Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Rembulan Berubah Warna

Sekian lama aku menapaki kehidupan saatnyalah aku melepas semua idealismeku. Baru memang, tapi aku akan terus berusaha untuk mengikuti kepastian umum. Hari itu di kamar kontrakkanku aku termenung. Televisi menyala begitu...

Kebahagiaan

Kucing-kucing hitam yang lucu bercerita padaku. “Sebenarnya aku dulu manusia, namun aku lelah menjadi manusia, aku memilih menjadi seekor kucing, aku seperti ini adalah kehendakku…” katanya. Lalu aku tanyakan,...

Telat

“Huh kenapa banyak banget pr sih” gumamku sambil malas-malasan. Aku pikir lebih baik aku tidur terlebih dahulu sekiranya untuk menyegarkan pikiranku dan meningkatkan konsentrasiku nantinya setelah aku bangun kembali....

Memeluk Duka Dua Wanita

Aku masih ingat saat keluargaku pindah ke kampung tanah tosora pada tahun 1985. Saat itu, aku berumur 9 bulan. Sebelumnya, keluargaku hidup dalam gubuk di kampung bersebelahan yang tak jauh dengan kampung tanah tosora yang...

Ia Adalah Sahabat Ku

Tetangga! Sekaligus teman dekat yang begitu akrab, begitulah yang sempat bisa ku tuturkan saat orang lain bertanya “Siapakah gerangan orang itu? Orang yang sering kau beri makan di sudut pinggiran trotoar jalanan sana!”...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply