaanku akan kacang dan coklat selama ini membuatku menjadi salah satu pelanggan setia sebuah cafe yang tidak jauh dari rumahku. Meskipun cafe itu tidak memiliki banyak pengunjung di tiap

Your Fault

Oleh:
Aku punya cerita. Ini cerita kenyataan, salah satu bagian dalam hidupku. Namaku Rania Larasati, panggil saja Ran. Aku akan menceritakan salah satu bagian hidupku dimana aku ditembak salah satu

Kisah Si Mak Comblang

Oleh:
Ani, orang biasa memanggilku dengan nama itu. Namun, semenjak di SMA aku mulai dipanggil mak comblang karena aku sering menyatukan dua orang yang saling jatuh cinta atau mendekatkan seseorang

Kurasa Aku Menyukaimu

Oleh:
Napasku mampat. Nyaris. Terlampau sulit mendapatkan oksigen tatkala dadaku dipenuhi bingkah-bingkah pilu. Aku meraung keras dan hanya rinai yang mendengarku. Merasa terlalu pandir untuk menghadapi hidup. Seharusnya takdir tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *