Pesona Emak Emak Indonesia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 16 April 2021

Orangtua, ibu terutama, tidak akan pernah senang melihat anaknya menganggur. Menganggur yang kumaksud disini bukannya tidak memiliki pekerjaan tetap yang menghasilkan uang. Tapi menganggur dalam arti, hanya di rumah saja dan tidak melakukan pekerjaan apa-apa.

Entah kenapa, ibu selalu datang disaat yang tidak tepat. Ketika anak kebetulan sedang tidak melakukan apa-apa, ibu akan datang dan berkata “punya anak nggak ngerti kerjaan! gak bisa bantu apa-apa! Semua-mua disini mama, apa-apa mama!”. Ketika anak sedang bekerja, sepertinya ibu sedang berbelanja, ke Pluto. Padahal jika mau dilihat dengan seksama, rumah sudah beres dan tinggal tidur saja.

Saat ibu tidak ada, si anak ini sudah merasa melakukan kewajibannya. Mulai dari menyapu, mengepel lantai, mencuci piring, mengangkat jemuran, menyiram tanaman, mengelap meja dan pajangan, bahkan membersihkan sarang laba-laba di pojokan (tempat paling kecil kemungkinannya untuk dilihat). Semua sudah diusahakan untuk dibersihkan. Semua dipastikan sudah dikerjakan. Tapi masih saja ada yang lolos dari perhatian.

Entah mengapa selalu ada pekerjaan baru ketika ibu tiba. Padahal tadinya semuanya sudah selesai dan baik-baik saja. Dari kalender yang belum dibalik, sampai anak kucing tetangga belum disekolahkan jadi masalah baru jika berhadapan dengan ibu.

Terkadang di kesalahan yang sama, akan berbeda jadinya jika ibu yang melakukan dengan jika anggota keluarga lain yang melakukan. Contohnya, adik menendang gelas di lantai, ibu akan muncul entah dari mana (perasaan tadi tidak ada) sambil mengacungkan kemocengnya dan berkata “jalan tuh pakai mata! tahu ada gelas di sana, tapi tetap ditendang juga!”. Coba jika ibu sendiri yang menendangnya, kalian tahu bagaimana responnya? Mari kita menerka-nerka. Hmm, kira-kira seperti ini jadinya, “siapa yang naruh gelas disini? Gelas tempatnya bukan di sini! Kakak, coba tumpahan ini dibersihkan, main hp teross! Adik, gelasnya dikembalikan dan dicuci sekalian, jangan lari-larian terus kerjaannya! Ayah, jangan jadi patung kura-kura di pojok sana!”. Satu keluarga bisa kena semprot semua. Padahal si ayah dan si kakak tidak tahu apa-apa. Si adik juga tidak sengaja. Dan kadang yang lebih miris lagi, ternyata ibu sendiri yang meletakkan gelasnya di sana, di tempat yang ‘katanya’ tidak seharusnya.

Bicara tentang emak-emak, nampaknya akan ada banyak hal yang bisa dibayangkan, maupun yang tidak akan pernah terbayangkan. Sen kiri belok kanan, adalah salah satu hal yang sudah mendapatkan perhatian di seluruh dunia. Emak-emak Indonesia, galaknya melebihi macan dan singa. Kebanyakan orang tidak ingin terlibat masalah dengannya, mending cari aman saja. Bahkan banyak juga yang setelah menikah, kasusnya malah suami yang takut dengan istrinya. Mungkin takut tidak akan dikasih… makan xixixi.

Tapi meskipun begitu, ibu adalah orang yang paling berjasa di seluruh dunia. Ya meski bukan sungguhan untuk dunia, tapi untuk keluarga. Karena bagi seorang ibu, keluarga adalah dunianya yang harus dijaga kesehatannya, keutuhannya, kedamaiannya. Sayangi ibu sepenuh hati, sebagaimana dia menyayangi kita dengan segenap jiwa dan raga. Masalah sifat-sifat yang menjengkelkan, nyatanya bukan hanya ibu saja yang demikian. Semua manusia memiliki sifat menyebalkan dalam dirinya, hanya saja sisi yang menyebalkan itu dalam diri tiap orang berbeda-beda. Juga tergantung kondisi, situasi, dan posisi.

“Riii, serbetnya kok belum dicuci??”
Ahh itu ibuku, memanggil dari dapur. Serbet compang-camping yang telah menemaninya masak bertahun-tahun sudah kusuruh untuk dibuang saja, tapi tidak mau. Katanya, “ini masih bagus kalau dicuci. Kamu sih, jorok!”. Lagi-lagi aku lagi. Ya sudah, aku akan mencucinya sekarang sebelum dunia terlanjur kiamat.

Cerpen Karangan: Wuri Wijaya Ningrum
Blog / Facebook: Wuri W Ningrum
Wuri W Ningrum – masih sama seperti sebelumnya. Setiap hari dihadapkan dengan masalah-masalah yang seperti pada umunya, tapi tetap saja tidak terbiasa. Masih berada di tahap Quarter Life Crisis yang meresahkan, sekarang ditambah dengan Money Crisis juga. Yang penting tetap menulis saja.

Cerpen Pesona Emak Emak Indonesia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jangan Iri Eli

Oleh:
Eli berjalan bangga memakai baju putih biru untuk pertama kalinya. Sesampai di depan gerbang SMP, Eli melihat Andi teman SD nya dulu. Andi terlihat sedang turun dari motor dan

Terima Kasih 10 Tahun Lalu

Oleh:
Langit mulai berubah warna, matahari perlahan mulai tenggelam dalam peluk awan. Sekiranya ia datang jauh lebih cepat layaknya ia saat pertama kali mendapat tugas dari perusahaan tempat ia sekarang

Secangkir Kopi

Oleh:
Secangkir kopi, teman yang selalu setia menemani setiap malam. Rasanya memang tidaklah nikmat jika nongkrong bersama saat malam tanpa ditemani secangkir kopi. Ada yang bilang “Di dalam sebuah rasa

Andai Aku Bisa Berbicara

Oleh:
Sekolah adalah mimpi dari setiap manusia untuk mendapatkan ilmu melalui pendidikan untuk massa depan yang lebih baik, aku pun terkadang menjadi impian bagi setiap manusia untuk dikenakan, mulai dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Pesona Emak Emak Indonesia”

  1. moderator says:

    Ta ta… tapi… yang nulis cerpen ini juga kan ca.. calon emak emak!!!

  2. Asa says:

    awkwkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *